RSS
Syndicate content

ALAT PERAGA DALAM PENYULUHAN PERTANIAN

Seorang penyuluh pertanian sedang menerangkan hama wereng secara lisan kepada sekumpulan petani peserta kursus tani. Hama wereng belum banyak dikenal petani di desa tersebut. Penyuluhan pertanian menerangkan bahwa hama wereng ukurannnya kecil, jalannya miring dan dapat meloncat. Bermnacam-macam gambaran bentuknya seperti kutu kepala, ada pula yang mempunyai gambaran bentuknya seperti belalang tapi kecil dan lain-lain.Kemudian Penyuluh Pertanian memperlihatkan sebuah gambar mengenai hama wereng yang sedang menempel di batang padi. Maka sekarang para petani peserta kursus tersebut terdapatlah suatu gambaran yang sama tentang bentuk hama wereng.

Gambar yang diperlihatkan Penyuluh Pertanian tadi, yang membantu menjelaskan serta menyatukan gambaran tentang hama wereng, merupakan salah satu macam alat peraga. Untuk memperjelas apa yang diajarkan, Penyuluh Pertanian dapat pula menggunakan contoh asli, memperliahtkan foto, mempertunjukan slide atau model (bentuk buatan) tentang hal-hal yang sedang diajarkan tersebut. Masih banyak lahi macam-macam alat peraga lainnya yang dapat digunakan.

Jadi alat peraga dapat kita artikan sebagai alat bantu mengajar yang dapat dilihat, di dengar, diraba, dirasa dan di cium untuk memperlancar komunikasi.

Biasanya alat peraga digunakan secara kombinasi, misalnya kita menggunakan papan tulis dengan pertunjukan slide, menggunakan peta singkap dengan contoh asli dan sebagainya. Tetapi dalam menggunakan alat peraga, baik secara kombinasi maupun tunggal ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Alat peraga harus mudah dimengerti oleh sasaran
2. Ide atau gagasan yang terkandung didalamnya harus dapat diterima oleh sasaran

Alat peraga yang digunakan secara baik memberikan keuntungan -keuntungan :
1. Dapat menghindarkan salah pengertian atau salah tafsir. Dengan contoh yang telah disebutkan tadi, kita melihat bahwa salah tafsir atau salah pengertian tentang bentuk hama wereng dapat diperbaiki
2. Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat lebih mudah ditangkap. Dengan memperlihatkan sprayer para petani akan lebih jelas dan mudah menangkap bagaimana cara memakai sprayer itu, daripada hanya diterangkan secara lisan saja.
3. Apa yang diterangkan akan lebih lama diingat, terutama hal-hal yang mengesankan
4. Dapat menarik serta memusatkan perhatian. Pada penggunaan infokus, semua perhatian akan tertuju pada layar saja. Apalagi kalau gambar serta serta isi tayangan itu sangat menarik, maka perhatian sasaran akan lebih terpusat dan tidak membosankan
5. Dapat memberi dorongan yang kuat untuk menerapkan apa yang dianjurkan.

Alat-alat peraga dapat dibagi dalam 4 golongan besar, yaitu :
1. benda yang sesungguhnya, baik yang hidup maupun yang mati. Misalnya ikan dalam akuarium, tanaman dalam pot, kumpulan serangga mati dalam suatu tempat (insectarium), binatang mati yang diawetkan dan sebagainya.
2. Benda tiruan, yang ukurannya bisa lebih kecil dari benda sesungguhnya (miniatur), sama besar (scale model) atau lebih besar. Misalnya maket (unit bangunan miniatur), diorama (unit pemandangan miniatur), penampang melintang suatu benda, patung dan sebagainya.
3. Gambar-gambar dan benda lain yang dibuat atau dipertunjujjan tanpa pertolongan alat optik, seperti lukisan, gambar karikatur, ilustrasi (gambar pengisi, karu kilat (flash card), leaflet, folder brosur, poster, papan flanerl dan flanel graftnya, kain bentangan (spanduk) dan lain-lain.
4. Gambar-gambar yang dibuat atau dipertunjukkan dengan pertolongan alat optik, misalnya foto, slide, film, televisi dan sebagainya.

Alat peraga yang efektif harus dapat memenuhi beberapa persyaratan, antara lain :
1. Sederhana, mudah dimengerti dan dikenal. Gambar, foto atau benda alami akan lebih mudah dimengerti daripada gambar, foto atau benda-benda yang abstrak atau kontemporer.
2. Mengemukakan ide-ide baru
3. Menarik
4. Mengesankan ketelitian
Kalau kita membuat poster mengenai cara menanam kedelai, gambarlah tanaman tersebut serupa mungkin dengan tanaman aslinya, demikian juga bunga, buah, bijinya, cara menanam dan sebaginya, agar orang mudah mengenalnya. Kalau kita menggambar sembarangan saja, maka sasaran akan sulit mengenalnya, sehingga mereka sukar mengerti. Akibatnya pesan yang hendak disampaikan melaui poster tersebut tidak mengenai sasaran.
5. Menggunakan bahasa yang mudah dimengeri sasaran
6. Mengajak sasaran untuk memperlihatkan mengingatkan, mencoba dan menerima ide-ide yang dikemukakan.

(Ir. Amirudin Aidin Beng, MM, Penyuluh Pertanian Madya. Sumber Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Departemen Pertanian)