RSS
Syndicate content

Sejarah adanya belimbing di Desa Ngringinrejo Kec.Kalitidu Kab. Bojonegoro Jatim

Sumber Gambar: Dokumen Penyuluh Pertanian

Di Tahun sebelum 1984 daerah bantaran Bengawan Solo persisnya diwilayah sebelah utara Desa Ngringinrejo,para petani Desa Ngringinrejo secara totalitas menanami lahannya tersebut dengan tanaman Palawija, namun lahan tersebut mengalami gagal panen di setiap tahunnya karena lahan tersebut hanya dapat ditanami di musim penghujan saja, karena di musim Kemarau lahan tersebut tidak terjangkau Irigasi. Dan di musim Penghujan lahan tersebut selalu tergenang Banjir.
Karena itu semua, sebagian tokoh masyarakat Desa Ngringinrejo,yaitu Bpk. Zainuri, Mbah wo Suyoto, bersama Penyuluh Pertanian  Soeharto, S.Pt mencoba sebuah inisiatif baru agar lahan yang semula tidak produktif bahkan tidak menghasilkan bagi petani, agar menjadi produktif dan bahkan dapat menopang perekonomian masyarakat Desa Ngringirejo.
Pada Tahun 1984 setelah mendapatkan informasi bahwa di dearah Tuban persisnya di Desa Siwalan terdapat Tanaman Blimbing,yang konon katanya tanaman tersebut tahan banjir dan hasil buahnya memiliki daya jual cukup mahal dan banyak di minati banyak orang, mulai kalangan bawah, menengah hinga kalangan atas. Berangkat dari semua itu Mbah Nur dan Mbah Wo Suyoto tergerak untuk menanam tanaman blimbing tersebut dilahan pertaniannya.
Berbagai hambatan beliau hadapi pada saat itu, mulai dari cercaan dan hinaan dari para petani yang lain, namun Mban Nur tetap gigih berusaha. Setelah tanaman blimbing tersebut berumur kurang lebih 3- 4 tahun, tanaman blimbing tersebut mulai menampakkan hasil, dia mulai berbuah dan dapat di panen, ternyata hasilnya lebih dari hasil tanaman polowijo yang selama ini beliau tanam, Buah Blimbing tersebut bias menghasilkan 2 kali dan bahkan 3 kali lipat dari tanaman yang ditanam dilahan Beliau sebelumnya.
Satu persatu para petani di kelompok tani Mekar sari mulai tertarik dengan tanaman Blimbing yang ditanam Mbah Nur dan Mbah Wo tersebut dan hingga saat ini luasnya mencapai 18,5 Ha. Dan Blimbing menjadi tanaman unggulan di desa Ngringinrejo. Dan hingga saat ini petani blimbing berjumlah 104 orang petani.
II. BUDIDAYA TANAMAN BLIMBING DESA NGRINGINREJO
Blimbing di Desa Ngringinrejo adalah merupakan produk pertanian Unggulan, selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, juga sangat banyak menyerap tenaga kerja, mulai dari budidaya, perawatan tanaman, pemanenan hingga pemasarannya. Maka dari itu adanya tanaman blimbing diDesa Ngringinrejo ini sangat banyak mengurangi jumlah pengangguran, dan berperan sekali dalam pengentasan kemiskinan.
Satu contoh kecil para pemuda yang dulunya setelah lulus SMA dan yang tidak lulus SMA, mereka bingung mencari pekerjaan, ahirnya mereka lari kekota untuk mengadu nasib disana, saat ini mereka tidak perlu seperti melakukan seperti itu saat ini mereka cukup bekerja di kebun Blimbing dengan upah tiap bulan Rp. 1.050.000;/ bulan.
Tanaman belimbing agar dapat menghasilkan buah yang maksimal sangat perlu dilakukan penanganan secara intensif dan efisien, mulai dari pemeliharaan tanah , perawatan pohonnya hingga proses pemanenan dan pasca panen.
1. Pendangiran / pencangkulan dilakukan 2x dalam satu tahun, kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk menjaga kegemburan tanah agar dapat menyerap unsure hara dalam tanah secara optimal.
2. Pemupukan dilakukan sebanyak 2x dalam setahun setelah pendangiran, pupuk yang digunakan adalah ZA dan NPK PHOSKHA masing- masing 1 kg tiap pohon, selain pupuk kimia tersebut tanaman blimbing juga menggunakan pupuk organic / pupuk kandang sebanyak 50 kg tiap pohon.
3. Pengairan dilakukan pada musim kemarau, dengan cara menggunakan pompa air dan sumber air yang diambil dari air bengawan solo yang dialirkan keare kebun sampai permukaan tanah kebun tersebut basah.
4. Pengendalian hama OPT, dengan cara dilakukan penyemprotan merata pada pohon blimbing dengan mengunakan pestisida dan pestisida nabati yang terbuat dari bahan bahan yang ada disekitar kita antara lain Gadung, tembakau, daun memba, dan mahuni.
5. Pemblongsongan buah, dilakukan pada saat buahberumur kurang lebih 3 minggu sampai satu bulan. Tujua dari penblongsongan buah untuk meningkatkan kwalitas buah dan juga untuk mengantisipasi hama lalat buah.
6. Pemangkasan cabag dilakukan pada saat yang bersamaan pada waktu pemblongsongan buah, cabang yang dipangkas adalah cabang air dan cabang kering yang menganggu pertumbuhan tanaman.
7. Peremajaan pohon dilakukan pada batang pohon yang hasil buahnya kurang bagus / local diganti dengan batang pohon yang kualitasnya bagus dengan cara okulasi (temple). Adapun varietas yang berkembang di Desa Ngringinrejo antara lain:
a. Varietas Bangkok Merah ciri buahnya besar, daging buahnya tebal dan apabila sudah masak berwarna kuning kemerahan ukuran panjang 15-20 cm dengan tepi lingirnya hijau dan rasanya manis.
b. Varietas Blitar dengan ciri buahnya berukuran besar daging buahnya agak tipis, kalau masak berwarna kuning kemerahan dangan panjang buahnya 15-25 cm dan lingirnya kuning rasanyaagak masam.
c. Varietas Demak dengan ciri kulit buahnya tebal rasanya agak sepet ukurannya besar dan kalau masak berwarna kunig kemerahan.
d. Varietas Lokal cirinya berukuran sedang panjang buahnya sekitar 8-10cm rasanya manis dan kalau masak berwarna kuning kemerahan.

III. PEMANENAN
Panen buah belimbing biasanya pada umur 3 bulan, biasanya ditandai dengan perubahan warna pada buah. Buah Belimbing yang semula berwarna hijau berubah berwarna kuning kemerahan. Buah blimbing yang dipanen biasanya di bagi menjadi 2 kelas yaitu kelas Super dan kelas A. yang kwalitas Super 1Kg isi 3-4 buah dengan harga Rp. 5.000; dan yang kwalitas A 1Kg nya berisi 7-8 buah dengan harga Rp. 3.000;.
IV. PEMASARAN
Hasil produksi buah Belimbing Desa Ngringinrejo sampai saat ini dipasarkan di berbagai wilayah yang antara lain Lamongan, Tuban, Rembang, Cepu, Semarang dan daerah sekitar Bojonegoro berupa buah segar, selain itu juga sebagian Produksi buah Blimbing dijual berupa produk olahan seperti Sirup, Sari buah, Selae, Dodol dan kripik belimbing, adapun yang mengelola produk olahan Blimbing tersebut adalah BKAD ( badan kerja sama antar Desa) Surya Abadi. Serta pedagang yang memasarkan Buah blimbing diDesa Ngringinrejo sekitar 21 orang pedagang, dan semua adalah warga Desa Ngringinrejo.
V. HASIL PRODUSI BUAH BELIMBING / HEKTAR
Buah Blimbing mengalami panen paya 2x dan 3x panen biasa dalam 1 tahun,panen raya biasanya pada bulan Maret - April dan pada bulan Nopember - Desember dan pada bulan Januaru - Pebruari - Mei - Juni - Juli - Agustus - September - Okteber mengalami panen biasa.
Pada panen raya hasil bersih yang didapat dalam 1 Ha kurang lebih Rp. 15.000.000; - 20.000.000; / Ha, dan dipanen biasa dalam 1 Ha menghasilkan bersih kurang lebih Rp. 5.000.000 - 7.500.000; / Ha. Jadi hasil bersih dalam satu tahun sekitar Rp. 45.000.000; / tahun. Sumber : admin Kab.Bojonegoro-(Sri Sumi S - PenyuluhPertanian  Muda ).