RSS
Syndicate content

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN BERTANAM SAYURAN DALAM POT(POLIBAG)

Menurut Wikipedia pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dengan sebuah bangunan. Tanah ini dapat di plester, dipakai untuk berkebun, ditanami bunga, atau terkadang memiliki kolam. Pekarangan bisa berada didepan, belakang atau samping sebuah bangunan, tergantung seberapa besar sisa tanah yang tersedia setelah dipakai untuk bangunan utamanya.

Ada beberapa peranan pekarangan, diantaranya:
1. Pekarangan Sebagai Ekosistem Pertanian
   Pekarangan biasanya ditanami berbagai jenis tanaman seperti tanaman pangan, sayuran,   obat serta rumput untuk ternak. Selain tanaman di pekarangan juga dipelihara berbagai jenis hewan, sehingga pekarangan dapat dikatakan sebagai ekosistem petanian
2. Pekarangan Sebagai Sumber Gizi Keluarga
   Pekarangan juga memainkan peranan penting bagi pemenuhan gizi keluarga terutama bagi masyarakat pedesaan. Pekarangan juga dapat ditanami berbagai sumber pangan sehingga pekarangan biasa disebut juga lumbung hidup, warung hidup dan apotek hidup. Untuk menghasilkan bahan pangan, tanaman tersebut dapat ditanam langsung dikebun atau didalam pot/ polybag.
3. Pekarangan Sebagai Faktor Pendukung Mutu Kehidupan Dan Ketenangan
   Tempat tinggal dan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman merupakan faktor penting yang mempengaruhi mutu kehidupan manusia secara keseluruhan. Manusia akan lebih rileks jika berada di tengah pekarangan yang dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan karena dapat memberikan udara yang segar.
4. Pekarangan Sebagai Sumber Pendapatan Keluarga
   Walaupun dewasa ini luas pekarangan per keluarga semakin menyempit namun bukan berarti tidak bisa mengusahakan lahan pekarangannya sebagai modal dalam menghasilkan tambahan pendapatan untuk keluarga. Salah satunya dengan cara bertanam sayuran dalam pot/ polybag.
5. Pekarangan Sebagai Penyedia Bahan Bangunan dan Kayu Bakar
   Tanaman tahunan bisa ditanam di pekarangan walaupun hanya tanaman-tanaman tertentu seperti melinjo (Genetum gnemon), kelapa (Cocos nucifera), mangga (Mangifera indica) dan lain-lain. Selama produksi atau masih berbuah maka rantingnya bisa digunakan sebagai kayu bakar. Apabila produksi buahnya sudah mulai menurun, batang utamanya dapat dijadikan bahan bangunan. (Sumber: Materi Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan dengan Apotek Hidup atau Warung Hidup).
    Menanam sayuran dalam pot (polybag) sangat mudah karena tidak memerlukan banyak tempat, sehingga sangat cocok ditanam di pekarangan.

Beberapa langkah dalam menanam sayuran dalam pot (polybag) diantaranya:
a. Memilih Jenis Sayuran
   Ada dua jenis sayuran yaitu:
- Sayuran buah diantaranya: cabai, tomat, pare, terung, kacang panjang, dll
- Sayuran daun diantaranya: bayam, seledri, caisim, bawang daun, dll
b. Menyiapkan Pot/ Polybag
   Wadah yang siap pakai : pot, ember, kaleng, polybag, botol air mineral dll
c. Menyiapkan Media Tanam
   Gunakan media tanam yang mudah didapat di lingkungan sekitar diantaranya : tanah, sekam dan pupuk kandang matang dengan perbandingan 1:1:1.
d. Penanaman
- Siram media tanam
- Penyemaian: Sebarkan benih yang akan ditanam diatas media tanam
- Setelah tumbuh bibit, cabut dan benamkan bibit ke dalam media tanam
- Selesai penanaman segera dilakukan penyiraman.
e. Pemeliharaan
- Pemeliharaan relatif sama dengan di lahan
- Pemupukan sesering mungkin yaitu setiap 2 – 3 hari sekali dengan dosis serendah mungkin jika menggunakan pupuk kimia, tetapi untuk pemupukan ini disarankan untuk mulai menggunakan pupuk organik kembali “Back To nature” sehingga akan menghasilkan sayuran yang organik.
f. Pemanenan
   Umur dan cara pemanenan sama seperti di lahan.

Pemanfaatan lahan pekarangan dengan bertanam sayuran dalam pot sudah dilakukan oleh beberapa petani Desa Sukajadi, salah satunya oleh Bapak Ridwan. Petani yang ada di Kp. Keranding ini memanfaatkan pekarangan depan rumahnya dengan menanam jenis sayuran buah yaitu cabai besar dan cabai rawit dalam polybag, sehingga memberikan nilai plus untuk keluarganya. Walaupun tidak untuk dijual tetapi dapat memenuhi salah satu kebutuhan pokok dalam rumah tangga. Semoga apa yang dilakukan oleh bapak Ridwan dapat dicontoh oleh petani-petani yang lain di Desa Sukajadi pada khususnya dan petani di seluruh Indonesia pada umumnya. Berharap pertanian pada lahan pekarangan dapat optimal dalam pemanfaatannya....amiin!!

(Materi ditulis oleh : Yenie Nofiantie, SP, THL-TBPP Kecamatan Sukakarya Kab. Bekasi).