RSS
Syndicate content

AKAR BAMBU UNTUK PUPUK ORGANIK CAIR ( BP JOMPO KULON KABUPATEN BANYUMAS )

Sumber Gambar: Doc. THL-TBPP Kec. Kalibagor
         Salam Petanian, ORGANIK seringkali kita dengar istilah tersebut pada tahun-tahun ini. Kita coba pelajari apa yang dimaksud dengan organik itu sendiri, organik merupakan suatu bahan atau senyawa yang terkandung dalam tanaman, buah-buahan,tanah, air, hewan, manusia, dan lain sebagainya yang banyak terdapat di bumi tercinta ini. Tuhan telah memberi manusia sumber daya yang tiada terhingga yang harus kita lestarikan dan kita berikan untuk anak cucu kita kelak. Bumi kita masih banyak bahan organik yang masih harus kita kelola untuk dijadikan maanfaat bagi kehidupan kita nantinya.
Kita coba pelajari bersama-sama salah satu bahan organik yang ada dalam tanaman bambu ini yang perlu kita maanfaatkan. Tanaman bambu sangat banyak kegunaanya dari atas samapai bawah, batang dapat digunakan sebagai bahan tiang penyangga, kulitnya dapat digunakan sebagai anyaman bambu, daunya bisa digunakan sebagai bahan bakar perapian. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari akar pada tanaman bambu
Mengapa akar bambu bisa dijadikan sebagai PUPUK ? coba kita sama-sama mengamati apakah pembaca pernah melihat ada yang memupuk tanaman bambu, hayo coba diingat-ingat. Tanpa perlu saya jawab pembaca sudah tau jawabanya, pada akar bambu terdapat bakteri yang bernaung disekitar akar bambu dan ini juga yang menyebabkan mengapa akar bambu tidak dipupuk tapi tumbuh dengan lebatnya. Kita cari tau apakah ada bakteri dalam akar bambu, mari kita test bersama-sama. Ikuti langkahanya siapkan air yang sudah dimasak dan telah dingin, ambil 2 gengam akar bambu masukkan kedalam air dan rendamlah 3-4 hari serta ditutup rapat. Apa yang terjadi, apabila kita lihat ada hewan putih menggambang diatas air itulah bakteri yang akan kita manfaatkan sebagai bahan/biang pembaut pupuk cair organik. Selanjutnya siapkan alat dan bahan pembuatnya :
1. 500 gr gula pasir
2. 200 gr trasi
3. 1 kg dedak halus/bekatul
4. Penyedap rasa secukupnya
5. 10 lt air
6. Jeligen 10 liter
Selanjutnya rebus bahan 1 s/d 4 sampai mendidih dengan air 10 liter selama 15-20 menit. Setelah dingin campurkan dengan air dari rendaman akar bambu yang telah kita buat kemudian tuangkan ke dalam jerigen dan tutup rapat (jangan sekali-kali mencampurkan air rendaman akar bambu yang sudah jadi dicampur dengan air yang masih panas, bakteri dari akar bambu bisa mati). Tiap 2 hari sekali diaduk/dikocok setelah 15 hari pupuk dari akar bambu siap digunakan.
Cara penggunaanya apabila akan disemprotkan saringlah terlebih dahulu sedangkan untuk dikocor bisa langsung digunakan. Dosis penggunaan 1 gelas aqua untuk 1 tangki kapasitas 14 liter. Jangka waktu penyemprotan tiap dua minggu sekali. Berani mencoba, harus karena pupuk ini aman dan ramah lingkungan, sekian dan selamat mencoba.
( By Yusuf B THL-TBPP Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas )