RSS
Syndicate content

Cara Bertanam Tanpa Olah Tanah

Sumber Gambar: http://www.google.co.id
Pelaksanaan penanaman padi di sawah tanpa olah tanah ini sebenarnya tidak rumit seperti yang diduga banyak orang. Petani padi yang biasa melakukan penanaman di sawah tentu tidak akan kesulitan melakukannya. Perbedaan utama bertanam padi sawah tanpa olah tanah dengan bertanam padi sawah biasa hanya pada cara persiapan lahannya. Boleh dikatakan sistem tanpa olah tanah ini memungkinkan petani lebih santai dan lebih "bermartabat" dalam melakukan penanaman.

Untuk lebih jelasnya jadwal bertanam padi sawah TOT tanam pindah sesuai langkah-langkah berikut.
1) Siapkan persemaian seminggu sebelum penyemprotan herbisida.
2) Petakan sawah dikeringkan dengan mengeluarkan airnya. Gulma yang tumbuh atau siriggang disemprot dengan herbisida pasca tumbuh
3) Air dimasukkan 5-7 hari kemudian. Ketinggiannya dijaga kira-kira 2-5 cm. Air dibiarkan selama 5-7 hari agar tanah cukup lunak. Tiga hari sebelum penggenangan berakhir, semprotkan herbisida pra tumbuh ke air genangan.
4) Setelah genangan dikeringkan, bibit hasil semaian yang telah berumur 21 hari ditanam diantara barisan tanaman sebelumnya. Bila tanah masih agak keras pembuatan lubang tanam dapat dibantu dengan tugal. Gulma atau sisa tanaman sebelumnya yang sudah membusuk dibiarkan menjadi mulsa. Jika mengganggu penanaman mulsa tersebut dapat dibenamkan. Penanaman dapat dilakukan pada jalur sebelumnya atau jalur baru.
5) Pemupukan, pengairan, penyiangan, dan pengendalian hama penyakit (PHT) dilakukan seperti biasa atau sesuai anjuran penyuluh pertanian setempat. Biasanya jika penyemprotan herbisida pasca tumbuh dan pra tumbuh dilakukan dengan baik maka penyiangan tak perlu dilakukan lagi.
6) Setelah berumur 80-10 hari tanaman padi pun siap panen. Lakukan pemotongan batang 20 cm di atas tanah. Sisa tanaman jangan dibakar. Biarkan sawah bera selama 2-3 minggu sebelum disemprot lagi dengan herbisida untuk penanaman berikutnya.
7) Urutan kegiatan yang sarna dapat dilakukan untuk musim tanam berikutnya.

Catatan:
Jadwal penanaman di atas merupakan sistem TOT yang dilakukan secara umum dengan melakukan tanam pindah (transplantiag) atau penanaman dengan persemaian terlebih dahulu. Cara ini hanya sedikit berbeda dengan TOT sistem tabela atau tanam benih langsung. Adapun untuk sitem, TOT dengan tabela, penebaran benih atau peletakan benih dalam alur dilakukan pada langkah ke-4. Urutan langkah dan cara-caranya sama saja dengan langkah-langkah yang diuraikan di atas. Sistem tabela tergolong cara yang amat praktis. Akan tetapi sitem ini masih jarang dilakukan petani. Sesuai penanaman, urutan kegiatan yang sama dapat dilakukan jika kita ingin bertanam padi kembali. Namun, bisa saja faktor air menjadi penghambat. Apalagi bila irigasi tak tersedia atau tidak mencukupi. Jika hal ini terjadi maka dianjurkan agar lahan ditanami palawija dengan sistem tanpa olah tanah juga.


( sumber : Bertanam padi sawah tanpa olah tanah/ Prof. Dr. Muhajir Utomo, Ir. Nazaruddin)