RSS
Syndicate content

PENYEMAIAN BENIH PADI

Sumber Gambar: BP4KKP kab. Pasaman Barat
Benih adalah gabah yang dihasilkan dengan cara khusus dengan tujuan untuk ditanam atau ditabur dipesemaian menjadi pertanaman.
Berdasarkan Peraturan Menteri pertanian No: 39 /PERMENTAN/OT.140/8/2006 dalam Sistim Sertifikasi benih di Indonesia terdapat Empat Kelas Benih yaitu:
  1. Benih Penjenis (BS), ditandai dengan label kuning, dimiliki dan diproduksi oleh Pemulia Tanaman di Balai Penelitian Komoditas atau oleh UPBS (Unit Produksi Benih Sumber)
  2. Benih Dasar (BD), ditandai dengan label putih, dimiliki dan diproduksi oleh BBI ( Balai Benih Induk atau Penangkar Benih yang mendapat rekomendasi dari BPSB, produsen benih Swasta /BUMN
  3. Benih Pokok (BP) ditandai dengan label ungu, dimiliki dan diproduksi oleh BBU ( Balai Benih Utama) ,Penangkar Benih yang mendapat rekomendasi dari BPSB, produsen benih Swasta /BUMN
  4. Benih Sebar (BR), ditandai dengan label biru, dimiliki dan diproduksi oleh BBU ( Balai Benih Utama) ,Penangkar Benih yang mendapat rekomendasi dari BPSB, produsen benih Swasta /BUMN
Dalam kegiatan budidaya padi "Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan produksi. Penyediaan benih tidak dapat dipandang hal yang mudah, karena seberapa maksimumnya pengeloaan unsur lain tanpa ditunjang dengan penyediaan benih unggul bermutu, sulit diperoleh hasil yang optimum.
Benih unggul bermutu adalah benih yang mempunyai sifat tingkat potensi hasil yang tinggi ,tingkat keseragaman, kemurnian dan adaptasi yang luas serta daya tumbuh tinggi, dan tahan terhadap hama peyakit. Penggunaan benih unggul bermutu memberikan kontribusi peningkatan produksi sampai 40 %.

Mengapa harus menggunakan benih bermutu ?

  • Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.
  • Benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan seragam
  • Ketika ditanam pidah, bibit dan benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar
  • Benih yang baik akan menghasilkan hasil yang tinggi

Benih Bermutu adalah benih yang baik dan benar. Dikatakan baik karena memiliki 3 kriteria yaitu baik secara genetik, fisik dan fisiologis.

1. Secara Genetik

  • Varietas asli
  • Murni dari satu varietas

2. Secara Fisik

  • Bersih tidak tercampur dengan biji gulma atau biji tanaman lain
  • Berukuran penuh dan seragam (bernas)
  • Bebas dari biji gulma, hama, penyakit dan bahan lain

3. Secara Fisiologi

  • Daya kecambah di atas 80 % dengan benih yang tumbuh kekar
  • Kekuatan tumbuh normal Benih benar adalah berlabel sesuai peruntukannya.

1.Persiapan Semai
a.Penetapan Lokasi / Tempat Persemaian
   Syarat Tempat

  • Lahan rata mudah untuk memberi dan membuang air, tidak ternaungi dan jauh dari lampu
  • Luas tempat pesemaian 4 % atau 1/25 dari luas sawah yang akan ditanami

b. Menentukan Kebutuhan Benih
    Faktor pertimbangan dalam menentukan kebutuhan benih adalah sebagai berikut:

  1. Luas lahan yang akan ditanami
  2. Sistim tanam
  3. Jarak tanam yang digunakan
  4. Jumlah tanam per rumpun
  5. Berat benih per 1000 butir
  6. Daya kecambah
  7. Jumlah benih Cadangan (%)

Kebutuhan benih per Ha
Kebutuhan benih untuk penanaman padi sawah umumnya berkisar antara 25 - 30 kg / Ha, untuk pengembangan Padi Gogo 40 Kg/ Ha dan Rawa Pasang Surut sangat dipengaruhi oleh kesetabilan lahan, namun umumnya relatif sama dengan kebutuhan benih untuk padi Sawah. Kebutuhan benih untuk penanaman padi dengan Metode SRI adalah 7 kg / ha