RSS
Syndicate content

Hama Pada Kacang Tanah

Pada tahun 2009 produksi kacang tanah mencapai 777.888 ton dengan rata-rata hasil nasional 12,49 ku per hektar. Penyebab rendahnya produktivitas antara lain adalah belum menguasai teknologi budidatya . Salah satu kegiatan dalam budidatya adalah pengendalian hama dan penyakit. Lahan yang bersih dari gulma dan sisa tanaman dan pengolahan tanah yang baik, akan dapat membantu menurunkan tingkat serangan hama. Dengan demikian pestisida jarang digunakan pada tanaman kacang tanah. Oleh karena itu kalau tidak diperluakan sekali, jangan gunakan pestisida untuk mengendalikan hama pada kacang tanah.
Betapa banyak hama yang sering menyerang tanaman kacang tanah. Berikut ini disampaikan beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang kacang tanah yaitu:
 

Lalat Kacang atau lalat Bibit (Ophiomya phaseoli)
Larva menggorek keeping biji yang baru muncul di atas tanah dan daun pertama. Larva kemudian menetaap pada pangkal batang membentuk pupa. Tanaman yang terserang pada umur 4-10 hari akan mati. Penyebabnya pangkal batang atau akar tersumbat sehingga tanaman kekurangan suplai air dan hara.
Penggunaan jerami padi sebagai penutup tanah dapat mengurangi populasi dan tingkat serangan lalat bibit ini. Pengendalian dengan penggunaan insektisida, seperti marshall 25 ST dan Furadan 3G, juga dapat menekan serangan hama ini. Pada daerah endemic, penyemprotan insektisida disarankan pada saat tanaman berumur 7-9 hari setelah berkecambah.

 

Hama Wereng Empoasca (Empoaska Flavescens).
Hama ini berupa wereng kecil berwarna hijau, mengisap cairan sel daun, sehingga bagian ujung daun berwarna kuning. Daun yang terserang selain menguning juga menjadi kaku dan nampak menebal . bila serangan berat tanaman menjadi kerdil dan daun mudanya rontok. Hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah Penurunan hasil kurang dari 10%. Kalau serangannya berat, seluruh tanaman pucuk daunnya berwarna kuning membentuk huruf V. Gejala tersebut biasanya disebabkan oleh Virus. Cara pengendaliannya dengan insektisida yang tersedia seperti Sevin 85 WP.

 

Hama Lundi
Lundi adalah bentuk larva dari serangga Coleoptera (bersayap keras). Lundi hidup di dalam tanah dan memakan polong muda sehingga menimbulkan polong berlobang, busuk kering, dan berwarna hitam. Cacing juga suka menyerang polong yang masih muda. Hama yang memakan akar, batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati. Cara pengendaliannya dengan menanam serempak, penyiangan intensif, tanaman terserang dicabut , rotasi tanaman dengan tanaman lain. Pemberantasannya dengan furadan aldrin.

 

Hama Tungau Tetranikus (Tetranychus sp)
Hama yang berwarna hijau atau kemerahan, menempel pada batang bagian pucuk dan menghisap cairan sel. Bentuknya kecil dengan panjang 0,5-1,0 mm, berkaki enam atau delapan dan tidak bersayap. Hama yang termasuk family tetranyhidae ini masuk ordo Acarina. Berkembang biaknya sangat cepat , terutama pada waktu cuaca kering dan panas. Gejala serangan pucuk batang dan daun muda menjadi kerdil, terkulai, daun menjadi kuning keputih-putihan dan mudah rontok. Namun bila populasi rendah kurang dari 5 tungau per tanaman, gejala serangan tidak Nampak. Tungau dapat diberantas dengan akarisida maupun insektisida, seperti Kelthane, Azodrin, Tamaron.

 

Hama Ulat grayak/ulat penggerek daun (Stopmopterix subsecivella)
Hama yang memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok, tetapi tidak memakan urat daun. Daun yang terserang menjadi berwarna putih karena daging daunnya telah termakan ulat. Pada siang hari, larva bersembunyi di dalam tanah.Cara pengendaliannya (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman, penggemburan tanah dapat digunakan untuk mengurangi intensitas serangan hama ini, selain pemanfaatan musuh alami. (2) penyemprotan insektisida lannate L, Azodrin 15 W5C.

 

Hama Ulat jengkal (Plusia chalcites)
Hama yang menyerang daun kacang tanah. Ulatnya berwarna hijau terang, bila berjalan melengkung tubuhnya seperti jari menjengkal. Ulat ini memakan daun muda sehingga tertinggal tulang-tulang daunnya saja. Penurunan hasil dari serangan yang berat dapat mencapai 50%, dikarenakan polong tidak berisi secara baik. Cara pengendaliannya dilakukan untuk ulat masih kecil (pada stadia instar II-III), dan saat kerusakan daun baru sediki, dengan menggunakan insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C, Lannate L Sevin 85 S, Karphos, atau bisa juga dengan Hostathion.

 

Hama kutu Aphis (Aphis craccivora dan aphis glycines)
Hama yang menghisap cairan sel, sehingga mengakibatkan tanaman kerdil.daun ini berupa kutu kecil dan bersayap. Termasuk famili Aphididae, ordo Homoptera. Cara penyerangannya dengan menghisap cairan sel, sehingga mengakibatkan tanaman kerdil, daun menjadi khlorosis (kekuningan ) dan berkerut permukaannya. Disamping itu menghisap cairan sel, aphis juga memasukan toxin terhadap daun, sehingga daunnya menjadi berkerut. Selain itu aphis juga menularkan virus belang ataupun virus kerdil. Pada musim kemarau aphis lebih banyak dibandingkan pada musim penghujan.Cara pengendaliannya (1) penanaman serempak, dan membuang tanman inang sebelum bertanam kacang tanah. Tanaman inang aphis terutama pada jenis kacang-kacangan.

 

Hama Kumbang daun
Hama yang memakan daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Cara pengendaliannya (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan Agnotion 50 EC, Azodrin http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_tanah15 W5C, Diazeno 60 EC.
Penulis: Yulia Tri Sedyowati
Email : yuliatrisedyowati@yahoo.co.id
Sumber:
1.J.Rachman Hidayat Sunnendar Kartaatmadja, Sri Astuti Rais, 1999.Teknik Produksi Benih Kacang
Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian.Bogor
2.Purnomo, Heni Purnamawati, Budidaya 8 jenis tanaman pangan unggul,2007, Jakarta.