RSS
Syndicate content

PETUNJUK TEKNIS AGRIBISNIS TANAMAN PADI SAWAH SISTIM LEGOWO 2 – 1 (40 X 20 X 10 Cm)

Sumber Gambar: Dok. Pribadi

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu indikator keberhasilan budidaya tanaman padi adalah terciptanya pendapatan petani akan tetapi untuk mencapai hal tersebut,petani dihadapkan pada berbagai kendala antara lain,pengololaan budidaya tanaman padi belum sesuai teknologi yang diharapkan,rendahnya nilai tukar produksi pertanian serta kurangnya petani memperoleh akses informasi yang selama ini dialami oleh petani yang ada di Kabupaten Gorontalo.
Di lain pihak,lahan sawah yang subur sebagai sumber daya lahan utama produksi padi semakin lama semakin menurun,pendapatam yang di peroleh dari bertanam padi sering kali lebih rendah dibanding bertanam komoditi lainya.kemampuan produksi padi yang setiap kali musim tanam hanya mencapai 4 -5 ton /ha gabah kering panen dibandingkan produksi idealnya yang diperoleh bisa mencapai 9 -12 ton GKP / ha.
Untuk memecahkan masalah tersebut tampa harus meninggalkan komoditi tanaman padi adalah dengan meningkatkan intensitas penggunaan lahan sawah melalui usaha budidaya tanaman padi sawah sistim legowo 2 - 1 / 40 x 20 x 10 cm yang mampu meningkatkan pendapatan petani 9 - 12 ton GKP /ha.
KOMPONEN TEKNOLOGI
Benih.
Gunakan benih unggul bermutu.jumlah benih setiap 1 /ha 25 kg.rendam benih kedalam air yang sudah di campur dengan garam 30 gram / liter air selama 24 jam.kemudian diangkat kemudian dicuci dengan air bersih,setelah itu ditiriskan lalu ditutup dengan karung selama 36 jam dengan suhu 300c agar perkecambahaan cepat dan merata.

Persemaian
Luas persemaian 400 m2
Olah tanah persemaian 1 minggu sebelum semai,setelah itu pembuatan bedengan persemaian lebar 1 - 1,2 m .panjang persemaian 15 m. setelah terbentuk bedengan diberi pupuk kandang sebanyak 2 kg/m2 serta pupuk phonska 60 grm/m2 untuk memudahkan pencabutan dan kerusakan akar bibit padi.
Benih disebar merata dan tipis.

Pengolahan tanah.
Pengolahan tanah sangat menentukan untuk kegiatan usaha budidaya tanama padi.diusahakan dua minggu sebelum tanam tanah sudah diolah dengan sempurna,agar pada saat penanaman tanah dalam keadaan lumpurnya baik,tidak keras,agar pertumbuhan tanaman tidak mengalami hambatan,terutama dalam pembentukan akar baru atau pada saat akar mengambil unsur hara didalam tanah tetap sempurna.


PENANAMAN
Bibit yang akan dipindahkan keareal pertanaman sudah berumur 15 - 17hari.jumlah bibit yang akan ditanam cukup 2-3 bibit,untuk jajar legowo 40x20x10 cm jumlah pepulasi 400,000 atau 1.200,000.-bibit.dan apabila tatanaman sistim tandur biasa 25x25 cm maka pepulasi saat tanam hanya mencapai 160,000 s/d 480,000 bibit.

PEMUPUKAN
Pupuk yang digunakan NPK dan urea.Dosis NPK 350kg/ha atau 0,29,16 grm / rumpun dan UREA 250 kg/ha atau 0,20,83 grm/rumpun.Cara pemberian pupuk dasar phonska 250 kg /ha pada umur tanaman 3 hari setelah tanam.pupuk susulan 1 pada umur tanaman 14 hari setelah tanam phonska 100kg dan ditambah urea 150 kg/ha.dan susulan kedua umur tanaman padi sudah 45 hari setelah tanam urea 100 kg/ha.
PENYIANGAN
Penyiangan pertama dilakukan 12-13 hari setelah tanam dengan sistim digaruk atau dikrok,tidak dibenarkan menggunakan herbisida.Penyiangan kedua pada umur tanaman padi sudah 35 hari telah tanam.
PENGAIRAN.
Pengairan dilakukan secara bertahap,mulai umur tanaman padi 3 hari sampai 40 hari tinggi air dalam petakan tidak bisa lebih dari 10 cm,Setelah umur tanaman lebih dari 40 hari baru air bisa dinaikkan campai 15 cm
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Pengendalian hama/penyakit disesuaikan dengam serangan ataupun penyakit yang ada pada tanaman padi itu sendiri. biasanya yang paling banyak menyerang yaitu hama putih palsu dan pengerek batang serta ulat gerayak.cara pengendalian secara pisik dengan mengumpul telur-telur yang monempel pada bagian bawah daun, dan apabila sudah terlalu banyak bisa menggunakan insektisida Darmabas dan spontan. apabila tanaman padi mempunyai gejala atau penyakit HDB maka segerak di antisipasi dengan monyemprot menggunakan korine bakteri atau yang sejenis Fungisida yaitu Nordoxs.

PANEN
Pelaksanaan panen dilakukan apabila malai dan daun padi sudah menguning 85-90 % .pada saat pelaksanaan panen diusahakan menggunakan sabit bergerigi atau aret yang tajam untuk menjaga jangan sampai banyak gabah yang rontok. perontokan langkah baiknya menggunakan alat perontok, lalu dikipas untuk menghilangkan gabah yang kosong/hampa agar pada saat penjemuran dan penggilian prosentase gabah menjadi beras dapat dipertahankan.

Penulis : Suparno Hasan, SST / Penyuluh Ahli BP4K Kabupaten Gorontalo
Sumber : Anonimous : Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah, Balai Penelitian Padi Internasional Rice Research Institute, 2004
Samaullah Yamin, Dkk : TOT SL-PTT Padi Nasional, Badan Penelitian dan Penganmbangan Pertanian, Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi Subang.