RSS
Syndicate content

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN USAHA

Sumber Gambar: google.com
Sekalipun studi kelayakan sudah dilakukan dengan sungguh, setiap usaha yang dijalankan tidak menjamin 100 persen bahwa bisnis tersebut akan berhasil. Ada beberapa hal yang menyebabkan usaha tersebut mengalami kegagalan. Kegagalan ini dapat dimulai dari kesalahan si peneliti dalam melakukan perhitungan sampai kepada faktor-faktor yang memang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Pada akhirnya kegagalan ini akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan.
Resiko kerugian yang timbul di masa yang akan datang disebabkan karena di masa yang akan datang penuh dengan berbagai ketidakpastian. Yang paling penting di sini untuk diperhatikan adalah memprediksi resiko yang bakal terjadi nantinya.
Secara umum, faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan terhadap hasil yang dicapai sekalipun telah dilakukan studi kelayakan usaha secara benar dan sempurna antara lain data dan informasi yang tidak lengkap, ketidaktelitian, kesalahan perhitungan, kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan, kondisi lingkungan, dan unsur kesengajaan.
Pada saat melakukan penelitian, data dan informasi yang disajikan kurang lengkap sehingga hal-hal yang seharusnya menjadi penilaian tidak ada. Kemudian, dapat pula data atau informasi yang diperoleh tidak dapat dipercaya atau tidak valid. Oleh karena itu, sebelum melakukan studi kelayakan sebaiknya kumpulkan data dan informasi selengkap mungkin melalui berbagai sumber yang ada yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan kebenaran datanya.
Kegagalan dapat pula disebabkan karena orang yang melakukan studi tidak teliti dalam melakukan penelitian terhadap dokumen yang ada. Oleh karena itu, dalam hal ini, tim studi kelayakan usaha perlu melatih atau mencari tenaga yang benar-benar ahli di bidangnya. Dengan demikian, faktor ketelitian ini menjadi jaminan. Kecerobohan sekecil apapun akan sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian dan terutama terhadap usaha yang kelak akan dijalankan.
Kesalahan dapat pula diakibatkan karena terdapat kesalahan perhitungan. Misalnya, dalam hal menggunakan rumus atau cara menghitung sehingga hasil yang dikeluarkan tidak akurat. Dalam hal ini juga perlu disikapi untuk menyediakan tenaga ahli yang andal di bidangnya.
Para pelaksana bisnis sangat memegang peranan penting dalam keberhasilan menjalankan bisnis tersebut. Apabila para pelaksana lapangan tidak mengerjakan proyek secara benar atau tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, maka kemungkinan bisnis tersebut mengalami kegagalan.
Kegagalan lainnya adalah adanya unsur-unsur yang terjadi yang memang tidak dapat kita kendalikan. Artinya, pada saat melakukan penelitian dan pengukuran semuanya sudah selesai dengan tepat dan benar. Namun, dalam perjalanan akibat terjadinya perubahan lingkungan akhirnya berimbas pada hasil penelitian dalam studi kelayakan usaha. Perubahan lingkungan mencakup perubahan ekonomi, politik, hukum, sosial, perilaku masyarakat, dan bencana alam.
Kesalahan yang sangat fatal terjadi jika terdapat faktor kesengajaan untuk berbuat kesalahan. Artinya, peneliti sengaja membuat kesalahan yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dengan berbagai sebab. Para pelaksana di lapangan juga melakukan perbuatan yang tercela sehingga menyebabkan suatu usaha mengalami kegagalan.
Untuk memperkecil resiko kegagalan usaha, beberapa usaha penting dapat dilakukan. Peneliti harus mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan selengkap mungkin baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Pengumpulan data dan informasi dapat diperoleh dari berbagai sumber yang dapat dipercaya. Pengumpulan data dapat diperoleh melalui data primer maupun data sekunder dengan berbagai metode.
Setelah data dan informasi yang dibutuhkan terkumpul, peneliti melakukan pengolahan data dan informasi tersebut. Pengolahan data dapat dilakukan secara benar dan akurat dengan metode dan ukuran yang telah lazim digunakan untuk bisnis. Pengolahan ini dilakukan dengan teliti dan harus diperiksa ulang untuk memastikan kebenaran perhitungan yang telah dibuat sebelumnya.
Setelah data diolah, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menganalisis data. Analisis data dilakukan dalam rangka menentukan kriteria kelayakan. Kelayakan bisnis ditentukan dari kriteria yang telah memenuhi syarat sesuai dengan kriteria yang layak digunakan. Setiap jenis usaha memiliki kriteria tersendiri untuk dikatakan layak atau tidak layak untuk dijalankan.
Apabila telah diukur dengan kriteria tertentu dan telah diperoleh hasil dari pengukran, maka langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil yang telah didapatkan. Mengambil keputusan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan apakah layak atau tidak layak sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya. Jika tidak layak sebaiknya usaha tersebut dibatalkan.
Langkah terakhir adalah pemberian rekomendasi kepada pihak-pihak tertentu terhadap laporan studi yang telah disusun. Dalam memberikan rekomendasi diberikan juga saran-saran serta perbaikan yang diperlukan. Jika memang masih dibutuhkan baik kelengkapan maupun persyaratan lainnya.
Jika studi kelayakan telah disiapkan dan dilakukan secara benar, paling tidak setiap resiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan. Tujuan dan sasaran yang diinginkan pun dapat tercapai. Dengan demikian, usaha yang dijalankan dapat memberikan berbagai keuntungan atau manfaat baik bagi perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat luas.
(Ir. Amirudin Aidin Beng, M.M. Sumber: Dr. Kasmir, S.E., M.E.: Studi Kelayakan Bisnis Ed. 2)