RSS
Syndicate content

TEKNOLOGI TEPAT GUNA OLAHAN KULIT PISANG

Buah pisang dapat diolah menjadi berbagai produk olahan demikian pula limbahnya juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti kulit pisang diolah menjadi minuman anggur, yang rasanya tidak kalah dibandingkan anggur dari buah-buahan lainnya.

Kulit pisang atau limbah pisang dengan teknologi tepat guna diolah menjadi produk bernilai, sehingga merupakan nilai tambah bagi para petani pisang untuk meningkatkan pendapatannya.

Melalui teknologi sederhana kuilit pisang dapat diolah menjadi berbagai produk olahan seperti selai piswang, anggur pisang dan masih banyak bentuk-bentuk hasil olahan lainnya yang dapat mendatangkan nilai ekonomi, serta membuka lapangan usaha baru yang dapat menyerap tenaga kerja keluaraga.

Kulit pisang yang dibutuhkan untuk bahan baku anggur adalah pisang dengan tingkat kematangan sempurna. Semakin tua umur pisang tersebut, berarti semakin baik untuk bahan baku anggur, sebaliknya buah yang masih muda kurang baik untuk bahan baku.

Pada prinsipnya anggur kulit pisang merupakan minuman anggur yang dibuat dengan bubur kulit buah pisang dengan melalui  proses ferementasi menggunakan ragi sebagaimana proses pembuatan anggur dari bahan buah-buahan lain non pisang.

Teknologi tepat guna demikian mudah dipraktekkan oleh para penduduk di pedesaan dan para perajin di perkotaan asasl tersedia bahan baku kulit pisang dalam jumlah cukup. Bahan campuran berupa ragi, natrium benzoate mudah diperoleh di toko-toko obat atau di laboratorium terdekat atau di pasar-pasar bahan kimia.

Hasil anggur yang diperoleh tidak kalah bersaing dengan kualitas anggur dari bahan buah-buahan lain, dan kelebihan anggur dapat memanfaatkan bahan baku limbah pisang yang biasanya dibuang menjadi barang sampah.

Dengan demikian biaya produksi pembuatan anggur ini lebih kecil, yang berarti tingkat keuntungannya lebih besar dibandingkan dengan produsen anggur dari bahan baku non pisang.

Teknik pembuatannya tahap awal pilih pisang yang sudah matang dan bagian ujung-ujung kulit pisang dibuang serta cucilah sampai bersih. Timbang kulit pisang sesuai jumlah yang diinginkan dan cincang memakai pisau atau diblender sampai menyerupai bubur.

Campur bubur tersebut dengan air sebanyak 5 kali volume bubur kulit pisang, lalu tambahkan gula pasir sebanyak 10%, gula merah 5% dan usahakan pH campuran tersebut antara 5,5 – 6,0. Pengukuran pH dapat dilakukan dengan kertas lakmus.

Tahap berikutnya panaskan campuran itu hingga mendidih lalu angkat dan saring dalam keadaan panas. Masukkan cairan tu ke dalam botol dan biarkan hingga dingin. Tambahkan ragi roti sebanyak 0,25 – 0,50 gram atau 1 gram/liter anggur ke dalam botol terebut, dan ditutup dengan kapas hingga terjadi fermentasi. Sukses ferementasi ditandai dengan terbentuknyta alkohol setelah waktu 12 jam, dan biarkan proses ferementasi berlangsaung sampai 5 – 10 hari.

Saring cairan anggur hasil feremntasi dan tampung hasilnya dalam botol dan penyaringan dilakukan berulang0-ulang sampai dihasilkan cairan bening anggur tanpa endapan. Lalu tanmbahkan gula pasir sesuai selera dan tambahkan pula natrium benzoat sebagai bahan pengawety sebanyak 1 gram/liter anggur dan akhirnya tutup botol rapat-rapat. Anggur siap dipasarkan