RSS
Syndicate content

Analisa Usaha Tani Jagung Hibrida di Jawa Barat

Sumber Gambar: Ibrahim Saragih di Lapangan
Untuk melakukan suatu kegiatan usaha dalam lahan pertanian oleh petani maka para penyuluh pertanian di lapangan harus memahami dan mengetahui berapa besar modal yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha tersebut, mulai dari biaya pengolahan tanah , sewa tanah, biaya sarana produksi (benih, pupuk dan bahan pemberantas hama penyakit), biaya pemeliharaan dan biaya panen dan pasca panen.

 

Untuk mendapatkan berapa hasil yang diperoleh para petani misalnya dalam hal ini produksi jagung hibrida di Jawa Barat, maka penyuluh pertanian membantu petani untuk mencari berapa harga jual harga jagung hibrida di pasar atau pedagang pembeli.dalam hal ini tentunya para penyuluh pertanian harus mencari sumber-sumber pasar dan pedagang yang lebih banyak sehingga diperoleh harga jual yang tinggi.

 

Antara satu daerah dengan daerah lainnya tentunya berbeda berapa besar pendapatan yang diperoleh petani yang mengelola jagung hibrida, hal ini dipengaruhi antara lain oleh ; upah tenaga kerja, harga sarana produksi, dan harga jual jagung hibrida dikarenakan faktor jarak kota dengan desa penghasil, kualitas produksi jagung hibrida , kemudahan transportasi dll.

 

Bahwa biaya yang dibutuhkan berkisar Rp. 5.775.000 sedangkan produksi jagung yang diperoleh sebesar 5,761 kg dengan harga jual 2,500 / kg, jumlah keseluruh Rp 14.402.500, sehingga keuntungan kotor yang diperoleh petani berkisar Rp. 6.642.500. tentunya bila dihitung bersih masih dikurangi biaya sewa lahan dan upah atau tenaga kerja dalam pemeliharaan. Besar kecilnya biaya yang dikeluarkan dan jumlah produksi jagung yang diperoleh masih dapat berubah, bertambah besar atau bertambah kecil tentunya tergantung daerah masing- masing setempat. Secara umum gambaran biaya - biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan agribisnis jagung hibrida dan penghasilan yang diperoleh petani di Jawa Barat dapat dilihat pada Tabel 1 yang terlampir di bawah ini ;

Oleh : Dr. Ibrahim Saragih / Penyuluh Pertanian
Sumber : Direktorat Budidaya Serilia, Ditjentan, Analisa Usaha Tani Jagung Hibrida , 2009, Jakarta

AttachmentSize
tabel 1 analisa usaha jagung jawa barat.docx11.7 KB