RSS
Syndicate content

Pengembangan Jamur Tiram di Desa Tanjung Lago

Sumber Gambar: Mursidawati/Bakorluh Sumsel

JAMUR TIRAM Si PUTIH YANG MENJANJIKAN

Dalam rangka meningkatkan pendapatan petani di desa Tanjung Lago  Kecamatan Banyuasin I,   Bakorluh Sumatera Selatan yang difasilitasi dana Feati, mengembangkan budi daya jamur tiram.   Alasan pemilihan pengembangan jamur tiram tersebut, dengan pertimbangan:                        1.  Mudahnya mendapatkan  bahan baku media.   2.   Modal relatif kecil.    3.  Tidak memerlukan lahan yang luas.  4.  Pemasaran cukup menjanjikan.  5.  Budidaya tidak memerlukan waktu yang lama.

Langkah-langkah kerja :    1. Siapkan  serbuk  gerjagi   yang sudah diayak dan dipastikan tidak mengandung  minyak/oli atau getah serta kotoran lainnya.    2.  Kemudian  dicampur dengan  5 - 15% dedak halus,  1 - 20% CaCO3,  0,5 -2% gip (CaSO4) dan dapat juga ditambahkan tepung jagung, lalu aduk sampai rata,.   3. Masukkan media tersebut  kedalam plastik berukuran 18 x 25 x 0,3 Cm dan dipadatkan, lalu lipat ujung plastik sehingga tertutup.     4. Pasteurisasi/dikukus selama 3 - 5 jam dengan temperatur  90 - 100   derajat  Celcius  atau menggunakan autoclap selama 2 jam dengan suhu 120derajat  Celcius.   5.  Inokulasi/ penanaman bibit  kedalam log produkisi 1 - 2 sendok, yang ditabur secara merata dipermukaan media tanam kemudian log diberi cicin paralon, lalu disumbat dengan kapas dan diikat dengan karet.  6.. Susun diruang inkubasi yang telah disterilkan dengan menyemprotkan alkohol dengan suhu 24 - 29 derajat Celcius tanpa cahaya.  7. Miselium akan tumbuh dalam waktu 30 - 35 hari.