RSS
Syndicate content

MENGENAL POHON TREMBESI SI PENYERAP CO2

Sumber Gambar: mios document

Akhir-akhir ini pemerintah, dalam gerakan one man one tree menggalakkan penanaman pohon trembesi (Samanea saman) di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang pohon trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton karbondioksida (CO2) per tahunnya. Bahkan di Istana Negara, terdapat 2 batang pohon trembesi yang ditanam oleh presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang masih terpelihara dengan baik hingga kini.

Ciri-ciri Pohon Trembesi

Pohon trembesi mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20m. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman.
Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip.
Bunga trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5mm berwarna coklat kehitaman.

Pemanfaatan Pohon Trembesi

Pohon trembesi banyak ditanam di pinggir jalan dan pekarangan yang luas sebagai pohon peneduh. Oleh Perum Perhutani, pohon trembesi banyak ditanam sebagai pohon peneduh tempat penimbunan kayu (TPK).

Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global.

Batang trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang bias disebut "Mindhik" (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kuaci) juga berkasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai kasiat untuk mengobati penyakit kulit.

Sayangnya pohon ini mempunyai jaringan akar yang besar dan luas sehingga sering kali merusak bangunan disekitarnya. Selain itu tajuknya yang lebar dan daunnya yang rimbun seringkali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya.

Di Madagaskar, trembesi tumbuh menjadi tanaman pelindung untuk kakao, kopi, patchouly dan vanila. Pemanfaatan Trembesi (Rain Tree) di Indonesia hanya digunakan sebagai pengganti kecambah, pelindung jalan, dan hutan kota.
Kayu Trembesi bisa digunakan sebagai kayu industri atau komersial yang mempunyai karakteristik tekstur kaya yang lebih lembut, terang dan kuat. Trembesi dapat digunakan untuk furniture, bahan dasar kerajinan mangkok, dan hiasan untuk interior rumah, dan juga patung.

Berdasarka penelitian Hartwell (1967-1971) di Venezuela, akar tremesi dapat digunakan sebagai obat tambahan saat mandi air hangat untuk mencegah kanker. Ekstrak daun Rain Tree dapat menghambat mikrobakterium Tuberculosis (Perry, 1980) yang dapat menyebabkan sakit perut. Rain Tree juga dapat digunakan sebagai obat flu, sakit kepala dan penyakit usus.

Pembibitan

Perkembangbiakan trembesi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu pembibitan (metode yang biasanya digunakan). Pemotongan dahan, ranting, batang dengan cara pencangkokan.

Proses pembibitan untuk skala besar dapat menggunakan biji Trembesi (Rain Tree) dengan cara :

Pembibitan biji tanpa perlakuan
- Perkecambahan biji akan tumbuh dengan baik sekitar 36-50% tanpa perlakuan.
- Perkecambahan biji tanpa perlakuan akan tumbuh di tahun pertama penyimpanan biji (Seed Storage).

Pembibitan biji dengan perlakuan
Pembibitan biji dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu pada biji trembesi untuk mendapatkan hasil yang baik dan lebih cepat. Ada 2 macam perlakuan (yang penulis ketahui) untuk mendapatkan hasil yang lebih baik yaitu :

- Memasukkan biji dalam air selama 1-2 menit dengan suhu 80oc (176of) dengan volume air 5x lebih banyak dari volume biji, aduk biji kemudian keringkan. Rendam biji dalam air hangat dengan suhu 30-40oc (86-104of) selama 24 jam. Metode ini akan membantu perkecambahan biji 90-100%. Skarifikasi biji (pengelupasan biji) akan tampak 3-5 hari setelah perlakuan dengan menyimpannya dalam tempat teduh dengan pemberian air yang konstan untuk membantu pertumbuhan biji.

- Biji sudah siap untuk ditanam setelah perkecambahan. Saat itu panjang kecambah 20-30m. Bibit yang mempunyai diameter > 10mm dapat lebih bertahan dari air hujan. Perkiraan ukuran bibit saat penanaman yaitu ketika mempunyai tinggi sekitar 15-30cm (6-12 inci) dengan panjang akar sekitar 10cm (4 inci) dan panjang batang mencapai 20cm (8 inci). Diameter batang dari bibit harus mencapai 5-30mm. Penanaman ini dapat dilakukan di pasir (tempat pembibitan) atau ditaman di polybag yang berukuran 10-20cm dengan komposisi 3:1:1 (tanah : pasir : kompos).

Perawatan bibit diperlukan untuk menjaga bibit agar bisa tumbuh besar terutama dari serangan hama dan terpaan angin. Perawatan ini dilakukan sampai trembesi menjadi lebih tinggi dan siap untuk melindungi.

SUMBER ; SINTA No. 3346, edisi 17-23 Maret 2010, Th. XL
(Oleh Ketut Subamia, SP. PP Kab. Bangli).