RSS
Syndicate content

HAMA DAN PENYAKIT MAWAR

Sumber Gambar: Kutu Daun Dok. Wuryan’S weblog
Pengendalian hama dan penyakit Tanaman Bunga mawar sangatlah prioritas, ini disebabkan karena harapan tanaman tumbuh prima sehingga diharapan produk dapat maksimal. Mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya perlindungan tanaman secara terpadu. Penting dalam PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yaitu untuk melakukan pengendalian dan mengenal Organisme Pengganggu Tanaman yang menyerang, gejala serangan, cara penyebaran dan faktor-faktor perkembangan orgsanisme pengganggu tanaman. Tujuan untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, kepastian keberhasilan panen, mutu produk yang tinggi dan aman untuk dikomsumsi, diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis.
Organisme Pengganggu Tanaman yang perlu diperhatikan Bunga Mawar antara lain:
Beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman bunga mawar serta pengendaliannya:
1. Thrips (Thaeniothrips sp.)
Hama ini menyerang hingga intensitas 45 % pada daun muda dan bunga yang lagi mekar. Thrips mulai menyerang sejak awal penanaman hingga mawar berbunga. Hama tersebut ditemukan pada celah-celah antar daun dan juga pada daun yang masih menguncup. Awal serangan ditandai dengan adanya bekas gigitan pada permukaan daun menjadi keabu-abuan dan akhirnya berubah menjadi kecoklatan bila serangan sudah lanjut. Sebagai tindakan awal pengendalian dapat digunakan kertas berperekat warna kuning. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif dimetoat, diafentiuron atau Lannate 25 WP sesuai dengan dosis anjuran.
2. Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn., Aphids)
Kutu daun ini berwarna hijau menyerang tanaman dengan cara menempel dan mengisap cairan pada bagian pucuk daun, ranting dan kuncup bunga. Gejala yang ditimbulkan: tanaman pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut dan hidup jadi gak ormal. Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2,5 EC atau Buldok 25 EC, Confidor 200 LC, Curacron 500 EC, Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.
3. Tungau (Tetranychus telarius)
Tungau mirip laba-laba, sangat kecil ± 0,3 mm, berwarna merah/hijau/kuning. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas, serta sirkulasi udara kurang baik. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman, pada bagian daun/pucuk, sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan.Pengendalian:disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin
4. Penyakit bercak daun (Xanthomonas sp).
Penyakit bercak daun merupakan masalah utama pada pertanaman mawar yang tidak diberi naungan atau rumah kaca plastik penyakit ini yang disebabkan oleh Diploicarpon rosae. Dengan intensitas serangan antara 15 - 17 %. Penyakit disebut dengan penyakit gugur daun, penyakit tersebut umumnya menyerang pada musim hujan. Pencegahan dapat dilakukan dengan menyemprotkan Doconil 75 WP.
5. Penyakit Kangker
Penyakit ini menyerang pada kulit batang. Gejala serangan terjadi infeksi pada kulit tampak seperti goresan coklat muda lalu menjadi tua, kemudian mengeriring dan cekung serta mati. Pengendaliannya dengan menggunakan fungisida Ditane M-45.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman sebaiknya dilakukan secara menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis berprinsif PTT antara lain adalah:
a. Kultur Teknis; penggunaan benih sehat, pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang sesuai dengan dosis anjuran, pengelolaan air dengan baik dan pergilirang tanaman.
b. Mekanis; dari hasil pengamatan bila sudah ada gejala serangan yang tidak terlalu berat dilakukan pengumpulan telur, larva dan imago untuk dimusnakan, bila serangan sudah mula berat maka tanaman harus dibongkar dan dimusnakan agar tidak menjalar ke tanaman yang lainnya.
c. Secara biologi; memanfaatkan musuh alami seperti parasitoid telur, pupa, patogen serangga dan cendawan antagonis
d. Secara kimiawi; pengendalian pestisida kimiawi sebaiknya digunakan sebagai alternatif terakhir yang perlu memperhatikan antara lain tepat mutu, jenis, sasaran, dosis, cara dan waktu.
Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor
Sumber: Bacaan Ditjen Horti, rawabelong.com ; komunitas bunga, tanaman hias dan ikan hias rawabelong, http://rawabelong.com