RSS
Syndicate content

VAKSINASI ND PADA AYAM BURAS oleh Suharto,SPt BPP Kecamatan Bojonegoro

Selama ini ayam kampung dikenal oleh masyarakat sebagai penghasil daging yang memiliki cita rasa yang khas sehingga banyak orang menyukai rasa dagingnya. Rendahnya penawaran dan tingginya permintaan ayam kampung yang mengakibatkan tingginya harga jual ayam kampung dapat dijadikan sebagai salah satu lahan usaha yang cukup menjanjikan. Jenis usahanyapun dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan peternak itu sendiri. Apabila modal yang dimiliki kecil maka usaha beternak ayam kampung juga masih menjanjikan karena dapat digunakan sebagai sumber penghasilan tambahan. Newastle disease (ND) disebut juga tetelo adalah infeksius menular yang sampai saat ini masih merupakan masalah yang menduduki urutan yang paling atas dalam menimbulkan kematian kematian pada ayam baik pada ras maupun kampungYang menjadi permasalahan utama dalam usaha ayam buras adalah mengenai kesehatan yaitu masih terbatasnya petani peternak yang melakukan  pengendalian penyakit ayam kususnya ND secara terprogram sehingga angka kematian cukup tinggi, untuk itu perlu diadakan kegiatan penyuluhan yang rutin dan adanya penyusunan rencana dan pelaksanaan vaksinasi secara teratur.            Tujuan dari kegiatan penyuluhan vaksinasi ini adalah untuk menambah pengatahuan petani peternak sehingga dapat menurunkan angka kematian ayam buras akibat dari ND.  Penyebab Penyakit Newastle disease disebabkan oleh virus golongan paramyxo yang mempunyai struktur RNA, virus ini bersifat menggumpalkan (haemaglutinasi) sel-sel darah merah ayam. Tergantung tingkat keganasannya, virus penyebab  Newastle disease terbagi menjadi 4 strain yaitu strain velogenik type Asia,   strain velogenik type Amerika, strain mezogenik (misalnya Kumarv, Mutkeswar,Roikin) dan strain Lentogenik (misalnya La Sota,B1, F), Virus ini mudah dibunuh dengan disinfektan.Gejala Penyakit Masa inlkubasi bervariasi, rata-rata 5-6 hari, penyakit berjalan hingga 14-16 hari sesuai dengan tingkat keganasan virus  yang menulari/menginfeksi, gejala penyakit yang timbul bermacam-macam, umumnya mula-mula terjadi gangguan pernapasan yang terlihat dengan adanya batuk-batuk, ngorok,megap-megap,nafsu makan hilang,minum lebih banyak dan berkumpul pada tempat yang

 

 
Tindakan Pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan pengobatan, adapun tindakan pencegahan yang perlu adalah :sanitasi kandang dan lingkunganya pemberian makanan danminuman yang cukup,dilakukan vaksinasi, Vaksin tidak kedaluarsa, Vaksin disimpan ditempat yang dingin,dilaksanakan secara tepat waktu, dilakukan pada ayam yang sehat,dilakukan ditempat yang teduh, vaksin tidak boleh kena sinar matahari langsun hangat.  Satu sampai dua hari setelah gejala tersebut muncul gangguan syaraf, dleher imana terlihat kaki lumpuh, jalan diseret dan tanda-tanda yang khas adalah  terpuntir.

Terdapat luka pada usus

Bintik-bintik merah pada empela

              Alat dan bahan yang digunakan untuk vaksinasi al:,termos,Es;botoll pen campur,pipet bahan2 al: ayam (DOC),ayam remaja,Vaksin La Sota,,Vaksin Kumarof,Aquades,Es batu,.  Langkah kerja,. Melarutkan vaksin,Aquades diambil menggunakan spuit kemudian dimasukkan ke dalam botol vaksin, dikocok dengan cara memutar botol pelarut,vaksin siap untuk digunakan.. Melakukan vaksinasi untuk DOC,melalui air minum: vaksin dicampur dengan air minum,melalui tetes mata atau hidung,teteskan larutan vaksin pada mata atau hidung doc sebanyak satu tetes.sedangkan untuk ayam remaja disuntikkan pada dada ½ cc/ekor dan pada ayam dewasa 1 cc/ekor.          

Vaksinasi pada ayam dewasa

                

Kandang,peralatan ,petugas yang tercemar virus penyebab  penyakit

Ayam yang sehat bisa tertular secara kontak

Lendir dan tinja  ayam sakit mengandung  virus ada yang terbawa melalui angin

                                                               Program Vaksinasi ND pada ayam Buras

Vaksinasi ke umur Jenis vaksin Dosis dan aplikasi
I 1-4 hari Strain F 1 dosis/ 1 tetes pada mata atau hidung
II 3-4 minggu Strain F 1 dosis/ 1 tetes pada mata atau hidung
III 4 bulan Strain kumarov ½ dosis = 0,5 cc suntikkan secara IM pada dada/paha
IV Setiap 4 bulan sekali Strain kumarov 1 dosis= 1 cc suntikkan secara IM pada dada/ paha

   Selama ini ayam kampung dikenal oleh masyarakat sebagai penghasil daging yang memiliki cita rasa yang khas sehingga banyak orang menyukai rasa dagingnya. Rendahnya penawaran dan tingginya permintaan ayam kampung yang mengakibatkan tingginya harga jual ayam kampung dapat dijadikan sebagai salah satu lahan usaha yang cukup menjanjikan. Jenis usahanyapun dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan peternak itu sendiri. Apabila modal yang dimiliki kecil maka usaha beternak ayam kampung juga masih menjanjikan karena dapat digunakan sebagai sumber penghasilan tambahan. Newastle disease (ND) disebut juga tetelo adalah infeksius menular yang sampai saat ini masih merupakan masalah yang menduduki urutan yang paling atas dalam menimbulkan kematian kematian pada ayam baik pada ras maupun kampungYang menjadi permasalahan utama dalam usaha ayam buras adalah mengenai kesehatan yaitu masih terbatasnya petani peternak yang melakukan  pengendalian penyakit ayam kususnya ND secara terprogram sehingga angka kematian cukup tinggi, untuk itu perlu diadakan kegiatan penyuluhan yang rutin dan adanya penyusunan rencana dan pelaksanaan vaksinasi secara teratur.            Tujuan dari kegiatan penyuluhan vaksinasi ini adalah untuk menambah pengatahuan petani peternak sehingga dapat menurunkan angka kematian ayam buras akibat dari ND.  Penyebab Penyakit Newastle disease disebabkan oleh virus golongan paramyxo yang mempunyai struktur RNA, virus ini bersifat menggumpalkan (haemaglutinasi) sel-sel darah merah ayam. Tergantung tingkat keganasannya, virus penyebab  Newastle disease terbagi menjadi 4 strain yaitu strain velogenik type Asia,   strain velogenik type Amerika, strain mezogenik (misalnya Kumarv, Mutkeswar,Roikin) dan strain Lentogenik (misalnya La Sota,B1, F), Virus ini mudah dibunuh dengan disinfektan.Gejala Penyakit Masa inlkubasi bervariasi, rata-rata 5-6 hari, penyakit berjalan hingga 14-16 hari sesuai dengan tingkat keganasan virus  yang menulari/menginfeksi, gejala penyakit yang timbul bermacam-macam, umumnya mula-mula terjadi gangguan pernapasan yang terlihat dengan adanya batuk-batuk, ngorok,megap-megap,nafsu makan hilang,minum lebih banyak dan berkumpul pada tempat yang

 

 

 

Tindakan Pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan pengobatan, adapun tindakan pencegahan yang perlu adalah :sanitasi kandang dan lingkunganya pemberian makanan danminuman yang cukup,dilakukan vaksinasi, Vaksin tidak kedaluarsa, Vaksin disimpan ditempat yang dingin,dilaksanakan secara tepat waktu, dilakukan pada ayam yang sehat,dilakukan ditempat yang teduh, vaksin tidak boleh kena sinar matahari langsun hangat.  Satu sampai dua hari setelah gejala tersebut muncul gangguan syaraf, dleher imana terlihat kaki lumpuh, jalan diseret dan tanda-tanda yang khas adalah  terpuntir.

Terdapat luka pada usus

Bintik-bintik merah pada empela

              Alat dan bahan yang digunakan untuk vaksinasi al:,termos,Es;botoll pen campur,pipet bahan2 al: ayam (DOC),ayam remaja,Vaksin La Sota,,Vaksin Kumarof,Aquades,Es batu,.  Langkah kerja,. Melarutkan vaksin,Aquades diambil menggunakan spuit kemudian dimasukkan ke dalam botol vaksin, dikocok dengan cara memutar botol pelarut,vaksin siap untuk digunakan.. Melakukan vaksinasi untuk DOC,melalui air minum: vaksin dicampur dengan air minum,melalui tetes mata atau hidung,teteskan larutan vaksin pada mata atau hidung doc sebanyak satu tetes.sedangkan untuk ayam remaja disuntikkan pada dada ½ cc/ekor dan pada ayam dewasa 1 cc/ekor.          

Vaksinasi pada ayam dewasa

                

Kandang,peralatan ,petugas yang tercemar virus penyebab  penyakit

Ayam yang sehat bisa tertular secara kontak

Lendir dan tinja  ayam sakit mengandung  virus ada yang terbawa melalui angin

                                                               Program Vaksinasi ND pada ayam Buras

Vaksinasi ke

umur Jenis vaksin Dosis dan aplikasi
I 1-4 hari Strain F 1 dosis/ 1 tetes pada mata atau hidung
II 3-4 minggu Strain F 1 dosis/ 1 tetes pada mata atau hidung
III 4 bulan Strain kumarov ½ dosis = 0,5 cc suntikkan secara IM pada dada/paha
IV Setiap 4 bulan sekali Strain kumarov 1 dosis= 1 cc suntikkan secara IM pada dada/ paha