RSS
Syndicate content

DISKRIPSI BROKOLI HIBRIDA PARIETAS LUCKY

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Broccoli berasal dari bahasa Italia broco yang berarti "tunas". Brokoli tergolong ke dalam keluarga kubis-kubisan dan termasuk sayuran yang tidak tahan terhadap udara panas. Brokoli sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.

Bentuk tanaman ini secara selintas mirip kubis bunga. Bedanya, bunga brokoli berwarna hijau dan masa tumbuhnya lebih lama dari kubis bunga. Hanya saja kepala bunganya tersusun dari kuntum-kuntum bunga dan tangkainya berdaging tebal. Tergantung varietasn,ya, warna kepala bunga ada empat macam, yaitu hijau, ungu, putih, dan hijau muda. Pada ketiak daun timbul juga kepala bunga yang lebih kecil dan akan keluar bila kepala bunga utama telah dipangkas atau dipanen.

Kepala bunga utama dan samping serta tangkai berdaging tebal merupakan bagian-bagian yang biasa digunakan atau dimakan. Setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak.

Panen bunga brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya telah mekar, tangkai bunganya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning.

Sayuran ini, juga tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Jika hal ini terjadi, tanaman brokoli menjadi kekuning-kuningan dan jika membusuk warnanya berbintik-bintik hitam.

Sayuran ini banyak mengandung vitamin A, vitamin C, dan beberapa mineral seperti thiamin, niasin, kalsium, dan zat besi dalam jumlah yang cukup memadai.

Dalam rangka meningkatkan produksi konsumsi dan perdagangan brokloli, varietas unggul mempunyai peranan penting. Brokoli hibrida Lucky memliki keunggulan produktivvitas tinggi, memiliki tunas samping sedikit, rasa bunga renyah, waktu tunda panen lebih lama, beradaptasi dengan baik didatara tinggi pada musim kemarau. Diskrepsi brokoli seperti terlihat pada uraian berukut ;

1. Asal                                 : Bejo Zaden B.V.,Holland, Belanda
2. Silsilah                            : S0308 (F) XB0308 (M)
3. Golongan varietas        : Hibrida silang tunggal
4. Umur mulai berbunga : ± 35 hari setelah tanam
5. Umur mulai panen       : ± 48 hari setelah tanam
6. Umur akhir panen         : ± 59 hari setelah tanam
7. Bentuk daun                   : Ellip berlekuk
8. Ukuran daun                  : Panjang ± 45 cm, lebar ± 25 cm
9. Warna daun                   : Hijau kebiru-biruan
10. Ukuran tanaman        : Tinggi ± 58,5 cm, diameter ± 90,0 cm
11. Bentuk bunga              : Kubah (dome)
12. Ukuran bunga             : Tinggi ± 56,5 cm, lebar ± 13,7 cm
13. Warma bunga              : Hijau kebiru-biruan
14. Warna tangkai bunga : Hijau keputih-putihan
15. Kepadatan bunga        : Padat
16. Rasa bunga                  : Renyah
17. Berat bunga                   : ± 586 g
18. Berat 1.000 biji              : ± 5,7 g
19. Hasil bunga                   : ± 17,3 ton/ha
20. Daya simpan bunga Suhu kamar : 1 - 2 hari setelah panen
21. Keterangan : Beradaptasi dengan baik didataran tinggi dengan altitude 1.200 - 1.350 m dpl pada musim kemarau


ditulis oleh Dalmadi
sumber : Ditjen Horti
www.deptan.go.id/bdd/admin/file/SK-11-07
www.blogsehat.com/2010/08/03/