RSS
Syndicate content

Gulma pada Tanaman Kacang Hijau

Sumber Gambar: www.google.go.id
Tingkat produksi kacang hijau secara kuantitas maupun kualitas sangat dipengaruhi oleh keberadaan gulma, hama, maupun penyakit. Untuk itu, pengendalian perlu dilakukan secara dini.

Gulma


Gulma atau tanaman pengganggu dapat mengurangi kualitas dan kuantitas produksi tanaman kacang hijau. Dalam hal ini, gulma menjadi pesaing dalam pengambilan unsur hara dan sinar matahari. Selain itu, gulma dapat menjadi tanaman inang hama dan penyakit.

 

Kerugian yang ditimbulkan oleh gulma sangat bervanasi, tergantung komposisi populasi dan jenisnya. Untuk memperoleh hasil yang baik, tanaman kacang hijau harus bebas dan gulma sejak tanam sampai panen.


Pada awal pertumbuhan, kacang hijau hams benar-benar bebas dari gulma karena daya saingnya masih lemah. Pada fase pertumbuhan selanjutnya, kacang hijau dapat menekan pertumbuhan gulma, terutama bila telah menutupi tanah.


Berikut ini adalah macam gulma yang banyak tumbuh pada pertanaman kacang-kacangan pada umumnya.


1. Gramineae: Eleusine indica, Cynodon dactylon, Setaria harbata, Panecum listecen, Eragrotis unihides, dan Asconopus compressus


2. Cyperaceae: Cyperus rotundus.


3. Rumput berdaun lebar: Ageratum conyzoides, Boreira latifolia, Commelina nudiflora, Eleutheranthera ruderalis, Mimosa invisa, Drymaria hirsuta, Boreira leavis, dan Ageratum maxicanum.


Penggunaan herbisida pada kacang hijau belum tersedia data secara detail sehingga masih diperlukan penelitian lebih mendalam. Penggunaan herbisida di tingkat petani belum dilakukan, minimal untuk sebagian besar wilayah (petani), Beberapa penyebabnya antara lain 1) harganya tidak terjangkau oleh petani, 2) tidak tersedia di lokasi/wilayah/areal pertanaman, 3) kurang pengetahuan penggunaan herbisida, dan 4) mungkin kurang menguntungkan. Sebagai gantinya, petani cukup menyiang secara mekal Penyiangan biasanya cukup dua kali, yaitu pada umur sekitar 20 HST dan menjelang/awal berbunga, sekitar 35 HST. Penyiangan jangan dilakukan pada saat tanah terlalu basah karena dapat merusak struktur tanah.

 

Sumber : Bertanam Kacang Hijau / Soeprapto H.S