RSS
Syndicate content

Analisa Usaha Tani Jagung Komposit

Sumber Gambar: http//www. Google.go.id
Untuk melakukan suatu kegiatan usaha dalam lahan pertanian oleh petani maka para penyuluh pertanian di lapangan harus memahami dan mengetahui berapa besar modal yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha tersebut, mulai dari biaya pengolahan tanah , sewa tanah, biaya sarana produksi (benih, pupuk dan bahan pemberantas hama penyakit), biaya pemeliharaan dan biaya panen dan pasca panen.

 

Untuk mendapatkan berapa hasil yang diperoleh para petani misalnya dalam hal ini produksi jagung komposit maka penyuluh pertanian membantu petani untuk mencari berapa harga jual harga jagung komposit di pasar atau pedagang pembeli.dalam hal ini tentunya para penyuluh pertanian harus mencari sumber-sumber pasar dan pedagang yang lebih banyak sehingga diperoleh harga jual yang tinggi.

 

Antara satu daerah dengan daerah lainnya tentunya berbeda berapa besar pendapatan yang diperoleh petani yang mengelola jagung komposit, hal ini dipengaruhi antara lain oleh ; upah tenaga kerja, harga sarana produksi, dan harga jual jagung komposit dikarenakan faktor jarak kota dengan desa penghasil, kualitas produksi jagung komposit, kemudahan transportasi dll. Secara umum gambaran biaya - biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan agribisnis jagung komposit dan penghasilan yang diperoleh petani dapat dilihat pada tabel di bawah ini ;

 

Tabel 1. Biaya dan pendapatan Agribisnis jagung komposit

 

 No  Uraian Biaya Volume  Harga Satuan  Jumlah 

 1.  

Bibit / Benih Jagung

 25 kg

20.000

500.000

2.

 

 

Pupuk
Urea
SP-36
KCl

200 kg
150 kg
100 kg

 

1.200
1.550
2.100

 

240.000
232.500
210.000

 

 3. Pestisida      
 4.  Tenaga Kerja
Pengolahan lahan
Penanaman
Penyiangan & Pembumbubanan
Pemupukan Panen
8 org
8 org
8 org
20.000
20.000
20.000
 450.000
160.000
160.000
160.000
5.

Panen

10 org  25.000  250.000
 6.  Biaya lain-lain...      200.000
         2.762.500


Produksi...................................... 5.000 kg x Rp. 2,500,- = .......12.500.000
Keuntungan Bersih....................................................................................... 9.737.500
Ratio B/C.................................................. 3,52

 

Dari tabel 1 tersebut di atas terlihat bahwa biaya yang dibutuhkan berkisar 2.762.500 sedangkan produksi jagung yang diperoleh sebesar 5000 kg dengan harga jual 2,500 / kg sehingga keuntungan kotor yang diperoleh petani berkisar Rp. 9.737.500. tentunya bila dihitung bersih masih dikurangi biaya sewa lahan dan upah atau tenaga kerja dalam pemeliharaan. Besar kecilnya biaya yang dikeluarkan dan jumlah produksi jagung yang diperoleh masih dapat berubah, bertambah besar atau bertambah kecil tentunya tergantung daerah masing- masing setempat.

Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertanian
Sumber : Direktorat Budidaya Serilia, Ditjentan, Analisa Usaha Tani Jagung Komposit, 2008, Jakarta