RSS
Syndicate content

PEMBUATAN BOKASI ( oleh: Ir. PAULUS DUKU SIAMPA, MS )

Sumber Gambar: DOK. Ir. Paulus Duku Siampa, MS ( Peny. Pert. Madya )

I. PENDAHULUAN

Kota Palopo mendapat predikat sebagai Kota Sehat, salah satu tolok ukurnya adalah keberhasilan Kota Palopo memasyarakatkan teknologi pertanian organik dalam memproduksi sayuran yang sehat untuk dikonsumsi karena bebas dari residu bahan kimia, kualitas lingkungan biologis membaik. Bahkan Kota Palopo telah mendapat Piala Adipura, salah satu indikatornya adalah keberhasilan mengelola lingkungan termasuk Teknologi Komposting yang dimasyarakatkan untuk mendukung Program Ketahanan Pangan.
Upaya Kota Palopo memasyarakatkan teknologi pertanian organik secara khusus pada budidaya sayuran adalah implementasi darii Program Ketahanan Pangan, Meningkatkanan Pendapatan dan Kesejahteraan Petani, dan Melestarikan lingkungan Hidup. Langkah konkrit yang telah dilakukan adalah memasyarakatkan teknologi EM-4 dalam pembuatan Bokasi sebagai pupuk organik dan Ekstrak tanaman sebagai Pestisida Nabati.

II. BOKASI

Bokasi hampir sama dengan kompos, namun bokasi dibuat dengan memfermentasikan bahan organik dengan EM4. Bokasi dapat digunakan 5-6 hari setelah perlakuan fermentasi untuk meningkatkan produksi tanaman walaupun bahan organiknya belum terurai seperti pada kompos. Apabila bokasi dimasukkan kedalam tanah, bahan organiknya dapat digunakan sebagai pakan oleh mikroorganisma efektif untuk berkembang biak dalam tanah, sekaligus sebagai tambahan persediaan unsur hara bagi tanaman.
Bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat bokasi adalah; Dedak padi, dedak jagung, tepug jagung, sekam padi, kulit kacang, jerami, ampas kelapa, rumput, serbuk gergaji, sabut kelapa, tepung ikan. Kotoran semua jenis ternak, , dan bahan organik lainnya. Dari semua bahan tersebut yang mutlak harus ada adalah EM4, Dedak padi, dan gula/molasses.

III. CARA MEMBUAT BOKASI.

Secara umum langkah kerja membuat bokasi sbb:
1.Tempat pembuatan bokasi harus beratap sehingga tidak dihujani
jika turun hujan.

2.Larutkan gula kedalam air lalu masukkan EM4 dan aduk sampai
rata. Hal ini dilakukan minal 1 jam sebelum digunakan untuk
mengaktifkan bakteri fermentasi pada EM4. Dianjurkan
menggunakan air sumur /air sungai bukan air ledeng (air dari
PDAM)
3.Bahan organik seperti jerami, batang oisang dll dipotong-
potong sepanjang 2-5 cm.
4.Bahan yang sudah dipotong-potong dicampur dengan bahan lainnya
seperti kotoran ternak dan bahan lainnya serta dedak
padi/dedak jagung lalu diaduk sampai rata.
5.Air+ gula+EM4 (1) ditambahkan lagi air secukpnya lalu disiram
pada bahan yang telah diaduk (3) dengan menggunakan gembor
atau kaleng yang telah dilobangi paku sambil diaduk hingga
kadar air + 30 % yang ditandai dengan mengepal bahan yang
telah diaduk dengan tangan dan terasa basah merata tetapi air
tidak menetes. Bila masih kurang basah, tambahkan air biasa
(tanpa larutan gula dan EM4). Jika bahan yang digunakan
kandungan airnya tingi seperti batang pisang, maka air yang
digunakan sedikit pula. Perlu digaris bawahi bahwa jika
kandungan air berlebih maka proses fermentasi tidak
berlangsung dengan baik.
6.Adonan (4) dihamparkan diatas lantai semen, jika lantai tanah
harus dialas dengan terpal atau karung bekas dan sejenisnya
dengan ketinggian + 20 cm, lalu ditutupi dengan terpal atau
karung bekas atau penutup yang ada dilokasi pembuatan
bokasi.
7.Setiap hari dilakukan pengadukan dan suhu adonan dipertahankan
sekitar 40 – 50 0 C indikatornya adalah masukkan tangan
kedalam adonan. Akan terasa panas sedikit menyengat tetapi
masih dapat ditahan. Jika suhu terlalu tinggi segera diaduk
dan tinggi adonan dikurangi.

8.Demikian seterusnya dilakukan pengadukan setiap hari sampai
hari ke-5, tutup dibuka diangingkan, dan siap digunakan. Suhu
tertinggi biasanya pada hari ke-2 – ke-3. Hari ke-4 suhu mulai
turun.
9.Sebagai pedoman umum dalam pembuatan bokasi untuk 1 ton bahan
organik, membutuhkan 1 liter EM4, Dedak halus + 50 kg, gula
pasir/gula merah + 250 gram, air secukupnya.

IV. CARA PENGGUNAAN BOKASI

1.Pada lahan sawah bokasi dihamburkan pada lahan sebelum
pembajakan dengan dosis 10 – 15 ton/ha.
2.Pada lahan sayur kangkung dan bayam dihambur dengan dosis 1
kg/m2 setelah bedengan jadi, lalu dicangkul ringan untuk
mencampur bokasi dengan tanah.
3.Pada tanaman terung, tomat, cabe dll bokasi dicampur tanah
pada lobang tanam sebelum penanaman sebanyak 2 genggam.

V. PRAKTEK PEMBUATAN BOKASI.
1. Bahan-bahan
• Kotoran Kambing (200 Kg)
• Jerami (100 Kg)
• Dedak (25 Kg)
• EM4 (300 ml)
• Gula Pasir (20 sendok)
2. Peralatan yang digunakan
• Ember
• Parang
• Skop
• Timba

VI. CARA PEMBUATAN (LANGKAH KERJA)
1.Larutkan gula pasir kedalam air minimal 1 jam sebelum
pembuatan Bokasi.
2.Masukkan EM4 kedalam larutan Gula.
3.Lalu diaduk
4.Bahan organik (Anek rumput/daun gamal) dipotong sepanjang
2-5 cm.
5.Kotoram Kambing, rumput yang telah dipotong-potong, dedak
dicampur jadi satu dan diaduk sampai rata.
6.Air yang telah dimasukkan Gula dan EM4 (1) dengan menggunakan
Gembor disiramkan pada bahan yang telah diaduk sampai kadar
air 30 %.
7.Hamparan setinggi ± 20 cm lalu ditutup dengan terpal/karung
bekas dan beri pemberat agar tutup tidak terbuka pada saat ada
angin.
8.Demikian seterusnya dulakukan pengadukan setiap hari sampai
hari ke-5, tutup dibuka dianginkan, dan siap digunakan. Suhu
tertinggi biasanya pada hari ke-2 sampai ke-3. Hari ke-4 suhu
mulai turun.

admin- RIDHOAN