RSS
Syndicate content

TEKHNIK BUDIDAYA MELON

Sumber Gambar: dok.dinas pertanian & kelautan

A. Persiapan Lahan.
• Pada -20 s/d -15 HST , membuat guludan/bedengan dan pada ketinggian bedengan ½ bagian di ditabur pupuk kandang yang sudah matang ke seluruh bedengan, lalu disemprot Agrept + Furadan (dicairkan) dan kemudian dilapis tanah ¼ bagian. Selanjutnya bedengan ditabur kapur + Super Phos dan terakhir bedengan dilapis tanah lagi ¼ bagian dan dicacah/ diaduk rata dan disiram air.
• Pupuk Kandang yang dipakai harus yang sudah matang (sudah berupa/seperti tanah).
• Pada -15 s/d - 10 HST , sebelum bedengan ditutup Mulsa permukaan tanah (bedengan) disemprot fungisida (bahan aktif benomyl), bedengan ditutup mulsa dan tepinya dijepit potongan bambu, mulsa di lubangi (diameter 10 Cm) sesuai jarak tanam 50 cm x 65/70 Cm. Berikutnya pasang bambu lanjaran ditancep/dipasang pada setiap 4 lubang tanam di sisi lubang mulsa dan pasang bambu palang dengan cara diikat pada bambu lanjaran dengan ketinggian antara 70 - 80 Cm dari atas mulsa/bedengan.

Keterangan :
- PH tanah ideal antara 6 - 6,8 berpengaruh pada ketersediaan nutrisi yang dibutuhkan tanaman melon.
- Tanah yang bagus adalah tanah dengan tekstur tanah liat pasir berlempung dan gembur (kaya bahan organic) yang mampu menyimpan nutrisi dan memudahkan akar tanaman berkembang dengan baik.

B. Pemeraman
• Pada - 7 HST di malam hari (jam 20 : 00) buat larutan ( 1 liter air hangat ) dan benih direndam selama ¼ jam dan selanjutnya dibuang.
• Buat larutan (air hangat + ZPT) dalam wadah dan benih direndam selama 3 - 4 jam, lalu benih dibilas dengan air hangat dan ditiriskan/diangin-dianginkan sekitar seperempat jam.
• Siapkan kain lap bersih dan lembab (perasan lap yang sudah dicelupkan ke larutan air + agrept).
• Selanjutnya benih ditebar rata di permukaan kain lap dan kain lap di lipat.
• Kain lap dibungkus terlebih dahulu dengan kertas koran dimasukan ke kantong kresek warna hitam, lalu diikat dan disimpan/digantung ditempat aman sekitar 14 jam pada suhu kamar.

C. Penyemaian :
• Pada pagi hari ( - 5 HST) siapkan pupuk organik (PT. Kimia Gresik) sekitar 90 persen, abu jerami 10 persen dan Furadan.
• Selanjutnya pupuk organic + Furadan diaduk rata dan dimasukkan ke piring semai, lalu disiram.
• Pada jam 16:00 benih yang sudah muncul radiculanya di tanam di tengah media semai dengan posisi bakal akar mengarah ke bawah dengan posisi biji mendatar, lalu ditutup/dilapis abu jerami setebal antara 0,5 - 1 Cm, setelah itu disiram/dibasahin.
• Penyemaian benih sebaiknya dapat diselesaikan dalam 1 hari atau maksimal 2 hari.
• Piringan disimpan dalam sungkup plastic yang bawahnya di ganjel bambu (supaya air turun) dan di atasnya disimpan/ditaruh karung goni atau jerami kering sebagai naungan untuk hari pertama dan hari ke dua (hari ke tiga atau ke empat diangkat/dibuang).
• Setelah benih tumbuh (hari ke 3), di pagi/sore hari persemaian disemprot air + Antracol yang telah diaduk.
• Pada hari ke 4 di pagi/sore hari persemaian disemprot air + Agrept yang telah diaduk.
• Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban tanah dengan cara di gembyor (lubang kecil) dengan hati-2 (posisi benih tetap tertutup abu) dan dilakukan setiap hari pada pagi hari (jam 7 atau jam8) dan sore hari (jam 16 atau jam 17) dengan cara membuka sungkup plastic, itupun dilakukan bilamana kondisi cuaca panas.
D. Penanaman
• Di pagi hari pada saat umur bibit 5 hari di persemaian , lahan di leb/digenangi air sampai ketinggian tepi mulsa dan lubang tanam sudah di siram air seluruhnya, lalu buat lubang tanam dengan cara di tugal.
• Pada sore harinya (sekitar jam 3-4) atau tergantung cuaca, bibit tanaman di persemaian (sudah keluar daun kepel + satu daun sejati) dipindah/dibawa ke lapangan untuk ditanam.
• Sebelum bibit ditanam periksa dulu lubang tanamnya , bila posisinya berada dibawah mulsa maka tambahkan tanah empuk/lumpur ke dalam lubang tanam sampai permukaan tanah sejajar dengan mulsa. Selanjutnya lakukan penanaman bibit dan tambahkan tanah sekitar tanaman untuk menguatkan tegaknya posisi tanaman dan disiram air dengan hati-2.
• Seluruh pekerjaan penanaman ini sebaiknya dapat diselesaikan dalam 1 s/d 2 hari untuk mendapatkan keseragaman pertumbuhan tanaman.
• Bila ada bibit yang mati setelah penanaman, maka lakukan penanaman ulang/penyulaman dan dilakukan jangan lebih dari 3 HST untuk mendapatkan keseragaman pertumbuhan dan pada saat panen dapat dilakukan serempak.
E. Pemupukan.
• Pada 5 HST dan 6 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 1 gram + NPK Phonska 1 gram per tanaman.
• Pada 9 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (N dan P tinggi).
• Pada 10 HST dan 11 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 2 gram + Dolomit 1/2 gram per tananam
• Pada 14 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (N dan P tinggi).
• Pada 15 HST dan 16 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 2 gram + NPK Phonska 2 gram + Dolomit 1/2 gram per tananam
• Pada 19 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (P dan K tinggi).
• Pada 20 HST dan 21 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 3 gram + Dolomit 1/2 gram per tanaman.
• Pada 22 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (P dan K tinggi).
• Pada 25 HST dan 26 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 4 gram + Dolomit 1/2 gram per tananam.
• Pada 30 HST dan 31 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 4 gram + Dolomit 1 gram per tananam.
• Pada 33 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (P dan K tinggi) + Perangsang buah
• Pada 34 HST dan 35 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 5 gram + SP-36 2 gr + Dolomit 1 gram per tanaman.
• Pada 37 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (P dan K tinggi) + perangsang buah.
• Pada 38 HST dan 39 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 6 gram + SP-36 3 gram + Dolomit 1 gram per tanaman.
• Pada 41 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (P dan K tinggi) + perangsang buah.
• Pada 42 HST dan 43 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 6 gram + SP-36 3 gram + Dolomit 1 gram per tanaman.
• Pada 45 HST lakukan penyemprotan pupuk daun (P dan K tinggi).
• Pada 46 HST dan 47 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 5 gram + KNO3 2 gram per tananam.
• Pada 50 HST dan 51 HST ngecor pupuk NPK Mutiara 3 gram + KNO3 3 gram per tanaman.
Keterangan :
- Kondisi PH tanah yang diusahakan rata-rata rendah/asam.
- Pupuk NPK Mutiara (16, 16, 16) , NPK Phonska (15, 15, 15), PN/KNO3 (13, 45), SP-36 (P= 36, S=12) dengan cara di cor.
- Gunakan Pupuk Daun yang mengandung Boron (Bo).
- Pupuk daun yang dipakai/digunakan dengan komposisi unsur huruf yang tebal lebih tinggi.
- Dosis pupuk gram/tanaman yang dimaksud adalah yang terlarut dalam 200 ml air.
- Cara membuat larutan 1 gram pupuk/200 ml untuk satu tanaman.
 Membuat biang larutan pupuk dengan cara masukkan 1 Kg pupuk dalam ember (mis ; volume 20 liter) diaduk sampai rata.
 Siapkan ember yang sudah terisi air dengan volume 9 liter sebanyak 2 buah.
 Masukkan biang larutan pupuk sebanyak 1 liter ke dalam masing-masing ember (2 buah) tersebut.
 10 liter larutan pupuk untuk 50 tanaman.

F. Penggenangan Air/Leb dan Penyiraman.
• Pada umur 1 s/d 15 HST area per tanaman atau di parit selalu tergenang air dengan cara di leb/diisi air (sumur atau kali) dengan posisi ketinggian air sekitar 5 - 10 cm dari tepi mulsa.
• Pada 4, 9 HST dan 14 HST air dibuang pada sore hari.
• Pada 1, 5, 10 HST dan 15 HST air di leb pada pagi hari.
• Pada umur 16 HST, 18 HST,20 HST, 22 HST, 24 HST, 26 HST dan 28 HST di sore hari buka saluran pembuang air dan masukkan air baru dari kali (air lama kebuang/kedorong dengan air baru). Bilamana air lama sudah kebuang, segera tutup saluran pembuang air dan hentikan pemasukan air sampai ketinggian sekitar 1/4 bagian dari tinggi bedengan (cukup untuk penyiraman).
• Pada umur 30 HST, 32 HST, 35 HST, 37 HST, 40 HST, 42 HST, 45 HST di sore hari buka saluran pembuang air dan masukkan air baru dari kali (air lama kebuang/kedorong dengan air baru). Bilamana air lama sudah kebuang, segera tutup saluran pembuang air dan hentikan pemasukan air sampai ketinggian sekitar 1/4 bagian dari tinggi bedengan (cukup untuk penyiraman).
• Pada umur 47 HST dan 50 HST di sore hari buka saluran pembuang air dan masukkan air baru dari kali (air lama kebuang/kedorong dengan air baru). Bilamana air lama sudah kebuang, segera tutup saluran pembuang air dan hentikan pemasukan air sampai ketinggian sekitar 1/4 bagian dari tinggi bedengan (cukup untuk penyiraman).
• Pada umur > 50 jangan ada penambahan air, biarkan air yang ada di parit berkurang dan saluran pembuang air di buka (jangan ada genangan air).

Keterangan :
- Kualitas sumber air yang baik adalah air tanah (sumur), karena diasumsikan " bebas" penyakit. Berikutnya adalah sumber air dari kali/saluran tempat membuang air limbah pertanian dan terakhir air yang bersumber dari kali/saluran sebagai tempat buangan air rumah tangga + air limbah pertanian.
- Tanaman melon membutuhkan air yang cukup pada area perakaran (lembab), kalau kondisi tanah kering kemudian diberi air akan menyebabkan buah retak/ngenet bahkan buah bisa pecah.
- Penyiraman dilakukan setiap hari dan sangat tergantung pada kondisi cuaca dan kelembaban tanah. Bilamana kondisi udara sangat panas/terik (menyebabkan kondisi tanah kering), maka penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari.
- Pada saat turun hujan saluran pembuang air harus dibuka dan air langsung kebuang.
- Bilamana areal pertanaman tersiram air hujan yang turunnya sebentar, maka tanaman harus segera disemprot/dicuci dengan air karena pH air hujan rendah/asam yang akan merusak tanaman.

G. Perompesan, Ikat Batang, Pilih Buah, toping Ikat Buah
• Pada 12 HST s/d 15 HST di pagi hari lakukan pengikatan mulai dari batang melon (tali raffia) diputar ke palang bambu dan di ikat pada tali atas.
• Pada 16 HST s/d 20 HST tunas dan sulur yang tumbuh di ketiak daun dirompes, kecuali disisakan (jangan di rompes) tunas pada daun ke 11, 12 dan 13 (tunas bakal buah).
• Pada 21 HST s/d 25 HST rompes seluruh tunas dan sulur di atas daun ke 13 atau mulai dari daun 14 ke atas.
• Pada 26 HST s/d 30 HST rompes seluruh tunas di atas daun ke 13. Toping/potong cabang buah dengan menyisakan 1 helai daun di masing-masing cabang. Bilamana ada daun yang kena buah diusahakan dilipat, jika tidak mungkin (angin kencang) potong helai daun (gunting) yang kena buah.
• Pada 31 HST s/d 35 HST toping/potong batang utama di antara daun ke 25 dan ke 26, pilih 1 buah yang bagus (bentuk buah paling besar, lonjong dan tidak cacat) dan diikat tali raffia, 2 buah lainnya dibuang (dipotong pada pangkal cabang).
• Pada 36 HST s/d 40 HST melanjutkan pengikatan buah yang tersisa dan memotong cabang buah buah sekitar 5 Cm dari daun.
• Pada 51 HST buang seluruh daun dibawah buah.
Keterangan :
- Setelah Perompesan/pemotongan lakukan penyemprotan dengan fungisida.
- Kegiatan rompes untuk mengurangi penggunaan hasil fotosintesis bagi pertumbuhan vegetative yang tidak diperlukan dan hanya diarahkan bagi pertumbuhan batang utama dan daun yang bagus.
- Daun pertama atau kedua yang nempel di mulsa sebaiknya di potong/dirompes, karena selalu terlewat dalam penyemprotan dan akan mengundang tumbuhnya jamur.
- Ikat batang dengan tali raffia untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman.
- Toping batang utama dan batang buah dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan vegetatip dan diarahkan untuk pertumbuhan dan pembesaran buah.
- Buang daun di bawah buah adalah untuk mendapatkan warna buah yang rata dan mengurangi kelembaban disekitar buah (menekan serangan penyakit).
- Posisi bobot buah yang optimal berada pada tunas/cabang di daun ke 11, 12, 13. Dibawah posisi tersebut bentuk buah bulat dan kecil (lebih cepat matang), sebaliknya posisi di atas bentuk buah lebih lonjong dengan bobot hampir sama (lebih lambat matang, karena tanaman keburu mati).
H. Pengendalian Hama Penyakit.
• Setelah pupuk kandang/kompos di tebar, seluruh permukaan guludan di semprot dengan Furadan (dicairkan).
• Sebelum ditutup mulsa permukaan bedengan disemprot fungisida berbahan aktif yang mengandung unsure tembaga (bacteristatic).
• Pada 1 HST, 10 HST, 20 HST lakukan penaburan Furadan sekitar lubang tanam (tepi lubang mulsa) dengan dosis sekitar 1 gram per lubang tanam dan pada saat pengecoran pupuk tambahkan Agrept.
• Pada 5 HST, 15 HST, 25 HST, 30 HST, 34 HST, 38 HST, 42 HST pada saat pengecoran pupuk tambahkan larutan Furadan + fungsisida berbahan aktif benomyl dan tembaga hidroksida.
• Perlakuan pestisida lainnya dilakukan melalui penyemprotan sesuai dengan sasaran hama penyakitnya dan dosis sesuai dengan rekomendasi.
I. Persiapan dan Waktu Panen
• Pada 50 HST hubungi kontak person penerima hasil produk.
• Pada 58 HST pasang tenda/terpal plastik untuk menampung kegiatan panen (ngelap buah, nampung buah sementara dan timbang buah) dan siapkan bahan serta alat panen.
• Pada 59 HST siapkan/hubungi pekerja sebanyak 8 orang ( 4 orang mengangkut, 2 orang potong buah dan memasukkan ke keranjang/krat buah dan 2 orang ngelap buah). Jaga keamanan lahan (2 orang) dari pencurian baik buah maupun perlengkapan.
• Pada 60 HST kegiatan panen dimulai pada jam 6 pagi dengan memotong buah dari setiap tanaman (tangkai yang dipotong leter T - kiri-kanan panjang 5 cm) dan memasukkan dalam keranjang untuk diangkut ke tenda.
( Sumber : Dinas Pertanian dan Kelautan )