RSS
Syndicate content

LIDAH MERTUA (Sansieviera) SEBAGAI PENYERAP POLUTAN

Sumber Gambar: L.M.Ikrar, BP3K Kecamatan Labuhan Haji
Sansievieria, tanaman yang terkenal dengan nama lidah mertua ini, aslinya berasal dari Afrika Timur dan negara-negara beriklim tropis. Disebut lidah mertua karena mertua dan menantu digambarkan tak pernah akur. Sansievieria sama tajamnya dengan lidah mertua, karena memiliki aura yang keras, kalau di Melayu lidah jin. Tanaman dari famili Agaveceae merupakan salah satu tanaman tropis yang sudah lama ada dan banyak dibudidayakan di Indonesia, tanaman ini mampu bertahan di daerah yang sangat kering. Di Kabupaten Lombok Timur banyak di tanam sebagai tanaman hias dipekarangan rumah, pasilitas umum namun belum banyak sebagai tanaman hias pot di dalam ruangan (indoor plant). Hal ini disebabkan kemungkinan karena kurangnya informasi tentang kekhasan tanaman lidah mertua (Sansievieria).
Tanaman ini mempunyai banyak manfa'at / fungsi, memiliki keunggulan dari tanaman lain sehingga pamornya kian mencuat karena ditemukannya peran tanaman hias sukulen tak banyak memerlukan air ini sebagai penyerap 107 unsur polutan berbahaya di udara, diantaranya karbon monoksida, timbal, benzen dan formaldehida. Satu-satunya tanaman di dunia yang mengeluarkan oksigen selama 24 jam tanpa henti "jika tanaman lain mengeluarkan karbon dioksida pada malam hari, tanaman ini tidak, oleh karena itu Sansievieria sangat baik ditaruh di dalam ruangan tertutup. (Yusrizal, sinta 2010)
Riset yang dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) selama 25 tahun membuktikan pernyataan di atas. Penelitian dipicu oleh maraknya penyakit sick building syndrom seperti gangguan pernapasan yang menimpa para pekerja kantoran yang sebenarnya merupakan efek dari kualitas udara ruang perkantoran yang memakai pendingin AC, ternyata lebih buruk sepuluh kali dibanding udara luar, hasil penelitian ini dapat membuktikan hal dimaksud.
Di dalam ruangan, Sansievieria bisa menangani keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas korbondioksida, nikotin dari rokok, dan penggunaan AC. Satu tanaman Sansievieria trifasciata lorentii dewasa berdaun 4/5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan seluas 20 m persegi. Demikian diungkap Peneliti Senior dan Tenaga Ahli Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Delima Hasri Azahari Darmawan dalam memperingati Hari Bumi dengan tema "Gelar Sansievieria Indonesia".
Dari sumber lain memuat hasil penelitian : dengan meletakkan Sansievieria berdaun empat lembar yang ditempatkan dalam ruangan seluas 75 m2 mampu membuat udara bebas dari polusi. Sumber berikut mengatakan, ada banyak manfaat lain dari Sansievieria "di dalam tiap helai daun Sansievieria ada pregnane glycoside, zat yang mampu mengurai zat beracun menjadi senyawa organik, gula, dan asam amino. Zat beracun yang diurai, seperti karbondioksida, benzen, xilen, formaldehid, koloroform, dan triklorotilen".
Tanaman Lidah Mertua juga diberi nama Old Century Plant karena kemampuannya dapat mereduksi radiasi gelombang elektromaknetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi. Maka baik jika tanaman ini ditaruh di samping komputer atau televisi. Dari sumber-sumber yang penulis sempat baca tidak ada yang menyoroti tempat tidur, lebih pada ruang kerja padahal kamar tidur banyak yang dilengkapi televisi, komputer juga AC. Kondisi pagi hari akan sangat di tentukan oleh kebersihan udara yang kita hirup sa'at istirahat malam hari, banyak penderita sesak napas yang disebabkan karena debu ruang tidur yang tidak terkonterol (Empiris keselet, 2010). Berawal dari alergi debu meningkat menjadi penderita asama' akut. Lalu bagaimana dengan bahaya pencemaran dari non debu seperti gas-gas beracun. Hidup sehat di kantor di dapur dan di kasur akan kita capai, bila kita akrab dengan tanaman lidah mertua (Sansievieria). Peletakan Sansievieria di dapur dapat menyegarkan udara berguna untuk menyerap gas karbondioksida dan monoksida sisa pembakaran dari kompor.
Peran lain Sansievieria juga berperan sebagai tanaman obat-obatan, dapat mengatasi penyakit seperti diabetes, ambeien dan beberapa penyakit kulit. Selain itu, Sansievieria trifasciata lorentii yang dipotong-potong 5 cm yang ditempatkan di dalam kulkas dapat menghilangkan aroma tidak sedap. Dalam lingkungan industri potongan daun ini disebarkan di ruang-ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh pekerja.
Sansievieria merupakan tanaman hias yang mudah perawatannya . Tanaman ini tidak membutuhkan banyak air dan bisa hidup dimedia apapun. Intensitas pencahayaan yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar, hal ini pula yang menyebabkan tanaman ini cocok ditempatkan berada dalam ruangan, penyiraman cukup dilakukan sekali dalam seminggu.
Tanaman sensevieria cocok dijadikan sebagai tanaman hias pot didalam ruangan (indoor plant) karena memiliki kemampuan menghasilkan orsigen siang dan malam. Sebagai tanaman diluar ruangan (outdoor plant), Sansievieria memiliki kelebihan dalam penampilan sehingga membuat tanaman rumah menjadi lebih artistik. Bentuknya unik, daunnya berpola artistik, jenisnya beragam dan warna daunnya bermacam-macam.
Berdasarkan bentuk, Sansievieria terdiri dari tiga macam: berdaun tipis, berdaun tebal/ keras dan berdaun bulat /silindris. Nilai estetika tanaman ini cukup tinggi. Keunikan lain tanaman ini adalah sifat genetiknya yang tidak setabil dan mudah termutasi, mengakibatkan ragam sensevieria diperoleh tidak hanya dari hasil persilangan tetapi juga karena mutasi. Tak jarang mutasi juga terjadi saat dilakukan perbanyakan secara stek daun, dimana hasil anakan sering berbeda dari induk. Sa'at telah ditemukan lebih dari 60 spesies dan setiap spesies tersebut menghasilkan puluhan sub species anakan.
Penulis mengajak kita semua untuk menciptakan kenyamanan dari hal-hal kecil, biaya murah, gampang dilaksanakan pada lingkungan sekitar kita, amiiin. Untuk melengkapi informasi tetang Sansievieria penulis mengutip dari sumber yang pemaparannya lebih lengkap agar kita lebih mengenal lidah mertua. Informasi yang lebih lengkap diharapkan akan terjadi perubahan prilaku, pengetahuan bertambah, timbul minat untuk berbuat dan terampil dalam melaksanakannya.
MENGENAL SANSIEVIERIA
Pada zaman dahulu, orang memanfatkan daun Sansievieria sebagai penghasil serat, yakni untuk membuat tali anyaman, jangkar kapal dan kain. Namun sejak awal abad ke-19, Sansievieria dianggap sebagai komoditas tanaman hias yang penting di dunia. Bentuk dan corak daunnya yang indah dan sangat beragam ternyata mampu memikat hati para penggemar tanaman hias.
Sansievieria adalah tumbuhan yang tumbuh menahun (perennial). Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, Sansievieria ini telah ada sejak puluhan tahun lalu. Pada awalnya, Sansievieria yang dikenal secara luas adalah jenis 'ceylon bowstring hemp' (Sansievieria trifasciata 'lorentii mein liebling'), yang banyak menghasilkan serat rami. Mengingat kualitas serat yang baik, maka tumbuhan ini dibudidayakan.
A. Klasifikasi Tanaman
Para ahli biologi menjuluki tanaman Sansievieria sebagai tanaman perintis karena mampu hidup di tempat yang tidak bisa di tumbuhi tanamn lain. Julukan-julukan lainnya adalah "century plant", "lucky plant", "the devil luck", "judas sward", dan "african's devil". Nama "Sansievieria merupakan bahasa latin untuk genus yang terdiri dari beragam spesies. Dalam ilmu taksonomi yang membagi makhluk hidup ke dalam lima kerajaan (Kingdom), tanaman Sansievieria diklasifikasikan ke dalam famili Agavaceae (century plant) yang umumnya mempunyai daun berdaging tebal dan banyak mengandung air.
Klasifikasi Sansievieria secara lengkap sebagai berikut.

Level
Hirarki

Latin

Indonesia

Kingdom

Plantae

Tumbuhan

Subkingdom

Tracheobionta

Tumbuhan
berpembuluh

Superdivisi

Sprematophyta

Tumbuhan
berbiji

Divisi

Magnoliopyhta

Tumbuhan
berbunga

Kelas

Liliopsida

Monokotil
(berbiji tunggal)

Subkelas

Liliidae

-

Ordo

Liliales

-

Famili

Agavaceae

-

Genus

Sansievieria
Thunb.

Sansievieria

Spesies

Misa,Sansievieria
trifasciata, Sansievieria cylindrica, dan Sansievieria kirkii

-

Beberapa jenis Sansievieria

Beberapa jenis Sansievieria

B. Mengenal Bagian-bagian Tanaman Sansievieria
a. Akar
Lazimnya tumbuhan berbiji tunggal (monokotil), akar Sansievieria berbentuk serabut. Akar berwarna putih ini tumbuh dari bagian pangkal daun dan menyebar ke segala arah di dalam tanah
b. Rimpang (Rhizoma)
Selain terdapat akar juga terdapat organ yang menyerupai batang, orang menyebut organ ini sebagai rimpang atau rhizoma yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sari-sari makanan hasil fotosintesis. Rimpang juga berperan dalam perkembang biakan.Rimpang menjalar di bawah dan kadang-kadang di atas permukaan tanah. Ujung organ ini merupakan jaringan meristem yang selalu tumbuh memanjang.
c. Daun
Tanaman Sansievieria mudah dikenal dari daunnya yang tebal dan banyak mengandung air (fleshy dan succulent) sehingga dengan struktur daun seperti ini membuat Sansievieria tahan terhadap kekeringan. Pasalnya, proses penguapan air dan laju transpirasi dapat ditekan. Daun tumbuh di sekeliling batang semu di atas permukaan tanah. Bentuk daun penjang dan meruncing pada bagian ujungnya. Tulang daun sejajar. Pada beberapa jenis terdapat duri.
d. Bunga
Bunga Sansievieria terdapat dalam malai yang tumbuh tegak dari pangkal batang. Bunga Sansievieria termasuk bunga berumah dua, putik dan serbuk sari tidak berada dalam satu kuntum bunga. Bunga yang memiliki putik disebut bunga betina, sedangkan yang memiliki serbuk sari disebut bunga jantan. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi, terutama pada malam hari.
e. Biji
Biji dihasilkan dari pembuahan serbuk sari pada kepala putik. Biji memiliki peran penting dalam perkembangbiakan tanaman. Biji Sansievieria berkeping tunggal seperti tumbuhan monokotil lainnya. Bagian paling luar dari biji berupa kulit tebal yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Di sebalah dalm kulit terdapat embrio yang merupakan bakal calon tanaman.

C. Lingkungan Tumbuh Sansievieria
a. Suhu Lingkungan
Di habitat aslinya, Sansievieria terbiasa dengan perbedaan suhu yang ekstrem. Pada siang hari suhunya sangat tinggi, bisa mencapai 55?C. Sebaliknya pada malam hari suhu turun hingga di bawah 10?C. Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman ini adalah 24-29?C pada siang hari dan 18-21?C pada malam hari.
Suhu udara sangat erat kaitannya dengan laju penguapan dari jaringan tumbuhan ke udara. Semakin tinggi suhu udara, maka laju transpirasi akan semakin tinggi. Jika suhu berada di bawah batas toleransi, kegiatan metabolisme tumbuhan akan terganggu atau malah terhenti.
b. Curah Hujan dan Kelembapan Udara
Daerah gurun yang merupakan asal Sansievieria umumnya curah hujan rendah dengan jumlah bulan hujan sangat singkat. Curah hujan biasanya tidak lebih dari 250mm/tahun. Ditambah dengan suhu siang hari yang sangat panas menyebabkan daerah ini sangat kering. Pasalnya, penguapan lebih tinggi daripada curah hujan. Hal inilah yang menyebabkan tanaman ini tahan hidup di lingkungan dengan kelembapan yang sangat rendah.
c. Cahaya
Semua tumbuhan hijau membutuhkan cahaya matahari untuk mensintesis makanan. Sansievieria membutuhkan cahaya matahari yang cukup (1.000-10.000 fc) untuk menjamin pertumbuhan yang baik. Meskipun di habitat aslinya tumbuhan ini hidup dengan cahaya matahari yang berlimpah, Sansievieria mempunyai toleransi yang tinggi terhadap lingkungan yang kekurangan cahaya. Tanaman ini akan melambat pertumbuhannya jika diletakkan di ruangan dengan pencahayaan kurang dari 15fc.
Ada dua jenis Sansievieria berdasarkan kebutuhannya terhadap cahaya matahari. Pertama, jenis Sansievieria yang membutuhkan cahaya matahari penuh atau full sun. Misalanya, Sansievieria cylindrica, Sansievieria liberica, Sansievieria trifaciata. Kedua, jenis Sansievieria yang menghendaki cahaya matahari yang tidak langsung atau tipe shade. Tanaman ini tumbuh baik di tempat yang ternaungi. Sansievieria yang masuk dalam katagori ini umumnya berdaun kuning, misalnya Sansievieria hyacinthoides dan jenis 'hahnii'.
d. Kondisi Tanah
Tanah gunrun sangat porus. Butirannya banyak mengandung pori-pori udara dan mudah sekali meloloskan air. Umumnya, tanah di lingkungan tersebut didominasi oleh tanah pasir dengan campuran jenis lain. Oleh karena itu, akar tanaman Sansievieria sangat membutuhkan tanah yang tidak terlalu lembab dan beraerasi baik.
D. Kegunaan Sansievieria
a. Bahan Serat
Salah satu nama yang diberikan kepada Sansievieria adalah "bowstringhemp" yang berarti serat yang digunakan untuk mengikat. Hal ini beralasan, karena daun tumbuhan ini dahulunya sering dijadikan sebagai pengikat. Serat daunnya panjang, mengkilap, kuat, elastistis dan tidak merapuh meskipun terkena air. Karena keunggulan sifat-sifat serat daun Sansievieria digunakan sebagai bahan baku pakaian. Beberapa negara seperti Cina, dan Selandia Baru membudidayakan Sansievieria sebagai bahan baku serat pada industri tekstil. Jenis yang biasa ditanam untuk keperluan ini di antaranya Sansievieria cylindrica 'aethiopica', Sansievieria kirkii 'perinii', Sansievieria trifasciata 'lorentii mein liebling', dan Sansievieria zeylanica.
b. Obat Tradisional
Di daerah Afrika, Sansievieria telah lama digunakan oleh penduduk lokal sebagai penghalau racun akibat gigitan ular dan serangga. Di beberapa daerah Asia, getah tumbuhan ini digunakan sebagai cairan antiseptik dan daunnya digunakan untuk membalut luka pada tindakan P3K.
Bagi penderita diabetes, daun tanaman ini bisa menjadi obat alternatif. Jenis yang digunakan adalah Sansievieria trifasciata 'lorenttii'. Cara penggunaaanya, beberapa lembar daun dipotong-potong dan direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Sisa air ini kemudian diminum kepada penderita. Dengan cara yang sama, ramuan ini juga sering digunakan oleh penderita ambeien.
c. Antipolusi
Di dalam tiap helai daun Sansievieria terdapat senyawa aktif pregnane glykoside, yaitu zat yang mampu menguraikan zat beracun menjadi senyawa asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Beberapa senyawa beracun yang bisa diuraikan oleh tanaman ini diantaranya kloroform, benzen, xilen, formaldehid, dan triklorotilen. Kloroform adalah senyawa beracun yang menyerang sistem saraf manusia, jantung, hati, paru-paru, dan ginjal, melalui sistem pernafasan dan sirkulasi darah.
Kemampuan Sansievieria untuk meymenyerap racun membuatnya akrab dalam penghijauan lingkungan. Di jalur hijau, tanaman ini dimanfaatkan untuk menyerap racun asap buangan kendaraan dari knalpot. Sementara itu sebagai tanaman hias indoor, Sansievieria bisa menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas karbondioksida, zat nikotin dari asap rokok, dan penggunaaan AC dalam ruangan. Satu tanaman Sansievieria trifasciata 'lorentii' dewasa berdaun 4-5 helai dapat menyegarkan kembali udara dalam ruangan seluas 20m2.
Dengan kemampuan ini pula, ibu rumah tangga yang sering beraktivitas di dapur bisa memetik manfaat dari tanaman Sansievieria. Peletakan Sansievieria di dapur dapat menyegarkan udara dengan menyerap gas karbondioksida dan monoksida sisa pembakaran dari kompor.
Ada beberapa hal yang perlu kita tahu dari tanaman lidah mertua untuk menambah informasi antara lain:
1. Sansievieria Laurentii bisa mengobati diabetes (daunnya dipotong-potong dan direbus dengan 3 gelas air. Setelah jadi segelas air lalu diminum). Di Jepang untuk pengobatan ambein (setelah daunnya dikeringkan, direbus jadi segelas air dan diminum).
2. Di Malaysia dinamakan Lidah Jin. Kegunaannya, bisa menyembuhkan sakit telinga, mengobati gatal, merangsang pertumbuhan rambut, dan mengobati sakit gigi.
3. Sansivieria juga berbunga. Di malam hari akan tercium bau wangi. Hanya saja tumbuhnya tak lama.

1. Berbeda dengan tanaman lain, sansivieria tak bisa diperbanyak dengan kultur jaringan. Karena hasil perbanyakan akan berbeda bentuknya dengan induknya.
2. Serat sansivieria bisa dibuat menjadi baju dan diproduksi di Yogya. Harganya sekitar Rp 500 ribu untuk satu baju.
3. Selain bisa menghilangkan polusi, bentuknya yang meninggi dan tumbuh bergerombol membuat sebagian orang menjadikan tanaman ini sebagai pagar. Dibalik bentuk yang sederhana itu, lidah mertua juga dimanfaatkan menjadi benang dan bahan anyaman. Bahkan seratnya ada yang ditenun unutuk dijadikan pakaian. Pabrik tenun di Filipina misalnya, menggunakan serat lidah yang dikombinasikan dengan serat nanas sebagai bahan baku kain.
Di beberapa negara maju, lidah mertua digunakan sebagai bahan dasar parfum. Bila ingin membuktikan aromanya, cobalah berdiri di dekat lidah mertua saat sore hari. Tanaman ini akan menghasilkan wewangian. Terlebih ketika berbunga.
Untuk kesehatan, getah lidah mertua dapat digunakan sebagai obat antiseptik. Jika direbus, akarnya bisa dimnfaatkan untuk tonik penyegar rambut dan obat wasir. Sedangkan bagian daunnya bila dibakar, bisa menyembuhkan sakit kepala dan demam. Selain dibakar, daun juga dapat direbus untuk perawatan diabetes.
Lidah mertua (mother in law tongue) sejenis tanaman hias yang dalam bahasa latin disebut Sansievieria pernah booming pada 2003-2004, kemudian tenggelam. Setelah itu "tahta" kejayaan tanaman hias diambil alih oleh adenium, anthurium dan aglaonema.
Lidah mertua dikenal di berbagai negara, dengan sebutan yang berbeda-beda. Di negeri jiran Malaysia disebut lidah jin. Di Afrika diberi nama african devil, dan di Cina dikenal pak lan atau ylang-ylang. "Tren tanaman hias, termasuk lidah mertua, memang tidak pernah stabil. Seperti gelombang transversal yang selalu naik dan turun," ujar Suhandi yang zaherí-hari dipanggil Pak Haji ini..
Mungkin, karena sekarang orang ramai membicarakan soal global warming maka penggemar tanaman hias agaknya mencari tanaman, yang tidak hanya mengutamakan segi keindahan, tapi juga manfaat lainnya. Nah, lidah mertua diketahui dapat menyerap bahan-bahan beracun dari udara, seperti karbondioksida, benzene, formalin dan trichloroethylene.
Tidak hanya itu, lidah mertua yang hanya memiliki warna hijau, putih, dan kuning ini juga bermanfaat sebagai obat untuk beberapa jenis penyakit, seperti borok, bisul, influenza, batuk, radang pernafasan, diabetes, dan kanker ganas. Begitu pula seratnya, dapat dimanfaatkan untuk bahan pakaian.
Lantaran kemampuannya menyerap bahan beracun maka lidah mertua dijadikan tanaman hias untuk ruang terbuka (out door) dan juga di dalam ruangan (in door). Fungsinya, selain mempercantik ruangan, juga mampu meredam bau tak sedap. Perawatannya pun tidak terlalu rumit. Tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi sedikit air, dan bisa hidup di dalam ruangan tanpa terkena cahaya matahari. Untuk asupan sinar matahari, cukup dikeluarkan seminggu sekali agar terkena matahari. Lalu, masukkan kembali ke dalam ruangan. Jenis lidah mertua bermacam-macam, antara lain: golden king, s. pinguen cola, s. laurentii cola, s.superba futura, s.cylíndrica, s. fasciata dan s. lanilla. Setiap jenis mempunyai keunikan masing-masing.

KESIMPULAN
Tanaman Lidah Mertua meiliki banyak manfaat, untuk lingkungan maupun manfa'atnya sebagai tanaman obat-obatan maka Sansievieria sangat dianjurkan tiap rumah tangga menanam tanaman lidah mertua sebagai tanaman hias, tanaman dalam pot dan atau tanaman pada lahan pekarangan. Kemampuan Sansievieria untuk menyerap racun mendorong penulis mengajak masyarakat pada umumnya dan khususnya Pegawai negeri memanfa'atkan tanaman Sansievieria dan mengusulkan kepada Bupati Lombok Timur mengakrabkan tanaman Sansievieria dalam penghijauan lingkungan, dengan nama "Sansievieria Gumi Selaparang".
Di jalur hijau, tanaman ini kita manfaatkan untuk menyerap racun dari asap buangan kendaraan . Sementara itu sebagai tanaman hias indoor, Sansievieria bisa menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya konsentrasi gas karbondioksida, zat nikotin dari asap rokok, dan penggunaaanAC dalam ruangan. Halaman kantor tanaman wajibnya lidah mertua, bibitnya mudah mendapatkannya, penanaman dan pemeliharaan sederhana serta menyumbangkan nilai artistik ditiap pojokan lingkungan kantor.
Sansievieria juga diberi nama Old Century Plant, dapat mereduksi radiasi gelombang elektromaknetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi. Maka baik jika tanaman ini ditaruh di samping komputer atau televisi. Kehadiran Sansievieria sebagai tanaman pot dalam ruangan, pemeliharaannya sederhana: sehari dalam seminggu tanaman dikeluarkan untuk memperoleh penyinaran penuh. Tiap hari sabtu siang di letakkan pada halaman kantor dan hari senen pagi ditempatkan kembali di ruangan operator di samping komputer, pada ruangan pimpinan, ruangan staf, ruang tunggu/tamu, pada setiap ruangan diletakkan 1-2 pot tanaman hias lidah mertua.
Ibu rumah tangga yang sering beraktivitas di dapur bisa memetik manfaat dari tanaman Sansievieria. Peletakan Sansievieria di dapur dapat menyegarkan udara berguna untuk menyerap gas karbondioksida dan monoksida sisa pembakaran dari kompor. Perawatan tidak terlalu rumit, tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi sedikit air dan bisa tumbuh didalam ruangan tanpa terkena cahaya matahari. Untuk asupan sinar cukup dikeluarkan sekali seminggu.
Setiap orang, asal memiliki keinginan akan mampu menanam dan merawat untuk memetik manfa'at, sangat cocok dilakukan oleh tiap ibu rumah tangga, saling ajak melalui kegiatan arisan dan sa'at ngerumpi dengan tetangga diselipkan sebagai satu materi rumpi. Kita semua pasti bisa, mari kita manfa'atkan tiap helai daun lidah mertua sebagai mesin pembersih udara.
Semoga bermanfaat bagi kita semua sebagai tambahan pengetahuan untuk menentukan sikap dan tindakan yang akan kita perbuat terhadap lingkungan, kita angkat tanaman lidah mertua sebagai salah satu inovasi dalam penataan lingkungan. Percepatan adopsi inovasi kita mulai dari diri kita sendiri, Amiiin.