RSS
Syndicate content

Jenis Itik Hibrida

Sumber Gambar: http://far71.wordpress.com

Itik hibrida merupakan produk unggulan terbaru hasil kerja sama Balitnak Ciawi-Bogor dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Pelaihari, Kalimantan Selatan. Sebenarnya, penelitian untuk menghasilkan itik produktif ini telah dimulai sejak puluhan tahun silam.Pada tahun 1996, telah ditemukan hasil persilangan dari dua itik lokal yang keturunannya lebih baik dari tetuanya. Setahun kemudian, hasil penelitian ter- sebut dikembangkan oleh Balitnak Ciawi- Bogor dengan Dinas Peternakan Serang, Banten. Namun, karena hasilnya kurang memuaskan itik hasil persilangan tersebut tidak berkembang sesuai harapan. Pada tahun 2000, diadakan kembali kerja sama dengan peternak di Ponggok, Blitar yang bernama H. Mahmudi dengan tujuan mengembangkan itik hasil persilangan tersebut, tetapi tetap saja hasilnya tidak memuaskan. Baru kemudian pada tahun 2002, melalui kerja sama Balitnak Ciawi- Bogor dan BPTU Pelaihari, hasil persilangan ini kemudian dikembangkan kembali dengan hasil sangat memuaskan. Produk tersebutselanjutnyadiberinamaitikhibrida raja untuk pejantan dan itik hibrida ratu untuk betina. Itik hibrida yang ditujukan sebagai itik petelur adalah itik hibrida ratu unggul, sedangkan itik hibrida raja unggul lebih ditujukan sebagai pedaging. Selain itu, telah dilakukan pengem bangan pembibitan itik hibrida di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tujuannya tak lain untuk mempercepat perkembangan itik hibrida dan untuk melayani permintaan DOD hibrida yang tinggi. Saat ini, Balitnak Ciawi, Bogor telah melakukan kerja sama pembibitan itik hibrida dengan empat kelompok pembibit itik, yakni di daerah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan; Mojowarna, Kabupaten Jombang, Jawa Timur; Temanggung, Jawa Tengah; serta Cipanas, Kabupaten Cianjurjawa Barat. Karakteristik itik hibrida, khususnya hibrida ratu antara lain sebagai berikut.
1. DOD dapat dibedakan dari jantannya, yakni berwarna cokelat, sedangkan jantan berwarna hitam.
2. Warna bulunya cokelat kemerahan hampir meliputi seluruh tubuhnya dengan bintik-bintik cokelat pada bagian dada dan perut.
3. Bentuk tubuhnya agak berdiri tegak menyerupai botol.
4. Pada bagian kepala di atas mata terdapat garis putih menyerupai alis.
5. Warna paruh dan kaki hitam.
6. Produksi telur mampu mencapai 250- 270 butir per ekor per tahun.
7. Rata-rata produksi 71,5 dengan puncak produksi 93,7.
8. Umur awal bertelur 22 minggu.
9. Ukuran telur sekitar 65-75 g per butir.
Keunggulan lain dari itik hibrida ratu adalah memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia sehingga lebih tahan stres dan tahan terhadap penyakit.
Sumber : Ir. Supriyadi, MM, Panduan Itik, 2011.