RSS
Syndicate content

Bercocok Tanam Cabe Merah

Sumber Gambar: www.google.co,id
Persiapan Lahan
Lahan untuk bertanam cabe sebaiknya berada di tempat terbuka agar mendapat sinar matahari penuh. Selain itu lahan yang dipilih bukan lahan bekas pertanaman yang sefamili. Lahan yang paling baik adalah lahan bekas tanaman padi, karena tidak perlu membajak terlalu berat. Lahan tegalan yang tanahnya kering juga bisa digunakan asalkan cukup tersedia air.
Pembersihan Gulma
Sebelum penanaman cabe dilakukan sebaiknya lahan dibersihkan terlebih dahulu. Semua rumput liar dan semak yang ada di areal penanaman cabe harus dibabat habis. Selain itu, batu-batu yang ada di lahan tersebut juga harus disingkirkan. Jika lahan tidak terlalu luas, pekerjaan ini bisa dilakukan secara manual. Namun jika lahannya luas, bisa menggunakan alat bantu berupa traktor.
Pengolahan Tanah
Umumnya tanaman cabe membutuhkan lahan yang gembur untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanah yang gembur akan memudahkan akar tanaman menyerap nutrisi di dalam tanah, karena itu dibutuhkan pencangkulan yang sebaiknya dilakukan 1-2 kali dengan kedalaman 25 cm. Pada saat pencangkulan, akar-akar dan gulma yang masih tersisa dikumpulkan dan dibuang, sedang tanah yang berbongkah perlu dihaluskan.
Pembuatan Bedengan
Lahan yang telah gembur dibentuk menjadi bedengan dengan lebar berkisar 1-1,2 m, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan panjang lahan. Tinggi bedengan 30 cm dan jarak antar bedengan 60 cm. Saat musim hujan tinggi bedengan bisa ditambah lagi. Arah bedengan dibuat menghadap ke timur. Saat pembuatan bedengan, aplikasikan kapur pertanian (kaptan) atau dolomite sebanyak1-1,2 ton per hektar., Kaptan berfungsi untuk menetralkan kemasaman tanah. Cara pemberiannya adalah dengan ditebarkan langsung di atas bedengan, lalu diaduk dengan tanah sampai merata, setelah itu bedengan dirapikan kembali.
Pemupukan
Tujuan dilakukannya pemupukan adalah untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, sehingga dapat tumbuh dengan baik dan cepat berbuah. Pemupukan awal dilakukan dengan memberikan pupuk kandang yang bisa berasal dari kotoran sapi, kambing, domba, ayam atau kelinci, dengan dosis 20 ton per hektar. Bedengan yang telah diberi pupuk kandang didiamkan selama 1-2 minggu sebelum ditanami benih cabe. Setelah diberi pupuk kandang, selanjutnya bedengan diberi pupuk buatan atau pupuk kimia yaitu pupuk tunggal seperti Urea, ZA, KCL, SP-36 dan Boron, atau pupuk majemuk seperti NPK. Dosis yang diberikan tergantung kebutuhan dan tingkat kesuburan tanah. Sebagai patokan, dosis yang dianjurkan untuk lahan seluas satu hektar adalah Urea 250 kg, ZA 650 kg, TSP atau SP-36 sebanyak 500 kg, KCL 400 kg dan Borate sebanyak 18 kg. Seluruh pupuk tersebut dicampur rata, lalu ditebarkan ke permukaan bedengan. Untuk setiap bedengan yang berukuran 75 cm x 50 cm, dosis pupuk yang diberikan adalah 200 gram untuk setiap 75 cm panjang bedengan. Pupuk yang sudah dicampur harus ditebarkan semuanya dan tidak boleh disimpan. Bila tidak yakin bisa menyelesaikan pemupukan dalam satu hari, pupuk yang dicampur boleh digunakan setengahnya dulu, sisanya dicampur keesokan harinya.
Bedengan yang telah diberi pupuk sebaiknya dicangkul kembali agar pupuk bercampur merata dengan tanah, setelah itu bedengan dirapikan kembali. Agar pupuk cepat bereaksi, sebelum dan sesudah pemberian pupuk, bedengan disiram dengan air sampai basah dan langsung ditutup dengan mulsa plastik.
Pemasangan Mulsa
Pemakaian mulsa untuk bedengan bisa membantu meningkatkan produksi cabe. Ada beberapa jenis mulsa yang bisa digunakan, diantaranya mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak.

1. Mulsa Jerami
Mulsa jerami biasanya dipakai petani cabe tradisional yang menanam cabe varietas open pollinated. Jerami padi yang digunakan diperoleh dari sisa musim tanam sebelumnya. Selain membantu mengurangi penguapan, pemberian jerami juga menambah unsur hara ke dalam media pertanaman. Tidak disarankan memakai mulsa jerami saat musim hujan, karena justru menambah kelembaban dan berpotensi mengundang penyakit. Mulsa jerami biasanya dipakai oleh petani cabe pada musim kemarau saja. Caranya dengan menebar mulsa jerami berselang-seling di permukaan bedengan cabe. Mulsa jerami diaplikasikan setelah benih berumur satu minggu di lahan.
2. Mulsa Plastik Hitam Perak
Saat sekarang ini, mulsa plastik hitam perak mulai banyak digunakan pada pertanaman cabe merah, khususnya cabe merah hibrida, karena dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah serta sangat menguntungkan secara ekonomi. Beberapa keuntungan dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak adalah sebagai berikut a) mencegah erosi tanah bedengan pada musim hujan; b) mengurangi biaya tenaga kerja penyiraman, pemupukan, dan penyiangan gulma; c) mampu menekan pertumbuhan gulma; d) mampu mengurangi serangan hama seperti aphis, thrips dan tungau; e) menjaga suhu dan kelembaban tanah supaya relatif tetap stabil; f) menekan penguapan air dari dalam tanah, sehingga pengairan tidak perlu terlalu sering dilakukan; g) mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari; h) buah cabe yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga mengurangi risiko terkena penyakit busuk buah; dan i) mengoptimalkan sinar matahari untuk proses fotosintesis melalui pantulan sinar dari permukaan mulsa yang berwarna perak
Pemasangan mulsa plastik sebaiknya dilakukan pada siang hari, ketika matahari sedang bersinar terik agar mulsa dapat memuai dan menutup bedengan dengan baik. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan jauh hari sebelum tanam dan harus selesai sebelum waktu penanaman dengan tujuan agar benih cabe tidak terlalu tua untuk ditanam. Tahapan pemasangan mulsa platik hitam perak adalah sebagai berikut: a) Siapkan mulsa plastik sepanjang bedengan dikurangi 0,5-1 meter, lalu pasang mulsa plastik di sepanjang bedengan. Tarik ujung-ujung mulsa plastik secara bersamaan dan perlahan. Pasak kedua ujungnya dengan menggunakan pasak dari bambu; b) Pasang satu persatu pasak bambu dengan jarak 50 cm, pasang di satu sisi, baru kesisi yang lain. Pasang pasak sambil menarik mulsa plastik secara perlahan, sehingga bedengan tertutup dengan rapat. Setelah itu biarkan selama 5-7 hari agar pupuk terurai dengan baik; c) lubangi mulsa dengan menggunakan kaleng bekas susu kental manis yang berisi bara arang yang ditempelkan ke mulsa hingga berlubang. Cara lain yaitu dengan memotong kaleng susu di salah satu sisinya hingga bergerigi, kemudian tancapkan kaleng ke mulsa sampai menembus tanah dan membentuk lubang tanam. Jarak tanam yang bisa digunakan untuk cabe adalah 75x50 cm. Pada penanaman cabe merah terutama cabe merah hibrida, jarak tanam yang digunakan tidak boleh terlalu rapat, karena dapat menyebabkan sinar matahari tidak optimal menyinari pertanaman, sehingga kelembaban udara menjadi tinggi dan mengundang perkembangbiakan cendawan. Biasanya setiap jenis cabe merah mempunyai keterangan tentang tinggi tanaman dan lebar tajuknya.

 

Penulis : Wiwiek Hidajati,M.Ed, Penyuluh Pertanian Madya
Sumber : Petunjuk praktis bertanam cabe/redaksi AgroMedia/Penyunting Tetty Yullia