RSS
Syndicate content

SOSIALISASI AKSI DESA MANDIRI PANGAN DI KWT SRI POHACI KEC. CIKARANG TIMUR KAB. BEKASI

Sumber Gambar: BP3K Kec. Cikarang Timur Kab. Bekasi

Peningkatan jumlah penduduk dunia, menyebabkan terjadinya  peningkatan kebutuhan terhadap pangan dan perumahan, seiring dengan itu pula perubahan arah kebijakan  pemerintah menjadi negara indutri   menyebabkan tergusurnya lahan-lahan pertanian yang digunakan untuk pembangunan perumahan dan industri.  Begitu juga di Kabupaten Bekasi yang  merupakan daerah penyangga ibukota Jakarta. Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi bukan hanya disebabkan oleh peningkatan jumlah kelahiran tetapi juga oleh adanya pemukiman kaum urban dan orang asing yang bekerja di Indonesia, terutama pada sektor industri dan perdagangan.  Jumlah penduduk yang semakin banyak, menyebabkan kebutuhan akan pangan semakin tinggi, sedangkan luas lahan pertanian yang dapat berproduksi semakin sempit, maka dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan.  

Sebagian besar penduduk Indonesia lebih menyukai beras sebagai bahan makanan pokok, sedangkan produksi padi dari tahun ke tahun mulai menurun, luas lahan produktif yang dapat ditanami semakin sempit, sering terjadi ledakan serangan hama (resurgensi), yang diakibatkan pola tanam tidak serempak dan perubahan iklim yang tidak menentu.  Oleh karena itu pemerintah  dalam hal ini Kementrian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan mem-booming-kan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang telah dimulai pada tahun 2010.   Dengan adanya kegiatan P2KP diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan keanekaragaman sumber daya lokal sebagai sumber makanan pokok selain beras dan terigu.  P2KP juga bertujuan untuk memfasilitasi dan mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman yang diindikasikan dengan skor pola pangan harapan (PPH).

Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, Kabupaten Bekasi menjalankan program Kegiatan Aksi Desa Mandiri Pangan.  Kegiatan awal di mulai di 5 Kecamatan yaitu: Kecamatan Cikarang Timur, Kecamatan Setu, Kecamatan Sukawangi, Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Cibarusah.  Di Kecamatan Cikarang Timur sendiri kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Wanita tani (KWT) Sri Pohaci Desa Jatibaru pada hari Jumat tanggal 6 Juli 2012. Pada kegiatan ini  pula Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Bekasi melalui Bidang Ketahanan Pangan menyerahkan bantuan alat-alat rumah tangga serta sejumlah benih dan bibit tanaman.  Bantuan dari pemerintah daerah ini bertujuan untuk menstimulasi masyarakat terutama ibu-ibu di Kelompok Wanita Tani untuk dapat memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang ditanami dengan tanaman sumber karbohidrat dan sayuran.  Serta diharapkan anggota kelompok wanita tani dapat mengolah makan-makanan yang bersumber dari bahan pokok selain beras dan terigu, sehingga paling tidak ibu-ibu tersebut dapat menyajikan menu makanan yang bergizi seimbang di dalam keluarganya masing-masing.

Kegiatan Sosialisasi Aksi Desa Mandiri Pangan dimulai dengan penyuluhan singkat tentang cara budidaya tanaman singkong dan ubi jalar yang disampaikan oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Cikarang Timur yaitu Bapak Komara Djuhana, A.Md.  Materi yang kedua yaitu tentang pola makanan beragam, bergizi, berimbang, aman (3BA) dan halal yang disampaikan oleh Ibu Nurlita, S.Pt sebagai penyuluh Pertanian Desa Jatibaru.

Kegiatan inti yang juga sangat ditunggu-tunggu  oleh peserta adalah praktek pengolahan makanan yang berasal dari bahan-bahan pokok non-beras dan non-terigu.  Ubi jalar, kentang dan singkong dipilih sebagai bahan-bahan pengolahan. Walaupun Desa Jatibaru belum dapat berproduksi bahan-bahan tersebut secara mandiri, namun ubi jalar, kentang dan singkong mudah didapatkan di pasar dan harganyapun tidak terlalu tinggi. Narasumber pada sesi ini adalah Ibu Tini Kartini sebagai ketua Kelompok Wanita Tani Sri Pohaci Desa Jatibaru dan Ibu Enyoh.  Hasil makanan olahan tersebut yaitu: klepon ubi jalar, puding kentang, talam singkong dan keripik singkong balado.

Pada akhir kegiatan ini  Kepala BP3K berpesan, agar apa yang diperoleh dalam acara ini dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan sebaik-baiknya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perlahan-lahan ketergantungan kita terhadap beras sebagai bahan makanan pokok dapat dikurangi dan Desa Mandiri Pangan dapat terwujud.  Amiin.........

(By: Nurlita, S.Pt – THLTBPP Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi)