RSS
Syndicate content

MEMBUAT BIO GAS DARI KOTORAN TERNAK SAPI

Sumber Gambar: Md.Widiada
Limbah kotoran ternak adalah salah satu jenis limbah  yang dihasilkan dari kegiatan peternakan.  Limbah ini mempunyai andil  dalam pencemaran, karena limbah kotoran ternak sering menimbulkan masalah lingkungan yang mengganggu kenyamanan hidup masyarakat disekitar peternakan.  Gangguan tersebut berupa bau yang tidak sedap yang ditimbulkan oleh gas, terutama gas amoniak (NH3) dan gas Hidrogen Sulfida  (H2S).  Kedua gas tersebut dalam konsentrasi tertentu akan mengganggu ternak dan peternaknya.  Ternak yang menghirup kedua gas tersebut akan mengalami gangguan pada saluran pernafasan  yang mengakibatkan ternak menjadi lebih peka terhadap serangan penyakit, pertumbuhannya menjadi lambat dan kemauan kawin terutama pada ternak jantan menurun.  Pada manusia 
kedua gas tersebut mengakibatkan gangguan pada saluran pernafasan yang disertai dengan reaksi fisiologis tubuh yang ditandai dengan perut merasa mual, sakit kepala, batuk-batuk dan berkurangnya nafsu makan.   Namun disamping dampak yang disebabkan oleh limbah ternak tersebut, juga limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energy yang mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia, bila diberi sentuhan teknologi, berupa pengolahan menjadi biogas.  Karena hampir setiap rumah tangga akan membutuhkan gas ini untuk keperluan sehari-hari untuk kompor dan penerangan.  Oleh karena itu alangkah baiknya limbah ini kita manfaatkan dengan teknologi sederhana untuk dijadikan biogas, seperti apa yang telah dilakukan oleh para peternak sapi dimasing-masing kelompok di WKPP Angkah wilayah BP3K Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan.  Limbah peternakan sapi yang dihasilkan oleh para petani di Desa Angkah  bermacam-macam jenisnya seperti kotoran ternak sapi, air kencing sapi), sisa pakan ternak (rumput, jerami, dedaunan), serta air bekas memandikan sapi dan cucian kandang.
Desa Angkah Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan terdiri dari 8 (delapan) Banjar Dinas.  Pada saat ini sudah terbentuk 7 (tujuh) kelompok tani ternak sapi di masing-masing Banjar Dinas  dan sudah tersebar instalasi biogas dari bahan beton maupun fiber.  Gas yang sudah dihasilkan dari masing-masing instalasi tersebut, betul-betul sudah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga seperti memasak dan sebagai penerangan, sehingga Desa Angkah dirancang sebagai Desa Mandiri Energi.  Adapun langkah-langkah pembuatan biogas ini dapat diuraikan secara singkat , 
dengan perlengkapan-perlengkapan sbb:
1. Inlet
Merupakan tempat (Tangki) untuk mencampur kotoran dan air dengan perbandingan 1:1.  Pada Inlet ini dilengkapi    
dengan pipa untuk mengalirkan campuran tersebut ke dalam tangki reactor.
2. Tangki reactor.
Merupakan tempat penampungan campuran kotoran sapi dan air yang merupakan ruang hampa udara,  dimana
pada tempat ini terjadi fermentasi sehingga terbentuk gas.
Pada tangki reactor ini terdiri dari beberapa komponen yaitu :
a.    Kubah ( tempat penampung gas/ bagian atas dari tangki reactor))
Gas yang dihasilkan dari hasil fermentasi tertampung pada kubah;
b.    Outlet.
Ampas biogas yang telah terfermentasi di dalam Tangki Reaktor, akan terdorong keluar menuju ke outlet
karena tekanan gas dalam tangki reactor.
c.     Manhole
Menhole adalah lubang yang menghubungkan tangki reactor dengan outlet.  Lubang ini juga    
digunakan sebagai    jalan masuk untuk memeriksa atau memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terjadi
dibagian dalam kubah.
3. Penampung Ampas Biogas.
Merupakan tempat untuk menampung ampas biogas yang keluar dari aoutlet, setelah proses fermentasi selesai.
Ampas biogas ini bermanfaat sebagai pupuk organic berkualitas tinggi dan siap digunakan.
4. Pipa Gas Utama
Gas yang ditampung di kubah utama, lalu dialirkan melalui pipa gas utama ke titik pengguna (kompor atau lampu).
Pada pipa gas utama ini dilengkapi dengan beberapa komponen yaitu :
a. Katup gas utama: fungsinya mengatur aliran gas utama dari kubah ke titik pengguna.
b. Penguras air (saluran pembuangan air).  Uap air yang terkandung di dalam gas akan dialirkan melalui saluran
penguras air (water drain).  Saluran ini biasanya terletak di titik terendah pipa gas. 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan biogas meliputi :
a. Tangki reactor harus terus diisi kotoran sapi yang telah dicampur air setiap hari, tergantung besar ukuran tangki.
Sebagai acuan dapat ditentukan sebagai berikut :
- Volume 4 M3 diisi 20 – 30 Kg. kotoran basah
- Volume 6 M3 diisi 30 – 40 kg. kotoran basah
- Volume 8 M3 diisi 40 – 50 kg. kotoran basah
- Volume 10 M3 diisi 50 – 60 kg. kotoran basah  
- Volume 12 M3 diisi 60 – 70 kg. kotoran basah
b. Tangki reactor harus terbuka dan kena sinar matahari langsung, tidak kemasukan air disaat hujan.
c. Periksa secara kontinyu pipa-pipa aliran gas dari kebocoran.
d. Periksa lubang pemasukan kotoran ke tangki reactor dan lubang pembuangan kalau ada yang tersumbat
( I Nyoman Lungsur, S.PKP, WKPP Angkah, BP3K Kecamatan Selemadeg Barat)