RSS
Syndicate content

Daerah yang Cocok untuk Pengembangan Padi Gogo

Setiap jenis tanaman mempunyai adaptasi tertentu pada daerah yang berhubungan dengan kesuburan tanahnya, penyediaan air, kemiringan tanah dll yang keseluruhannya akan mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman itu. Begitu juga padi gogo secara garis besar cocok dikembangkan di wilayah ; a) daerah datar/bantaran sungai, b) kawasan perbukitan daerah aliran sungai, dan c) tanaman tumpang sari, tanaman perkebunan dan hutan industri muda, secara rinci akan dijelaskan di bawah ini:


a) Daerah datar/bantaran sungai
Padi gogo lebih baik pertumbuhannya dan perkembangannya didaerah kering yang datar dan subur dibandingkan daerah kering lainnya yang terjal atau miring. Hal ini dikarenakan daerah kering yang datar umumnya drainase air lebih baik dibandingkan daerah miring atau terjal. Karena di daerah datar pada musim hujan airnya akan mengalir dan tertampung oleh tanah secara baik dan berjalan dengan berlahan-lahan, sedangkan di daerah terjal atau miring pada musim hujan airnya akan mengalir dengan deras. Untuk menahan air hujan. Daerah miring memerlukan pembuatan teresering yang memerlukan tenaga dan biaya lebih besar.


Dibantaran sungai pada umumnya mempunyai kesuburan tanah yang lebih baik dibandingkan lahan kering lainnya. Oleh karena itu para petani dapat menanam padi gogo di daerah sepanjang bantaran sungai. Selain bantaran sungai tanahnya lebih subur dari daerah lain. Bila musim hujan tidak tepat atau terjadi pergeseran maka para petani dapat menyedot atau menyiram tanaman padi gogo dari air yang tersedia di sungai. Dari segi jarak dari air tidak terlalu jauh, maka bila para petani yang mengusahakan padi gogo yang berada di bantaran sungai dapat bekerja sama dengan baik sesama petani, untuk membeli pompa air bersama-sama biaya relatif ringan. Pada waktu musim kemarau atau musim hujan bergeser maka para petani dapat menggunakan pompa air tersebut untuk mengairi padi gogonya air sungai tersebut.

 


b) Kawasan perbukitan daerah aliran sungai
Untuk daerah lahan kering perbukitan yang kemiringannya di atas 15% masih dapat dilakukan penanaman padi gogo hanya saja sebelum dilakukan pengolahan tanahnya terlebih dahulu dilakukan pembuatan teresering biasa atau permanent. Teresering biasa menggunakan alur dari pada kemiringan tanah yang dapat menahan aliran air pada musim hujan yang akan menghanyutkan unsur hara dan mengganggu pertumbuhan tanaman padi gogo. Sedangkan teresering tetap dapat menanam tanaman yang berupa pagar, sehingga dapat menahan aliran air pada musim hujan. Misalnya tanaman lamtoro, kaliandra dll yang daunnya atau batangnya dipangkas bila sudah terlalu rindang agar sinar matahari yang dibutuhkan tanaman padi gogo tidak terhambat.

c) Padi gogo sebagai tanaman tumpang sari
Secara tradisional para petani menanam padi gogo dengan tumpang sari baik dengan tanaman semusim seperti jagung, kacang tanah, kacang kedelai dal lainnya. Selain itu juga tanaman tahunan seperti tanaman kelapa, tanaman karet dll. Pada umumnya jika padi gogo di tumpang sari dengan tanaman semusim dilakukan penanamannya bersama-sama dan panennya juga akan bersamaan. Sedangkan bila di tumpang sari dengan tanaman keras/tahunan, maka tanaman padi gogo hanya dapat di tumpang dengan sari pada tanaman keras sampai berumur 2 sampai 3 tahun. Karena bila di atas umur 3 tahun tanaman keras sudah rindang sehingga kebutuhan matahari dan air hujan sudah tidak dapat terpenuhi lagi untuk padi gogo.


Oleh: Oleh: Dr.H.Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian Pusat
Sumber : Balai Besar Penelitian Tanaman padi, 2008, Padi Gogo, Deptan
Badan Litbang, 2008, Padi Gogo, Reptan