RSS
Syndicate content

Pertanian di Lahan Gambut Secara Berkelanjutan

Sumber Gambar: Sagiman, S (2009)

Kalimantan Barat memiliki lahan gambut yang sangat luas yaitu 4.610.000 ha atau 24,9 % dari luas wilayah. Gambut adalah tanah yang terbentuk dari endapan bahan organik pada daerah cekungan dalam kondisi anaerob, jenuh air sehingga pelapukan sangat lambat sehingga akumulasi bahan organik lebih besar dari pelapukan. Tanah gambut memiliki tingkat kesuburan yang sangat rendah dan pH sangat rendah yaitu 3-3,2 dan jika kekeringan berubah jadi kering takbalik dan mudah terbakar, karenanya pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian harus dilakukan secara hati-hati.
Sistem pertanian yang sesuai untuk diterapkan di lahan gambut adalah pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan ialah suatu cara bertani yang mengintegrasikan secara komprehensif aspek lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat pertanian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola pertanian di lahan gambut adalah :

  •  Tanaman yang diusahakan sangat mudah hidup digambut.
  •  Tanaman menguntungkan secara ekonomi.
  •  Tehnologi yang dipakai harus ramah lingkungan.
  •  Tidak merusak gambut dan tidak menimbulkan asap.

Pemilihan Komoditas Pertanian di lahan gambut

  • Nenas dapat memberi hasil yang baik jika diikuti dengan industri dan pasar ekspor, meskipun penggunaan pupuk relatif rendah namun memberikan hasil yang baik seperti di rasau Jaya kabupaten Kubu Raya.
  • Produksi kelapa sawit di Kalimantan Barat masih rendah namun malaysia >25 ton/ha/th, pemupukan dan manegeman yang baik akan memberikan hasil yang tinggi.
  • Sayuran tropis disekitar pontianak, input tinggi hasil tingg.

 

Komponen teknologi pertanian di lahan gambut

  • Pembuatan parit drainase dengan kedalaman menyesuaikan kedalaman perakaran tanaman yang diusahakan sehingga gambut tidak terendam dan dapat menjadi media tanaman pertanian yang aerobic. Disamping itu dapat mengatuskan air sehingga meningkatkan pH tanah
  • Pembuatan amelioran abu kayu/abu bakar yg ramah lingkungan dengan gubuk pembakaran, untuk pembakaran terkendali. Amelioran ini berfungsi untuk meningkatkan pH gambut, dari 3,5 menjadi 5 atau 6 sehingga tanaman dapat hidup dan berproduksi, meningatkan hara tanaman Ca, K, Na dan P yang diperlukan tanaman, meningkatkan Kejenuhan basa tanah Minimal 30%, menekan racun pada tanah gambut seperti senyawa fenolat dan karboksilat dan menekan hama penyakit.
  • Pemberian pupuk anorganik, spt urea, pupuk phosphat, dll (Hrs, 2010)