RSS
Syndicate content

Gejala Kekurangan/Kelebihan Unsur hara Magnesium dan Besi dalam Tanah pada Tanaman Kedele

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Kekurangan atau kelebihan unsur hara dalam tanah dapat mengganggu pertumbuhan kedele. Beberapa unsur hara yang penting berupa kalium dan kasium dapat mempengaruhi pertumbuhan kedele apabila ketersediaannya dalam tanah tidak seimbang.

1. Magnesium
Magnesium merupakan bagian dari klorofil, pektih dan fitin. Magnesium adalah unsur mobil dan sebagian besar larut dalam cairan sel.
Gejala kekurangan magnesium ditandai mula-mula timbul pada daun tua dengan gejala klorosis interveinal. Warna klorosis dimulai pada pinggir daun yang berangsur angsur masuk ke dalam dengan tulang-tulang daun tetap hijau.

Dalam keadaan kekurangan magnesium yang berat daun gugur muda, pertumbuhan terhambat dan produksi rendah. Kekurangan magnesium dapat diatasi dengan :
- pemupukan melalui tanah dan daun dengan garam magnesium, seperti Kiserit (MgS04).
- Dapat digunakan 0,5 MgS04 untuk menyemprot tanaman.
- Pada tanah masam, pupuk organik dan dolomit dapat digunakan.

2. B e s i
Kekurangan besi
Besi berperan sebagai katalis dalam tanaman dan berperan dalam berbagai proses redoks, seperti respirasi, fotosintesis, dan reduksi nitrat. Besi juga penting dalam pembentukan klorofil. Dalam tanah banyak terdapat unsur besi,hanya ketersediaannya pada tanah sangat rendah. Pada tanah berkapur dan berkadar fosfat tinggi, dapat timbul kekurangan besi,karena dalam keadaan demikian besi mengendap.

Di samping kekurangan besi karena difiksasi oleh tanah, kekurangan dapat timbul karena kadar kapur, mangan, dan tembaga yang tinggi dalam tanaman. Keadaan ini disebut kekurangan besi fisologis.

Kekurangan besi pada tanaman ditandai oleh :
- daunnya kecil-kecil, berwarna kuning pucat, seringkali berubah hampir putih.
- pada klorotik parah, warna hijau pada tulang-tulang daun yang halus hilang.
- pada klorosis interveinal, terdapat batas yang jelas di mana tulang daun tetap hijau, sedangkan di antara tulang daun-daun berwarna hijau pucat atau kuning.
Kekurangan besi dapat diatasi dengan penyemprotan Fe-khelat, seperti Fe-EDTA terutama pada waktu tingkat kekurangannya masih ringan.

Keracunan besi

Pada umumnya besi yang larut dalam tanah sangat rendah dibandingkan dengan kadar besi total. Namun pada tanah tergenang seperti sawah Fe^ + (feri) direduksi menjadi Fe + ( fero ) sehingga besi yang larut meningkat. Kelarutan besi yang tinggi dapat menimbulkan keracunan yang sering dialami oleh padi sawah dan kedele yang ditanam setelah padi sawah di mana tanahnya masih terlalu basah.

Keracunan besi dapat menghambat berbagai kegiatan seperti respirasi, fotosintesa,reduksi nitrat dan sintensisklorofil.
Tanaman kedele yang mengalami keracunan besi pada umumnya :
- tumbuhnya terhambat, disertai adanya bercak-bercak coklat tua pada daun,
- dalam keadaan parah, daun berwarna kecoklatan dan terjadi nekrosis pada tepi daun, akhirnya daun berbentuk seperti mangkuk
keracunan besi dapat diatasi dengan cara membuat parit-parit/saluran air di sekeliling petakan atau dibuat guludan untuk pertanaman kedele.

sumber: Badan Pendidikan dan Latihan Pertanian. 1991. Budidaya dan Pengolahan Hasil Kedele. Jakarta: Departemen Pertanian