RSS
Syndicate content

PERBANYAKAN BENIH SEDAP MALAM

Sumber Gambar: Dok. BPBHAT Diperta Jabar

Sedap Malam (Polianthes tuberosa L) termasuk dalam family amarylidaceae dari genus polianthes adalah tanaman yang berasal dari negara Meksiko, kemudian menyebar ke dataran eropa, afrika dan asia sampai ke Pulau Jawa.

Sejalan peningkatan perkembangan ekonomi masyarakat, maka kebutuhan akan bunga potong sedap malam meningkat pula, hanya pola permintaan konsumen cenderung tidak menentu. Puncak permintaan bunga sedap malam biasanya terjadi pada saat menjelang hari raya keagamaan. Untuk itu, dalam memproduksi bunga sedap malam perlu perencanaan yang matang agar sesuai dengan permintaan konsumen kapan pun dibutuhkan, sehingga dalam penyediaan benih tanaman sedap malam yang baik dan bermutu perlu direncanakan.

Syarat tumbuh tanaman sedap malam yaitu dapat tumbuh optimal di daerah dengan ketinggian antara 500-700 M dpl meskipun masih dapat tumbuh pula dengan ketinggian mencapai 1.500 M dpl yang memerlukan sinar matahari penuh. pH tanah berkisar 5,5-5,9 tipe tanah yang dikehendaki adalah liat, sifat tanah yang kaya humus, mengandung bahan organik tinggi, berstruktur remah, porositas dan kelembaban tinggi.

Sampai saat ini baru dikenal 2 (dua) varietas sedap malam, diantaranya :

1. Varietas yang rajin berbunga dengan susunan petal hanya satu lapis (berbunga tunggal) aroma bunga lebih menonjol dibandingkan dengan yang berbunga ganda seperti varietas albino (Biley, 1937);

2. Varietas berbunga ganda, tanamannya pendek + 60 Cm seperti the pearl (Perry, 1974).

Perbanyakan tanaman sedap malam biasanya menggunakan umbi dan pemisahan rumpun tanaman. Umbi sedap malam sering disebut rizoma yaitu tunas khusus yang tersusun dari aksis yang belum sempurna dan terbungkus oleh daun-daun yang berubah dan menebal yang disebut sisik umbi. Umbi-umbi kecil dapat berkembang menjadi umbi besar tapi tetap menempel pada umbi induknya, namun dapat dipisahkan serta ditanam sebagai tanaman sendiri.

Persyaratan yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan benih umbi yang baik adalah sebagai berikut :
1. Umbi berasal dari rumpun induk yang jelas varietasnya, berumur lebih dari 2 tahun;
2. Rumpun induk tumbuh normal, sehat, kokoh, produktif berbunga, tidak pernah terserang hama dan penyakit;
3. Umbi telah disimpan minimal 1-1,5 bulan, bernas, mengkilat, tidak terserang hama dan penyakit serta umbi telah bertunas;
4. Ukuran umbi yang baik untuk benih berkisar antara 2,5-3 Cm;
5. Rumpun induk yang terpilih untuk diambil umbinya dibongkar, buang seluruh daun-daunnya, dihilangkan akar dan tanah atau kotoran yang masih menempel;
6. Umbi dipisahkan dari rumpun induknya, dipilih ukuran atau berat umbi yang seragam;
7. Umbi dikumpulkan/ disimpan di tempat teduh dalam wadah tampah secara merata;
8. Umbi dikeringkan dengan cara disimpan di tempat yang kering/ dikering-anginkan di atas tungku dapur selama 1-3 bulan sampai umbi bertunas dan siap untuk ditanam.

Penanaman Tanaman Sedap Malam

 1. Lahan yang akan ditanami diolah dengan dicangkul kedalaman 30 Cm, diistirahatkan selama 1-2 minggu;
2. Pengolahan lahan diikuti dengan perataan dan pembuatan bedengan lebar 1 M, tinggi 0,2 M dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan;
3. Waktu tanam yang tepat awal musim kemarau atau akhir musim hujan, jarak tanam bervariasi dari (20x20) Cm sampai (30x30) Cm sesuai keadaan;
4. Benih ditanam dengan kedalaman antara 5 Cm sampai 6 Cm di bawah permukaan tanah serta ditutup tipis-tipis dengan tanah;
5. Pemberian pupuk organik (kandang atau kompos) dilakukan dua kali dalam setahun dengan dosis sekitar 10 Ton atau 1 Kg/ M2 per tahun, pemberian pupuk pertama dengan cara disebar merata di atas bedengan sebelum tanam dan pemberian ke-dua pada umur 6 bulan diberikan diantara barisan tanaman;
6. Pemberian pupuk buatan, nitrogen dosis 150-300 Kg N/ ha/ tahun, diberikan pada saat tanaman umur 1 bulan dan 4 bulan masing-masing 50 %-nya dan diulang lagi pada tahun berikutnya;
7. Fosfor dan kalium diberikan antara 200 sampai 300 Kg P2O5 dan K2O per hektar per tahun, pemberian dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada saat tanam, saat tanaman umur 3 bulan dan saat umur 6 bulan dengan masing-masing 1/3 bagian serta diulang tahun berikutnya.

Pemeliharaan Tanaman Sedap Malam

1. Penyiraman dilakukan terutama pada fase awal pertumbuhan bibit (1-2 kali sehari) tergantung keadaan tanah dan iklim;
2. Penyulaman dilakukan untuk tanaman yang mati/ tumbuh tidak normal, pada saat umur 5-15 hari setelah tanam, agar pertumbuhan bibit sulaman dapat seragam dengan bibit yang tumbuh lebih dulu;
3. Penyiangan dilakukan untuk membuang rumput liar yang tumbuh sekaligus dilakukan penggemburan tanah;
4. Perlindungan tanaman, beberapa jenis Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang potensial menyerang tanaman sedap malam antara lain hama ulat tanah, penyakit layu oleh cendawan fusarium sp dan busuk umbi oleh cendawan botrytis sp. Untuk memberantasnya dilakukan penyemprotan dengan pestisida selektif dan fungisida dengan dosis sesuai aturan.

(Penulis: Balai Pengembangan Benih Hortikultura dan Aneka Tanaman Provinsi Jawa Barat)