RSS
Syndicate content

Penggemukan Kambing

Sumber Gambar: BPTP Sulteng

Ternak kambing adalah ternak ruminansia kecil yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, karena ternak kambing dapat mengkonsumsi pakan berupa rerumputan, leguminosa, non leguminosa, sisa limbah pertanian, sisa limbah industri maupun sisa-sisa limbah dapur yang ada di sekitar rumah ataupun di tempat pembuangan sampah. Selain itu, lahan untuk pembuatan kandang tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya dibutuhkan ukuran kandang sebesar 1 x 1,2 m untuk kambing dewasa yang letaknya ditempatkan 6 meter di belakang rumah. Kambing kacang banyak dipelihara oleh petani/peternak di tingkat pedesaan wilayah propinsi Sulawesi Tengah. Walaupun sistem pemeliharaannya masih bersifat konvensional (ekstensif tradisional) dan masih merupakan usaha sampingan. Secara turun-temurun, masyarakat/peternak menyadari bahwa ternak kambing di Sulawesi Tengah sangat cocok dengan iklim dan ekosistem ternak kambing karena merupakan wilayah yang mempunyai sumber daya alam yang beraneka ragam, baik jenis rerumputan, leguminosa, non leguminosa, sisa limbah pertanian dan perkebunan yang dapat berfungsi sebagai sumber pakan ternak kambing yang berkualitas.
Pemilihan Calon Penggemukan
- Ternak kambing jantan, dengan berat badan awal 15-20 kg
- Sehat
- Bukan calon pejantan
- Nafsu makan tinggi
- Tidak cacat
- Warna bulu tidak suram
Kandang
Bentuk kandang, bisa berlantai tanah atau berlantai panggung (tergantung dari kemampuan petani/peternak) dengan ketentuan apabila berlantai tanah, tidak boleh becek sehingga harus berada pada tempat yang agak tinggi sehingga tidak tergenang air
Ukuran kandang adalah 1 x 1,2 m/ekor unit ternak
Dapat dilakukan kandang battery atau kandang kelompok (5-10 ekor/kelompok)
Harus tersedia bak makanan/penguat/mineral
Harus tersedia bak air minum bersih
Pakan dasar
- Jenis rerumputan ± 50%
- Pakan tambahan ± 45%
- Konsentrat ± 5%
- Mineral ± 0,3%
Jenis-jenis rumput
- Rumput alam
- Rumput potongan : (Rumput Gajah, rumput Raja, rumput Benggala dan rumput Setaria
Jenis pakan tambahan (leguminosa) : Gamal, kaliandra, turi, sentrosema, Calopogonium
Jenis non leguiminosa : Daun nangka, Daun pisang, daun angsana
Jenis hasil ikutan pertanian/perkebunan : Jerami padi, Jerami kacang tanah/kedelai, Kulit buah kakao, Kulit pisang, Kulit nangka, Sisa sayur-sayuran
Pakan konsentrat
Pakan konsentrat sangat perlu diberikan pada saat penggemukan untuk merangsang pertumbuhan, baik sebagai sumber energi maupun sebagai sumber protein yang dapat berupa Dedak padi (halus), Bungkil kelapa, Bungkil kedele dan Jagung giling.
Mineral sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dalam penggemukan ternak kambing antara lain: Pikuten 5 gram/ekor/hari (tepung tulang), NaCl (garam dapur 10 - 20 gram/ekor/hari atau disiapkan dalam kandang secara terus-menerus.
Air minum mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan setiap mahluk hidup. Oleh sebab itu, air minum ini harus mendapat perhatian khusus untuk ternak kambing yang digemukkan sehingga di dalam kandang penggemukan bak air minum ini harus tersendiri dan setiap hari harus diganti untuk menghindari kontaminasi bakteri atau virus yang dapat membahayakan ternak peliharaan.

KESEHATAN
Kesehatan ternak harus menjadi perhatian khusus dalam proses penggemukan, mulai dari seleksi calon ternak yang akan digemukkan sampai pada proses penggemukan, tindakan pertama yang dilakukan adalah:
1. Vaksinasi ternak
2. Injeksi dengan antibiotik dan level Bocap dengan dosis 2 - 3 ml/ekor
3. Pemberian obat cacing (baca aturan pakai) yang berdasarkan bobot badan
4. Pembasmian ektoparasit, seperti kutu, tungau dan caplak

PENCEGAHAN,PENGENDALIAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT
Penyakit kulit biasa disebabkan oleh caplak, kutu, tungau. Oleh sebab itu, ternak harus diawasi termasuk kandang dan lingkungan sanitasinya agar tetap bersih dan kering, Pembersihan kandang dilakukan secara teratur, hindari kontak langsung dengan ternak sakit, pindahkan ternak sakit ke tempat khusus.
Pengobatan:
Obat komersial : membasmi kutu, tungau dan caplak dengan menggunakan Neguron 100 - 500 mg/kg bobot badan. Dapat menggunakan tablet (oral) atau dioleskan pada bagian kulit yang terserang. Ivomee disuntikkan di bawah kulit (sub kutan) sebanyak 1 ml/10 kg bobot badan
Obat tradisional: Menggunakan belerang 1 kg + 1 ons + 10 ml minyak kelapa, Penggunaan sari tambahan 0,5 liter + 10 ml minyak kelapa
Parasit cacing
Berbagai jenis cacing yang sering menyerang ternak kambing, terutama pada daerah-daerah yang becek. Kelembaban tinggi dan pada musim hujan ternak kambing adalah ternak yang rentan terhadap berbagai jenis cacing.
Pencegahan adalah menjaga kebersihan kandang dan jangan mengambil jenis pakan pada pagi hari.
Pengobatan:
Komersial : Concurat, Neguvon dan Devenix (baca aturan pemakaian)
Obat tradisional : serbuk buah pinang 10 - 15 gram (untuk anak kambing umur 3 bulan) dan 20 - 30 gram dilarutkan dalam air minum atau dicampur dengan pakan (untuk kambing dewasa)
Kembung perut disebabkan oleh meningkatnya gas dalam lambung sehingga menyebabkan terganggunya saluran pernapasan ternak. Penyakit ini sering timbul di daerah-daerah dengan kelembaban tinggi, musim hujan, pakan basah atau ternak digembalakan terlalu pagi. Penyakit ini banyak menyebabkan kematian. sebagai akibat pengetahuan peternak kambing, penyakit ini masih sangat terbatas. Penyakit kembung perut bisa juga disebabkan oleh pakan yang mempunyai kandungan protein tinggi dan berlebihan.
Pencegahan dan pengendalian adalah jangan berikan pakan basah pada ternak dan sebelum memberi konsentrat atau pakan tambahan, harus diberikan jenis rumput kering terlebih dahulu
Pengobatan:
Komersial : Poloxadena dan Rumoxane, ada aturan pakai sesuai bobot ternak
Tradisional: Ternak dibaringkan kemudian dipijat dan digosok dengan minyak biji rami dan minyak kacang, Masukkan selang halus dalam tenggorokan sampai lambung kemudian perut ditekan sampai gas keluar, oleskan minyak kelapa pada mulut botol kecil, kemudian masukkan pada anus ternak lalu tekan bagian perut
(Sumber: BPTP Sulteng)