RSS
Syndicate content

PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN PADI

Sumber Gambar: Dok. BPTP Jambi
Kegiatan panen dan pasca panen bertujuan mempertahankan mutu produk agar tetap prima sampai ke tangan konsumen, menekan losses atau kehilangan karena penyusutan dan kerusakan, memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai ekonomis padi.
Kegiatan penanganan panen dan pasca panen umumnya masih belum cukup baik dilakukan oleh petani. Saat ini, kegiatan panen dan pasca panen di tingkat petani umumnya dilakukan secara tradisional dengan alat yang sederhana.
Tujuan pasca panen padi:
Untuk menekan kehilangan hasil baik secara kuantitas maupun kualitas.
1.Secara Kuantitas: Mengurangi susut tercecer pada semua proses kegiatan pasca panen yang dilakukan (diakibatkan karena proses yang kurang baik, sehingga banyak gabah yang tercecer selama proses penanganan pasca panen);
2.Secara Kualitas: Menjaga mutu padi supaya tetap sama seperti pada waktu panen (kehilangan diakibatkan karena kerusakan biji gabah seperti gabah berjamur, gabah busuk, gabah hitam dll)
Penanganan panen dan pasca panen padi meliputi tahapan kegiatan:
1.Pemanenan
2.Penumpukan dan pengumpulan
3.Perontokan
4.Pengeringan
5.Penggilingan
6.Penyimpanan
Kehilangan hasil dalam proses pasca panen tinggi disebabkan:
1.Keterlambatan penanganan pascapanen;
2.Keterbatasan teknologi penanganan pasca panen yang dapat diadopsi petani;
3.Keterbatasan pengetahuan petani tentang pentingnya penanganan pasca panen;
4.Alsintan relatif mahal.
Teknologi pasca panen padi :
1.Suatu sistem atau cara untuk penyelamatan hasil padi dan mengolahnya menjadi komoditas yang bermutu, siap dikonsumsi, dan dapat pula meningkatkan daya guna hasil;
2.Dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan kemampuan petani untuk memanen, merontok, membersihkan, mengeringkan, menyimpan, dan memberaskan serta meningkatkan mutu hasil panen maupun hasil olahan.
Oleh karena itu, perbaikan sistem pengelolaan tanaman secara terpadu disertai pengembangan teknologi pemanenan dan penanganan pasca panen merupakan salah satu unsur yang diperlukan untuk mencapai mutu produk yang baik.
Ditulis oleh: Lidya Febrina, S. Pt (PPL Desa Pasar Terusan Kec. Muara Bulian)
(Sumber: BPTP Jambi)