RSS
Syndicate content

SAPI SIMMENTAL

Sumber Gambar: www.sapisimmental.com

SAPI SIMMENTAL

Sapi Simmental berasal dari lembah Simme, Switzerland. Sapi Simmental bukan hanya sapi dwiguna tetapi sapi triguna (pedaging, perah & kerja). Sapi Simmental masuk ke Indonesia khususnya Sumatera Barat pada tahun 1976. Di Lima Puluh Kota Sapi Simmental disilangkan dengan sapi lokal melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB)

Sapi Simmental warna bulunya bervariasi yaitu antara orange mengkilat,kuning muda, merah belang bahkan sampai merah gelap. Warna merah dan merah belang lebih memperlihatkan spesifik sapi simmental dari type lama. Saat sekarang warna bulunya kebanyakan kuning muda belang dan kuning muda mengkilat, pada bagian muka berwarna putih dan sering ditemui di sekeliling mata berwarna merah.
Bobot lahir anak sapi simmental antara 37 - 40 kg, berat dewasa betina 650 - 700 kg dan jantan dewasa 960 - 1150 kg. Sapi simmental pertumbuhan ototnya sangat baik dan induk terdapat penimbunan lemak di bawah kulit, tanduknya tidak begitu besar, dari lutut ke bawah dan pada ujung ekor warna bulunya putih.
KAWIN SILANG
Kawin silang adalah suatu sistem perkawinan yang umumnya dilakukan di antara dua bangsa (breed) baru yang mempunyai sifat yang lebih baik dari breed yang disilangkan.
Di Lima Puluh Kota sapi simmental hasil persilangan telah berkembang pesat dengan adanya inseminasi buatan yang diprogramkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan disosialisasikan oleh penyuluh pertanian kepada masyarakat petani untuk mendukung Program Nasional Swasembada Daging 2014. Pengembangan ini dilakukan terutama di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kecamatan Luak, kecamatan Situjuah Limo Nagari yang dijadikan sentral ternak besar.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penampilan reproduksi pada ternak sapi :
1.Dewasa kelamin
Dewasa kelamin adalah periode kehidupan suatu makhluk hidup dimana proses reproduksi mulai berfungsi, yang mana keadaan ini dicapai sebelum dewasa tubuh. Pada saat pertama kali ternak menunjukkan gejala berahi berarti ternak tersebut mulai dewasa kelamin. Keadaan normal dewasa kelamin tercapai pada umur sekitar 6 - 8 bulan.
2.Umur Dikawinkan Pertama
Sapi betina dikawinkan pertama kali pada umur 14 - 22 bulan. Sapi mempunyai fertilitas tinggi bila melahirkan pada umur muda, dapat hidup dan berproduksi dalam waktu yang lebih lama.
3.Lama Bunting
Lamanya bunting pada ternak sapi berkisar 270 - 290 hari dengan rata-rata 283 hari.
4.Siklus berahi
Siklus berahi pada ternak sapi betina terjadi rata-rata setiap 21 hari dengan kisaran 18 - 24 hari dan lama berahi sekita 18 jam
5.Berahi setelah melahirkan
Setelah melahirkan, ternak sapi betina menghasilkan air susu untuk anaknya dan menyiapkan uterus,ovarium dan organ kelamin lainnya serta system endokrin untuk memulai kembali suatu siklus normal dan kebuntingan baru. Uterus harus kembali pada posisi dan ukuran semula atau mengalami involusi uteri berkisar 30 - 50 hari.
6.Kawin kembali setelah beranak
Perkawina terbaik dari ternak sapi betina setelah melahirkan adalh berkisar 60 hari sampai 90 hari.
7.Jarak beranak
Jarak dua kelahiran yang berurutan atau jarak kelahiran antar dua kali melahirkan berturut-turut adalah 385 - 420 hari sekitar 12 bulan atau kurang.
Ditulis oleh Muhammad Afriandi, S.Pt (Penyuluh Pertanian BP4K Lima Puluh Kota)
Sumber Informasi :
1.Saladin,1983.Penampilan sifat-sifat produksi dan reproduksi sapi lokal pesisir selatan di propinsi sumatera barat.Disertasi Pasca Sarjana.IPB.Bogor.
2.Salisbury.1985.Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan Pada Sapi.UGM.Yogyakarta