RSS
Syndicate content

TEKNOLOGI PEMBUATAN PESEMAIAN

Sumber Gambar: Dokumentasi BP3K Cibinong

TEKNOLOGI
PEMBUATAN PESEMAIAN
Pesemaian adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat pesemaian.
Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Pemindahan/penanaman bibit berupa semai dari pesemaian ke lapangan dapat dilakukan setelah semai-semai dari pesemaian tersebut sudah kuat (siap ditanam).
Tujuan dari pembuatan pesemaian ini adalah untuk memperoleh keberhasilan penanaman dari hasil bibit-bibit di pesemaian yang siap tanam dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan. Adapun persyaratan lokasi untuk pesemaian antara lain:
-    Lokasi cukup teduh, lembab dan dekat dengan sumber air.
-    Berdekatan dengan lokasi penanaman,
-    Dalam bentuk bedengan, tanah pesemaian harus cukup subur.
-    Bedengan beratap menghadap Utara-Selatan.
Luasan lahan pesemaian dengan lahan seluas 1 hektar dapat menampung sebanyak 200.000 bibit tanaman dengan ukuran bedeng 5x1 m2 atau 10x1 m2.
Pelaksanaan Pembibitan
a). Persiapan Lahan
    Pengukuran batas pesemaian dengan pemberian tanda batas yang jelas dan kemudian dipetakan.
    Pembersihan lapangan dari semak-semak, rumput/alang-alang dan tunggak-tunggak yang ada.
    Pengerjaan/pencangkulan tanah dengan baik dan meratakannya.
    Pembuatan bedengan/bak yang diberi pasir bagian atasnya setebal 10-15 cm dan bedengan sapih dengan diberi naungan.
    Pembuatan jalan angkutan /pengawasan.
    Pembuatan/pemasangan alat pengairan.
    Pengisian kantong plastic sampai penuh dengan medium tumbuh.
b). Penaburan Benih
Penaburan benih dilakukan secara merata menurut lubang-lubang yang telah dibuat, kemudian ditutup dengan pasir atau tanah halus setebal 0,5-1 cm / setebal benih. Jarak tanam antara benih dan antara larikan tergantung pada benih dari suatu jenis tanaman, namun rata-rata 5 cm antar benih dan 5-10 cm antar Larikan. Setelah benih ditutup tanah, segera dilakukan penyiraman.
c). Penyapihan
Penyapihan adalah memindahkan bibit/anak semai dari bedengan/bak ke medium di bedengan sapih. Waktu penyapihan sebaiknya dilakukan sore hari, dan setelah disapih segera dilakukan penyiraman sampai tanahnya cukup basah.
Setelah bibit/semai sapihan berumur 3-4 minggu sejak disapih, kerapatan atap/naungan mulai dikurangi dan setelah berumur 8-10 minggu sebelum semai dipindahkan/ditanam ke lapangan dan atap/naungan sama sekali ditiadakan.

d). Pemeliharaan Pesemaian
Pemeliharaan pesemaian dilakukan sebagai berikut:
1.    Penyiraman
2.    Penyiangan
 
Penulis : Heru Husodo, PKL BP3K Wilayah Cibinong, Kab. Bogor
    Sumber : BP4K Kabupaten Bogor, 2010