RSS
Syndicate content

Cara Pengeringan Kacang Kedelai

Sumber Gambar: http://engineering.puragroup.com
Alat Pengering Kedelai Brangkasan
Supaya diperoleh kedelai brangkasan yang baik,segera dijemur setelah sampai di tempat tujuan. Jika itu tidak memungkinkan, kedelai brangkasan dihamparkan dengan ketebalan setipis mungkin di atas tikar, anyaman bambu, atau plastik. Kedelai brangkasan yang telah ditumpuk setinggi 1m dalam udara lembab, baru kemudian dijemur, menghasilkan banyak biji berjamur dan berkecambah. Kacang kedelai brangkasan dapat segera dikeringkan dengan penjemuran atau pengering buatan. Pengeringan kedelai brangkasan untuk memudahkan proses pembijian. Sedangkan pengeringan biji dilakukan untuk tujuan perdagangan atau penyimpanan dalam kadar air rendah,sehingga diperoleh kacang kedelai yang berkualitas baik.
 
Penjemuran
Jika penjemuran tidak tersedia, kedelai brangkasan yang telah panen dapat dijemur di lahan, kemudian dibijikan di lahan. Penjemuran itu dilakukan dengan membalikkan kelompok batang menghadap ke bawah. Dengan cara ini diharapkan kulit biji kedelai tetap tegang karena cairan tanaman mengalir masuk dari batang,sehingga kualitas kedelai tetap baik.
Tapi jika diangkut ke rumah, kedelai brangkasan dapat dijemur di atas kertas semen, anyaman bambu, lembaran plastik atau alas lain. Alas penjemuran mencegah tercampurnya kotoran atau jasad renik. Yang perlu diperhatikan dalam pengeringan ini adalah ketebalan penjemuran dan pembalikan,sehingga kualitas kacang kedelai tetap baik. Sebaiknya brangkasan dijemur dengan ketebalan 20cm, dionggrong dan dibalik setiap 2jam, sampai kadar air biji sekitar 17% bb yang ditandai dengan polong yang sangat mudah pecah bila ditekan dengan jari. Kadar air sebesar itu dicapai sekitar 1-2 hari penjemuran bila cuaca baik ,tapi jika cuaca kurang baik penjemuran bisa mencapai 2 - 3 hari.
 
Untuk pengeringan biji dalam tujuan perdagangan, kadar air harus mencapai 13% bb, sedangkan untuk tujuan penyimpanan, sebaiknya biji dikeringkan sampai kadar air 9%. Alas seng tidak dianjurkan dalam penjemuran karena suhu seng yang terlalu tinggi dapat merusak biji kedelai. Dengan tebal hamparan sekitar 4-5cm dan pembalikan setiap 2jam, pengeringan selesai dalam waktu 2 hari jika cuaca keadaannya baik.
Biji kacang kedelai yang sudah berkadar air rendah (kurang dari 9%), harus tertutup rapat dalam kemasan kedap udara seperti kantung plastik, kotak kayu, kaleng, dan silo pada malam hari atau bila cuaca buruk. Biji tersebut kemudian dijemur kembali bila cuaca baik, dengan cara ini, kadar air 7% bb dapat dicapai dalam 5 hari penjemuran.Metode ini boleh dilakukan bila kadar air kedelai telah mencapai 14% bb,sehingga mutu biji kacang kedelai tetap baik.
 
Pengeringan Buatan
Sungguhpun belum banyak digunakan petani, alat pengering buatan meningkatkan mutu kedelai. Dengan alat itu, suhu lama, dan kecepatan pengeringan dapat diatur sesuai dengan sifat fisik biji kedelai yang dikeringkan,sehingga diperoleh kedelai yang baik.
 
Alat pengering yang dirancang untuk gabah, dengan pengaturan suhu dan aliran udaranya, dapat juga dipakai untuk pengeringan kedelai. Untuk menghasilkan rancangan dan alat operasi pengering yang tepat, karakteristik pengeringannya harus diketahui . Di samping itu tersedianya data sifat thermal biji kedelai juga sangat berguna dalam optimasi proses pengeringan kedelai,sehingga diperoleh biji kedelai yang baik. Beberapa tipe alat pengering yang dapat digunakan adalah pengering tipe rak, pengering serbaguna "ABC", dan pengeringan tipe kotak. Selain itu pengasapan dengan para-para dapat pula digunakan untuk pengeringan biji kacang kedelai.
 
Untuk mendapatkan mutu kedelai yang baik, alat pengering kedelai brangkasan tipe rak disinergikan dengan unit penjualan jasa pengeringan (yang mampu memasok udara pengering suhu 65-75°C, pada laju aliran udara 1172m³/jam). Dengan demikian biaya investasi pembuatan unit energi pengering dapat dikurangi melalui pendayagunaan dudukan mesin perontok kedelai/jagung yang sudah membudaya di tingkat petani.
Penulis :` Ibrahim, Saragih / Penyuluh Pertanian ,email. sr_ibrahim@yahoo.com
Sumber : - Pusat Penelitian Tanaman Pangan Badan Litbang, 2007, Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangan, Bogor
- Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang, 2007, Panduan Umum Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai, Jakarta