RSS
Syndicate content

TANAMAN SAGU DAN HASIL OLAHANNYA

Sumber Gambar: www.google.co.id
Sagu diduga berasal dari Maluku dan Irian. Hingga saat ini belum ada data pasti yang mengungkapkan kapan awal mula sagu ini dikenal. Di wilayah Indonesia bagian timur, sagu sejak lama dipergunakan sebagai makanan pokok oleh sebagian penduduknya, terutama di Maluku dan Irian Jaya. Teknologi eksploitasi, budidaya dan pengolahan sagu yang paling maju saat ini adalah di Malaysia. Tanaman sagu dikenal dengan nama kirai di Jawa Barat, bulung, kresula, bulu, rembulung , atau resula di Jawa Tengah; lapia atau napia di Ambon; tumba di Gorontalo; pogalu atau tabaro di Toraja; rambiam atau rabi di kepulauan Aru. Klasifikasi tanaman sagu termasuk ordo Spadiciflorae dengan famili Palmae yang memiliki nama latin Metroxylon sp. Sentra penanaman sagu di dunia adalah Indonesia dan Papua Nugini, yang diperkirakan luasan budi daya penanamannya mencapai luas 114.000 ha dan 20.000 ha. Sedangkan luas penanaman sagu sebagai tanaman liar untuk kedua negara tersebut diperkirakan mencapai 2.000.000 ha. Adapun sentra penanaman tanaman sagu di Indonesia adalah Irian Jaya, Maluku, Riau, Sulawesi Tengah dan Kalimantan.

Proses Pengolahan Sagu :
 Pemilihan pohon sagu produktif
 Pembersihan pohon dan penebangan
 Pengangkutan dan mengatur tempat proses
 Pengupasan, pemukulan/potongan, pemarut
 Penyiraman parutan
 Pengendapan
 Penyaringan
 Pengeringan
 Pengemasan.

Penggunaan Tepung Sagu dalam Industri Pangan :
 Roti
 Biskuit dan kepuh
 Mutiara sagu
 Kerupuk
 Pangan rakyat, sinoli, papeda, kapurung, dan lain-lain
 Cendol, kering dan basah
 Pengolahan tepung sagu menjadi aneka olahan harus ada standar prosedur pengolahan sesuai prosedur cara pengolahan yang baik dan benar untuk menghasilan produksi yang bermutu tinggi dan laik konsumsi bagi konsumen.

Proses Pembuatan Kerupuk Sagu :
1) Pemilihan bahan baku, bumbu dan air
2) Pencampuran bahan Sagu + bumbu + air sambil di lakukan pemanasan
3) Terbentuknya biang kerupuk + sagu
4) Pembentukan adonan
5) Pengukusan
6) Didingikan selama 24 jam
7) Pengirisan dan Pengeringan
8) Diangin-anginkan kemudian dijemur
9) Krupuk menjadi kering.

Proses Pembuatan Mutiara Sagu (Pearl Sago) :
a) Perendaman
b) Pelembutan
c) Pembutiran
d) Pengayakan
e) Pemasakan
f) Pengeringan
g) Mutiara sagu.

Proses Pembuatan Roti Sagu :
1) Pemilihan bahan baku
2) Pencampuran pengadukan bahan sampai kalis
3) Penggilingan dan pemotongan adonan
4) Dibentuk bulat-bulat
5) Dirol dan digulung masukan dalam
6) Loyang yang dioles lemak (roti tawar)
7) Bulatan dikempeskan diberi isian
8) Dimasukan ke loyang (roti manis)
9) Dibiarkan selama 50 menit
10) Dibakar dioven kurang lebih 25 menit dengan suhu 220° C sampai nantinya menjadi roti tawar (no. 6) dan roti manis (no. 8).

Proses Pembuatan Mie Sagu :
 Pengadukan adonan penekanan
 Penggilingan resting selama 15 menit
 Penggilingan dan pemotongan mie mentah resting selama 30 menit :
- Siram kemudian lakukan pengeringan maka akan menjadi mie kering
- Kukus kemudian lakukan penggorengan maka akan menjadi mie instan
- Rebus kemudian lakukan pencucian, penirisan dan peminyakan maka akan menjadi mie basah.

Penulis : Priyo Utomo, SP (Penyuluh Pertanian Ahli Madya / Supervisor Bakorluh P2K Provinsi Sulteng) dan Avenida Danni Nugroho (adminSulteng)