RSS
Syndicate content

Tanaman Kedelai

Kedelai merupakan salah satu tanaman sumber protein yang penting di Indonesia. Kesadaran masyarakat terhadap menu makanan yang bergizi dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk dan pendapatan perkapita menyebabkan kebutuhan kedelai makin meningkat.
Faktor - faktor yang sering menyebabkan rendahnya hasil kedelai antara lain kekeringan, banjir, hujan terlalu besar pada saat panen, serangan hama dan persaingan dengan rerumputan (gulma). Kedelai merupakan tanaman kering, sehingga banyak mendapat gangguan gulma. Bila pemeliharaannya kurang insentif, atau kedelai akan disaingi oleh gulma, akibatnya hasil panen akan menurun.
A. JENIS
Jenis kedelai yang dapat ditanam antara lain Dempo, Merbabu, Raung, Kerinci, Davros, Ringgit, Taichung, Orba, Galunggung, Lakon, Guntur, No.29 atau Jenis local.
B. BENIH
Syarat benih/biji yang baik ditanam
- Bernas (berwarna mengkilap)
- Benas dari serangan hama dan penyakit
- Tidak keriput atau pecah
- Bersih ( tidak tercampur biji rerumputan atau kotoran lain).
- Daya tumbuhnya lebih dari 90 %
- Kecepatan tumbuhnya baik.
- Kadar air 13 - 14 %
C. PENANAMAN
1. Pengolahan tanah
- Tidak diolah
Tanah bekas tanaman padi atau pertanaman lainnya. Setelah jerami padi dibabat atau bekas tanaman lainnya dibersihkan, tanah ditugal sesuai dengan jarak tanam ditentukan.
- Diolah
• tanah diolah sampai gembur, misalnya dicangkul atau dibajak sedalam kurang lebih 20 cm.
• Antar bedengan dibuat parit/saluran selebar kurang lebih 20 cm.
• Pada tanah masam pH rendah misalnya tanah bergambut, banyak humus dan berlumut sebelum ditanam, tanah diberi kapur dan disebar secara merata pada tanah, jumlah kapur 2 - 4 ton/ha yang diberikan sebelum ditanam.
2. Penanaman
- pada lahan bekas sawah penanamannya bisa disebarkan secara merata atau ditugal, sedangkan pada lahan yang kering (tegalan) penanaman dengan cara ditugal.
- Dalam lubang tegalan 5 - 7 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm atau 20 x 25 cm untuk jenis yang bercabang sedikit, sedangkan untuk yang bercabang banyak jaraknya 40 x 15 cm atau 40 x 20 cm.
- Setiap lubang tegalan diisi 2 - 3 biji, lalu tutup dengan tanah/jerami.
- Untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai, biji kedelai yang akan ditanam harus dicampur dengan bekas tanaman kedelai atau innokulan untuk setiap 1 kg biji kedelai dibasahi air lalu dicampur dengan tanah sampai rata ( sampai tanah melekat pada biji kedelai.
- Dilahan basah (sawah) kedelai ditanam pada akhir musim hujan, sedangkan dilahan kering (tegalan) pada awal musim hujan.
D. PEMELIHARAAN
1. Penyiangan
- Segala rerumputan yang ada disekitar pertanaman kedelai dibersihkan.
- Penyiangan dilakukan pada umur 15 - 25, 40 - 45, dan 60 - 75 hari.
- Cara penyiangannya bias dicabut pakai tangan, dibersihkan pakai cangkul ataupun alat lainnya.
- Jangan menyiang waktu tanaman berbunga.
2. Pemupukan
- pupuk yang digunakan berupa pupuk alam (kandang atau kompos) bisa juga dengan pupuk buatan (urea dan TSP).
- Pupuk alam diberikan secara merata pada waktu pengolahan tanah.
- Pupuk urea sebanyak 75 kg, dimana 25 - 35 kg diberikan pada saat tanaman dan sisanya diberikan setelah penyiangan kedua (umur 40 - 45 hari) atau setelah tanaman berbunga (35 - 40 hari).
- Pupuk TSP sebanyak 40 kg/ha diberikan pada waktu tanam yang disebar secara merata.
3. Hama dan Penyakit
Hama dan Penyakit penting yang banyak dijumpai pada tanaman kedelai :
A. Penyakit
1. Penyakit karat disebabkan oleh cendawan phakopspora pachyrhizi
2. Penyakit bercak daun yang disebabkan olek bakteri Xanthomonas Phasedi.
3. Penyakit busuk batang yang disebabkan oleh cendawan Phythium sp
4. Penyakit mozaik yang disebabkan oleh virus.
B. Hama
1. Kumbang daun kedelai (phaedonia inclusa) hama ini memakan semua bagian tanaman kedelai.
2. lalat bibit (Agromiza phaseoli) : hama ini menyerang keping biji tua daun pertama pada tanaman yang masih muda.
3. Kepik polong (Riptortus linieraris) : Imago dan nympha kepik ini juga menyerang polong muda dan polong tua denga cara merusak dan mengisap.
4. Kepik Hijau (Nezara Viridula) : Imago dan nympha kepik ini juga menyerang polong muda dan polong tua dengan cara menusuk mengisap.
5. Penggerek polong kedelai (Etiella zinckenela) : Penggerek ini menyerang kedelai waktu masih berupa larva, dengan cara masuk dan tinggal didalam polong.
6. Ulat prodenia (prodenia litura) : Larva yang masih kecil memakan jaringan epidermis tanaman baru setelah cukup besar mulai memakan helai daun.