RSS
Syndicate content

PENGENDALIAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH PADA TANAMAN PALA

Sumber Gambar: Balittri dan UNDP 2011
Jamur akar putih adalah Jamur patogen yang banyak menyerang tanaman perkebunan diantaranya karet, teh, kopi, kakao, kelapa, kelapa sawit, mangga, nangka, ubi kayu, jati, cengkeh, lamtoro, dadap, akasia dan durian.
Gejala serangan Jamur Akar Putih pada tanaman pala adalah daun terlihat pucat kuningdan selanjutnya gugur serta ujung ranting menjadi mati.
Pada perakaran tanaman sakit tampak benang-benang miselium jamur (rizomorf) berwarna putih, kadang-kadang membentuk tubuh buah mirip topi, berwarna putih kekuning-kuningan pada pangkal akar tanaman.
Tubuh buah berbentuk kipas tebal, agak berkayu, mempunyai zona-zona pertumbuhan, sering mempunyai struktur serat yang radier, mempunyai tepi yang tipis.Warna permukaan atas tubuh buah dapat berubah tergantung dari umur dan kandungan airnya. Pada waktu masih muda berwarna kuning jernih atau putih kekuningan, dan sudah tua berwarna coklat kehijauan. Pada serangan berat, akar tanaman menjadi busuk sehingga tanaman mudah tumbang dan mati. Kematian tanaman sering merambat pada tanaman tetangganya.Penyakit akar putih sering dijumpai pada tanaman yang kurang dirawat, terutama pada pertanaman yang bersemak, banyak tunggul atau sisa akar tanaman dan pada tanah gembur atau berpasir.

Penyebaran :
1) Penularan jamur biasanya berlangsung melalui kontak akar tanaman sehat ke tunggul- tunggul, sisa akar tanaman atau perakaran tanaman sakit
2) Terbawa air hujan
3) Binatang, alat-alat pertanian
4) Benih yang membawa inokulum pada tanahnya.

Pengendalian penyakit.
1. Gali tanah di sekitar perakaran pohon terserang
2. Taburkan Trichoderma 100 - 150 g/pohonataumenggunakanInsektisidaNabatiseperti CEES
3. Tutup hasil taburan dengan tanah
4. Jika serangan Jamur Akar Putih sampai ke pangkal batang, kupas kulit batang kemudian semprot dengan insektisida
5. Amati hasil pengendalian minimal 3 bulan setelah aplikasi
6. Jika serangan berlanjut, lakukan pengendalian dengan carayang sama
7. Potong dan bakar pohon yang sudah mati
8. Taburkan Trichoderma di sekitar tunggul yang sudah lapuk
9. Jangan langsung lakukan penanaman bibit pala di sekitar bekas tanaman terserang
10. Untuk memutus siklus Jamur Akar Putih, lakukan penanaman dengan tanaman yang bersifat antagonis terhadap Jamur Akar Putih
11. Lakukan pemeliharaan tanaman sesuai petunjuk budidaya anjuran
12. Lakukan monitoring secara berkala
13. Lakukan sanitasi lingkungan

Melakukan penanaman tumpang sari.
1. Bukan inang hama penyakit
2. Mempunyai nilai ekonomi tinggi
3. Tidak bersifat merugikan/kompetisi
4. Sesui secara ekologi
5. Tanaman bersifat antagonis terhadap jamur akar putih.

Tanaman tumpang sari yang dianjurkan antara lain :
1. Kunyit
2. Jahe
3. Sari Wangi
4. Lengkuas
5. dll
(Sumber: UNDP dan BALITTRI)