![]() |
Analisa Usaha Tani Jagung Komposit
Untuk melakukan suatu kegiatan usaha dalam lahan pertanian oleh petani maka para penyuluh pertanian di lapangan harus memahami dan mengetahui berapa besar modal yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha tersebut, mulai dari biaya pengolahan tanah , sewa tanah, biaya sarana produksi (benih, pupuk dan bahan pemberantas hama penyakit), biaya pemeliharaan dan biaya panen dan pasca panen.
Untuk mendapatkan berapa hasil yang diperoleh para petani misalnya dalam hal ini produksi jagung komposit maka penyuluh pertanian membantu petani untuk mencari berapa harga jual harga jagung komposit di pasar atau pedagang pembeli.dalam hal ini tentunya para penyuluh pertanian harus mencari sumber-sumber pasar dan pedagang yang lebih banyak sehingga diperoleh harga jual yang tinggi.
Antara satu daerah dengan daerah lainnya tentunya berbeda berapa besar pendapatan yang diperoleh petani yang mengelola jagung komposit, hal ini dipengaruhi antara lain oleh ; upah tenaga kerja, harga sarana produksi, dan harga jual jagung komposit dikarenakan faktor jarak kota dengan desa penghasil, kualitas produksi jagung komposit, kemudahan transportasi dll. Secara umum gambaran biaya - biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan agribisnis jagung komposit dan penghasilan yang diperoleh petani dapat dilihat pada tabel di bawah ini ;
Tabel 1. Biaya dan pendapatan Agribisnis jagung komposit
Dari tabel 1 tersebut di atas terlihat bahwa biaya yang dibutuhkan berkisar 2.762.500 sedangkan produksi jagung yang diperoleh sebesar 5000 kg dengan harga jual 2,500 / kg sehingga keuntungan kotor yang diperoleh petani berkisar Rp. 9.737.500. tentunya bila dihitung bersih masih dikurangi biaya sewa lahan dan upah atau tenaga kerja dalam pemeliharaan. Besar kecilnya biaya yang dikeluarkan dan jumlah produksi jagung yang diperoleh masih dapat berubah, bertambah besar atau bertambah kecil tentunya tergantung daerah masing- masing setempat.
Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertanian |


