RSS
Syndicate content

Berbagai Jenis Kacang Panjang (Vigna sinensis)

Kacang panjang merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu. Tanaman ini bersifat memanjat dengan membelit, daunnya bersusun tiga helai, batangnya panjang, liat dan sedikit berbulu. Bunga kacang panjang seperti kupu-kupu, sedangkan buahnya bulat panjang dan ramping. Panjang buahnya ada yang mencapai 10 - 80 cm yang disebut polong. Saat muda buahnya berwarna hijau keputih-putihan, setelah tua berwarna putih kekuning-kuningan dan kering. Buah yang masih muda mudah dipatahkan, akan tetapi setelah tua menjadi liat karena banyak seratnya dan menjadi lemas jika kering. Kacang panjang banyak mengandung zat gizi seperti protein, vitamin A, vitamin B dan C. Sifat kacang panjang dwiguna artinya buahnya sebagai sayuran penting bagi manusia dan tanamannya sebagai penyubur tanah karena pada akar-akarnya terdapat bintil-bintil bakteri Rhizobium yang berfungsi mengikat nitrogen bebas dari udara, selain itu daun kacang panjang sangat baik bagi wanita yang sedang menyusui karena dapat memperbanyak air susu ibu. Daunnya yang muda, terutama kacang usus dapat dibuat pecel dan urap. Selain itu kacang panjang yang masih muda dapat dimasak sebagai sayur dan dibuat lalapan. Itulah sebabnya kacang panjang banyak ditanam petani di pematang sawah, tegalan, di sawah dan di pekarangan, baik monokultur maupun sebagai tanaman sela.

Jenis Kacang Panjang
Terdapat dua golongan kacang panjang yang mempunyai perbedaan menyolok, yaitu (1) kacang panjang (membelit) dan (2) kacang tolo (tidak membelit). Kacang panjang yang tidak membelit tidak membutuhkan lanjaran karena buahnya terkumpul di bawah dekat tanah. Jenis kacang panjang tanpa lanjaran ini merupakan bastar (hibrida). Kacang panjang ini dicirikan dengan daunnya berbulu halus dan polongnya halus lemas karena tidak begitu berserat. Golongan kacang panjang (Vigna sinensisL. Savi ex Hass) terdiri dari tiga tipe yaitu (a) kacang lanjaran biasa, batangnya panjang sekali dan membelit. Panjang polongnya mencapai 40 cm dan warnanya saat masih muda hijau tetapi setelah tua menjadi putih. Biji polongnya ada yang berwarna kuning, coklat, hitam, putih dan kuning kemerah-merahan. Besar bijinya antara (5-6) mm x 8-9) mm; (b) kacang usus, panjang batangnya seperti pada kacang lanjaran biasa, hanya polongnya sangat panjang hingga mencapai lebih dari 80 cm. Saat masih muda, polong berwarna keputih-putihan, setelah tua menjadi putih kekuning-kuningan. Biji polongnya bulat panjang, kadang sedikit melengkung agak pipih dan warnanya putih atau blorok (putih bernoda merah). Besar bijinya antara 5-6 mm x 8-9 mm; dan (c) kacang busito atau kacang hibrida atau kacang harapan. Kacang busito mirip kacang panjang lanjaran biasa, hanya batangnya pendek dan biasanya sedikit membelit, dengan polong kacang busito pendek antara 25 - 35 cm. Akan tetapi rasa polong mudanya tidak kalah enak dengan kacang panjang. Meskipun kacang busito termasuk ke dalam golongan kacang panjang, tetapi tanaman ini tidak memerlukan lanjaran karena polongnya terkumpul di bawah. Golongan kacang panjang yang tidak membelit adalah kacang tolo, tanamannya tidak butuh lanjaran. Tipe yang termasuk dalam kacang tolo sebagai berikut : (a) kacang tolo atau kacang tunggak atau dikenal dengan nama kacang dadap, berbatang tidak begitu panjang dan tidak membelit. Jika membelit, hanya ujung yang sangat pendek saja yang membelit. Oleh karena itu, tanaman ini tidak pernah diberi lanjaran. Polong kacang tolo pendek, panjangnya berkisar 10 cm, berwarna hijau, kaku, serta tidak mudah dipatahkan. Polong yang kering berwarna kuning, keras, dan mudah pecah. Daunnyapun kaku dan agak kasar. Biji kacang ini bulat panjang, agak pipih dan ujungnya agak jorong. Bijinya berwarna kuning coklat dan besarnya antara 4-6 mm x 7-8 mm; (b) kacang uci dikenal dengan nama kacang endel yang disebut kacang beras karena digunakan sebagai campuran nasi atau lepet, Kacang ini sebetulnya tidak termasuk suku Vigna sp., tetapi termasuk jenis Phaseolus calcaratus Roxb. Kacang uci bersifat setengah membelit, tetapi tidak pernah diberi lanjaran. Biji kacang ini kecil sekali, berbentuk bulat panjang, ada yang berwarna merah, hijau dan hitam. Besar bijinya antara 1,5-2 mm x 5-6 mm. Daun kacang ini agak kasar dan kaku seperti kacang dadap hingga tidak pernah disayur.

Varietas Kacang Panjang
Beberapa varietas kacang panjang adalah sebagai berikut : a) 777, dengan ciri-ciri vigor tanaman kuat dengan cabang samping yang produktif. Warna polong hijau tua dan berbentuk silindris. Polongnya berukuran panjang 60 - 70 cm dengan diameter 0,85 cm dengan bobot per polong 30 - 35 gram. Bisa mulai dipanen ketika tanaman berumur 50 - 55 HST, Potensi produksi sekitar 25 - 30 ton/ha; b) Super Sainan, keadaan tanaman tergolong kurus, tetapi produktif, cocok ditanam di segala musim. Warna polong hijau keputihan dan berbentuk silindris, rasanya renyah dan manis, serta tahan disimpan pada suhu kamar selama 3 - 4 hari. Polongnya berukuran panjang 65 - 70 cm dengan diameter 0,6 - 0,7 cm, bobot per polong 30 -35 gram. Bisa mulai panen ketika tanaman berumur 55 - 60 HST. Potensi produksi 25 - 30 ton/ha; c) Sentosa, keadaan tanaman rimbun, cocok ditanam pada musim kemarau. Polong yang sudah tua berwarna hijau tua berujung ungu dan berbentuk silindris. Daging polong tebal, renyah dan manis. Polong berukuran panjang 35 - 39 cn dengan diameter 0,6 - 0,8 cm, dengan bobot per polong sekitar 20 - 25 gram. Polong sudah bisa dipanen setelah tanaman berumur 60 - 65 HST. Potensi produksi 22 - 25 ton/ha.


Penulis : Wiwiek Hidajati, Penyuluh Pertanian Madya: email : wiwiekhidajati.co.id.
Sumber : Meningkatkan Hasil Panen Sayuran dengan Teknologi EMP, Ir. Wahyudi