RSS
Syndicate content

Bercocok Tanam Rambutan (Nephelium sp)

Rambutan termasuk keluarga Sapindaceae, merupakan tanaman buah-buahan tropis basah asli Indonesia, oleh karena itu tanaman rambutan akan tumbuh dan berkembang dengan baik dalam kondisi alam tropis. Namun saat ini telah menyebar luas di negara-negara beriklim tropis, apalagi dengan kemajuan teknologi yaitu diciptakannya "rumah kaca" maka tanaman rambutan dapat ditemui juga di daratan yang beriklim subtropis.
Terdapat berbagai jenis rambutan, dimana tiap jenisnya memiliki ciri, rasa, kemampuan berbuah, dan daya tahan yang berbeda-beda. Dari sekitar 30 lebih jenis kultivar rambutan yang terdapat di Indonesia, hanya beberapa jenis saja yang disukai orang untuk dimakan.Varietas rambutan yang banyak disukai orang, banyak dibudidayakan, dan memiliki nilai ekonomis relative tinggi, antara lain rambutan rapiah, rambutan aceh lebak bulus, rambutan simacan, rambutan binjai,dan rambutan sinyonya.
Agar diperoleh hasil produksi yang baik, perlu diketahui persyaratan tumbuh tanaman rambutan. Beberapa kondisi ekologis yang perlu dipenuhi untuk tanaman rambutan adalah sebagai berikut:
Letak Ketinggian Tempat Tumbuh Rambutan
Pada umumnya rambutan dapat tumbuh di dataran rendah pada ketinggian antara 30-500 meter di atas permukaan laut. Apabila ditanam pada dataran dengan ketinggian kurang dari 30 meter dari permukaan laut, rambutan dapat tumbuh, namun pertumbuhannya tidak begitu baik.
Tanah
Rambutan tumbuh baik pada tanah yang subur dan gembur serta mengandung sedikit pasir. Namun demikian rambutan mampu tumbuh dan berkembang pada segala tipe tanah, di tanah yang liat dan sedikit berpasir, bahkan di tanah liat sekalipun, rambutan dapat tumbuh dengan baik asalkan tanah tersebut mengandung bahan organik. Tanaman rambutan tidak tahan hidup pada tanah dengan keadaan air tanah yang dangkal dan menggenang. Oleh karena itu perlu dijaga kelembaban tanah dengan cara melakukan system pengairan yang baik. Kedalaman air tanah yang ideal untuk tanaman rambutan adalah antara 100-150 cm dari permukaan tanah.
Iklim
Tanaman rambutan hanya tumbuh baik di dataran rendah dan sedang, maka faktor iklim sangat mempengaruhi tanaman ini. Curah hujan yang cocok untuk tanaman rambutan berkisar antara 1.500 - 2.500 mm dan merata sepanjang tahun. Pada waktu musim berbunga, rambutan membutuhkan 3 bulan kering (kemarau). Musim kering yang melebihi dari 4 bulan akan mengakibatkan bunga yang baru terbentuk gugur dan apabila bisa menjadi buah, akan tumbuh tidak sempurna (kempes). Sebaliknya apabila pada waktu musim berbunga terjadi hujan terus menerus, ini akan mengakibatkan kegagalan berbuah. Musim berbunga rambutan biasanya terjadi pada waktu musim kemarau, yaitu sekitar bulan Juli sampai September. Sedangkan musim berbuahnya terjadi antara bulan November sampai Februari, bersamaan musim penghujan.
Penanaman
Dalam penanaman rambutan perlu diperhatikan kaidah-kaidah tertentu agar diperoleh hasil produksi yang berimbang dengan modal yang telah ditanamkan. Hal yang perlu dilakukan dalam penanaman rambutan adalah (a) persiapan lahan dan (b) pembuatan lubang tanam.
(a) Persiapan lahan
Dalam mempersiapkan lahan, salah satu syarat penting untuk kebun buah-buahan adalah kondisi tanah yang subur. Sebenarnya pada tanah yang kurang subur masih mampu memberikan hasil produksi yang memuaskan. Tentu saja hal ini memerlukan biaya yang tinggi, terutama untuk menyuburkan tanah. Bila akan membuka kebun rambutan, hendaknya dihindari daerah dengan kondisi tanah yang terlampau liat dan tidak memiliki sirkulasi yang baik. Pada daerah yang berbukit-bukit, namun kondisi tanahnya subur dapat pula dibuka kebun rambutan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian-bagian yang curam. Sebaiknya tanah untuk kebun dikerjakan seluruhnya, tanaman penganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang. Tanah dibajak atau dicangkul cukup dalam. Perlu dipertimbangkan sistem perakaran dari benih rambutan yang akan ditanam. Bila benih rambutan berasal dari cangkokan, pengolahan tanah tidak perlu terlampau dalam, namun bila benih berasal dari okulasi, tanah perlu pengolahan yang dalam. Hal ini untuk membantu perakaran benih rambutan di awal pertumbuhannya. Apabila sangat diperlukan, dibuat saluran pembuangan air dengan lebar 1 m dan kedalaman sesuai dengan keadaan air tanah. Ini untuk mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Pada lahan yang tidak mengadung humus, tanah kurus, dan tanah yang cukup liat sebaiknya diberi pupuk hijau terlebih dahulu sebelum penanaman. Kondisi ini dibiarkan selama kurang lebih satu tahun.
(b) Pembuatan lubang tanam
Lahan untuk kebun yang telah selesai dikerjakan, segera disiapkan lubang penanaman, sebaiknya dibuat 3-4 pekan sebelum benih ditanam. Ukuran lubang tanam adalah 1x1x0,5 m. Pada saat penggalian, tanah galian sebelah atas dan bawah dipisahkan. Jarak antar lubang penanaman untuk rambutan sekitar 12x14 m. Dua pekan setelah penggalian, lubang tanam ditutup kembali. Usahakan agar tanah galian tersusun seperti pada saat digali, yaitu tanah bagian bawah kembali di bawah dan tanah bagian atas di bagian atas. Tanah bagian atas sebelum dikembalikan ke dalam lubang, dicampur dahulu dengan 3 blek/sekitar 20 L pupuk kandang yang sudah matang. Sekitar 4 pekan setelah penggalian lubang tanaman dan kira-kira tanah di atas lubang tanaman sudah menurun sehingga hanya sedikit lebih tinggi dari tanah disekitarnya, barulah benih rambutan ditanam. Penanaman benih rambutan tidak perlu terlalu dalam, namun juga jangan terlampau dangkal, usahakan batas antara akar dan batang setinggi permukaan tanah sekitar. Pada awal penanaman rambutan di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu atau bahan lainnya dan dipasang dengan posisi agak tinggi di sisi timur. Hal ini dimaksudkan agar tanaman rambutan muda lebih banyak memperoleh cahaya sinar matahari pagi daripada sore hari yang biasanya cukup terik. Untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah/kelapa/tebu. Sebelum ditanam, benih rambutan yang masih dalam keranjang ataupun kantung plastik, dilepas dahulu. Sebab keranjang yang ikut ditanam akan mengundang rayap yang dikawatirkan akan merusak perakaran tanaman muda, sedangkan kantung plastik yang ikut ditanam, akan menghambat perkembangan system perakaran rambutan muda. Penanaman benih rambutan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan agar kebutuhan air terpenuhi secara alami. Akan tetapi bila terpaksa sekali karena tidak ada hujan, hendaknya tanaman baru ini disiram selama dua pekan dari mulai penanaman sebanyak dua kali sehari, yaitu di pagi dan sore hari. Usahakan agar lingkungan hidup tanaman rambutan muda ini diperhatikan terutama keadaan sistem pengairan dan penyiangan tranaman pengganggu agar pertumbuhan rambutan muda ini cukup baik.

 


Penulis : Wiwiek Hidajati,M.Ed, Penyuluh Pertnian Madya
Sumber : Bertanam Rambutan, Seri Pertanian LXXXVII/281/88, Penerbit Swadaya Mahisworo, Kusno Susanto, Agustinus Anung