RSS
Syndicate content

JENIS HAMA DAN PENYAKIT KACANG TANAH

Beberapa jenis hama dan penyakuit kacang tanah adalah bsebagai berikut :
Gejala serangan ulat yang baru menetas terlihat pada daun yang hanya tersisa tulang daunnya saja sehingga tampak dari jauh berwarna keputih-putihan. Ulat muda ini bersembunyi pada permukaan daun bagian bawah, sedangkan yang agak besar terlihat pada bagian atas permukaan daun. Pada serangan berat, hasil polong dapat me-nurun sampai 60-80% karena tanaman tinggal tulang daunnya saja.
 
Beberapa cara untuk mengendalikan serangan hama ini adalah sebagai berikut.Tanam secara serempak pada satu hamparan, Waktu tanamnya jangan mundur dari waktu yang seharusnya, Gunakan seks feromon (sex pheromone), Apabila melebihi nilai ambang ekonomi, gunakan insektisida Fenval 200 EC, Karphos 25 EC, Kiltop 500 EC, dan Larvin 375 AS. Dosisnya sesuai petunjuk pada label kemasan, Chrysodeixis chalcites Esp, Hama ini sering juga disebut ulat jengkal hijau. Serangga ini bersifat polifag karena juga dapat menyerang kedelai, kacang hijau, kacang tunggak, kentang, tomat, dan jagung. Ngengat betinanya meletakkan telurnya pada permukaan bawah daun secara berkelompok sebanyak 50 butir telur. Lama stadium telur 3-4 hari. Telur yang baru menetas berwarna bening, kemudian menjadi kuning.Ulatnya setelah menetas berwarna kuning dengan kepala hitam. Warnanya akan berubah setelah makan daun, yaitu hijau. Selama perkembangannya, ulat akan mengalami empat kali ganti kulit serta perlu waktu selama 14-19 hari. Pada instar dua, ulat berwarna hijau dan berukuran 6 mm. Pada instar tiga, panjangnya mencapai 13 mm. Pada instar keempat, panjangnya mencapai 30 mm. Kepompong mula-mula berwarna hijau muda, lalu kecokelatan. Lama stadium kepompong 6-11 hari. Ngengat betina lebih kecil (14 mm) dibanding jantan (17 mm). Setiap ngengat betina mampu bertelur sebanyak 442-598 butir. Lama hidup ngengat 5-12 hari (rata-rata 8 hari).
 
Gejala Ulat jengkal memakan daun tanaman tua sehingga daun berlubang dan pada serangan berat tanaman menjadi gundul tanpa daun.
 
Beberapa cara untuk mengendalikan serangan hama ini adalah sebagai berikut.Gunakan varietas tahan. Namun, hingga kini belum memungkinkan karena belum ditemukan varietas yang tahan, gunakan insektisida. Insektisida diberikan sebelum ulat memasuki instar ketiga. Aplikasi insektisida didasarkan pada populasi hama, kerusakan daun, dan stadium peka hama. Insektisida yang dapat digunakan ialah Matador 25 EC, Atabron 50 EC, Dursban 20 EC, Monitor 200 LC, dan Ambush 2 EC. Dosisnya disesuaikan dengan petunjuk pada label kemasan.
 
Helicoverpa armigera Hbn, hama ini bersifat polifag sehingga dapat menyerang kedelai, kacang gude, jagung, dan sorgum. Helicoverpa armigera juga disebut ulat buah kapas atau ulat penggerek jagung. Ukuran tubuh ngengat betina lebih besar dibanding ngengat jantan. Masa prapeneluran 1-4 hari dan masa peletakan telur 2-5 hari. Ngengat betina mampu bertelur sampai 1.000 butir. Telur yang berbentuk bulat diletakkan secara tunggal pada permukaan bawah daun, kuncup dan bunga. Lama stadium telur 3-8 hari. Ulat ini terdiri dari enam instar dengan waktu 15-25 hari. Ulat yang baru menetas berwarna kekuningan kemudian bcrubah sesuai warna makanannya. Ukuran instar keenam dapat mencapai 25-42 mm. Kepompong dibentuk di dalam tanah dengan lama stadium kepompong 31-55 hari. Panjang kepompong mencapai 14-18 mm. Masa perkembangan telur hingga menjadi ngengat 31-55 hari.
Gejala Ulat ini memakan daun muda pada pucuk tanaman. Tanaman yang terserang biasanya tinggal tulang dan urat daunnya saja.
 
Beberapa cara untuk mengendalikan serangan hama ini adalah sebagai berikut. tanam secara serentak dalam satu hamparan, gunakan insektisida Decis 2,5 EC, Trebon 95 EC, Petroban 200 EC, Ambush 2 EC, dan Matador 25 EC. Dosisnya sesuai petunjuk pada label kemasan. Holotrichia spp. Hama ini juga dikenal dengan nama hama lundi. Holotrichia spp. bersifat polifag sehingga mampu menyerang padi gogo, jagung, sorgum, tebu, dan jenis kacang-kacangan. Telur diletakkan di dalam tanah pada kedalaman 5-20 cm dan sebagian besar pada kedalaman 5-8 cm. Telurnya berwarna putih, lonjong, dan berukuran 2-2,5 mm yang kemudian akan membesar menjadi 3-3,5 mm. Lama stadium telur 9-11 hari. Larva yang baru menetas memakan bahan organik, lalu bulu akar. Larva mengalami dua kali ganti kulit. Lama instar kesatu 13-19 hari, instar kedua 31-39 hari, dan instar ketiga 118-131 hari. Kepompong dibentuk di dalam tanah sedalam 30-150 cm. Lama stadium kepompong 15 hari. Kumbang betina lebih besar dibanding jantan dan keluar pada malam hari setelah hujan turun. Kumbang betina mampu bertelur hingga 30 butir.
 
Gejala Larva yang baru menetas memakan bulu akar dan bintil akar, sedangkan larva instar ketiga memakan akar tanaman sehingga tanaman menjadi layu lalu mati.
Beberapa cara untuk mengendalikan serangan hama ini adalah sebagai berikut. genangi lahan hingga tanahnya menjadi jenuh air, gunakan insektisida yang berbentuk granular seperti Furadan 3 G, Dharmafur 3 G, dan Petrofur 3 G. Dosisnya sesuai petunjuk pada label kemasan.
 
Odontotermes spp. Hama ini disebut rayap. Rayap ini bekerja sama dengan protozoa untuk menghancurkan selulose. Serangan rayap pada kacang tanah biasanya terjadi akhir musim hujan setelah panen jagung. Umumnya bekas bonggol jagung (akar dan sedikit batang) yang tersisa di lahan tidak sempat dibersihkan. Ini merupakan media perkembangan rayap dan menyerang kacang tanah yang baru tumbuh.
 
Gejala Kacang tanah yang baru tumbuh terdapat bekas gigitan. Daunnya rusak sehingga pertumbuhannya terhambat.
Beberapa cara untuk mengendalikan serangan rayap adalah sebagai berikut. buang sisa-sisa bonggol jagung dari lahan.gunakan insektisida bentuk granular seperti Dharmafur 3 G, Furadan 3 G, dan Petrofur 3 G. Penggunaannya dengan cara disebarkan dan diaduk dengan tanah di lahan yang diduga terserang rayap. Dosisnya sekitar 10-15 kg/ha.


Agus Hariyadi, Penyuluh Pertanian, e-mail : ahariyadi54@yahoo.com
Sumber : Meningkatkan Produksi Kacang Tanah, Dr. T. Adisarwanto