RSS
Syndicate content

Pembuatan MOL Bonggol Pisang

Sumber Gambar: Dok. : BPP Suruh

Bahan organik tanah merupakan bahan esensial yang tidak dapat digantikan bahan lain dalam tanah. Selain perannya dalam mempertahankan atau memperbaiki sifat fisik tanah (tekstur dan struktur tanah), bahan organik mendukung kehidupan mikroorganisme / makroorganisme tanah dan sebagai sumber nutrisi bagi makhluk hidup di dalam tanah termasuk tanaman.

MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah cairan dari bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikroorganisme yang sengaja dikembangkan dari mikroorganisme yang berada di tempat tersebut. MOL berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organik dan sebagai tambahan nutrisi bagi tumbuhan. Berdasarkan penelitian, bahan ini mengandung zat/hormone yang dapat merangsang pertumbuhan dan mampu mendorong perkembangan tanaman.


Berbagai jenis MOL dikembangkan dari bahan-bahan alami yang selama ini terbuang begitu saja. Dengan memanfaatkannya sebagai bahan pembuatan MOL, maka kita tidak hanya mengurangi jumlah limbah di sekitar kita, tetapi juga mengubah limbah menjadi bahan yang berdaya guna. Berikut ini adalah MOL yang dibuat dengan bahan baku dari bonggol pisang.

Peralatan :
1. Drum plastik berpenutup rapat
2. Kayu pengaduk
3. Botol (Aqua 1,5 l)
4. Selang plastik kecil
5. Airator

Bahan :
1. 5 liter air leri beras
2. 5 liter air kedelai
3. 3 kg bonggol pisang
4. 1 buah mojo atau gula merah 2 ons atau tetes tebu 1 liter

Cara Pembuatan:
1) Bonggol pisang dicacah, ditumbuk dan diremas lalu masukkan drum.
2) Masukkan air leri beras dan air kedelai ke dalam drum.
3) Buah mojo diremas atau gula merah atau tetes tebu lalu masukkan drum.
4) Campur semua bahan sampai rata.
5) Drum ditutup rapat dengan diberi lobang udara sehingga selang plastik dapat dimasukkan dan dihubungkan ke botol Aqua yang sudah diisi air
6) Setelah 10-15 hari cairan sudah bisa di gunakan

Aplikasi :
Penyemprotan dilakukan pada pagi/sore hari dengan konsentrasi 400 cc cairan (= 2 gelas Aqua) dicampur 14-15 liter air tawar pada umur 10 HST, 20 HST, 30 HST dan 40 HST. Cocok digunakan pada tanaman pangan dan palawija (padi, jagung, kedelai, dll) sebagai zat perangsang pertumbuhan pada fase vegetatif.

Oleh: Endriyas Widyaningsih, SP. / THL-TB PP pada BPP Kec. Suruh Kab. Trenggalek