RSS
Syndicate content

Kegiatan Penyuluhan di Kec.Sakra dalam Gambar

Sumber Gambar: azni.m BP3K Sakra

IDENTIFIKASI MASALAH DAN UPAYA PEMECAHANNYA

 

 

No

Masalah

Penyebab Masalah

Potensi

Upaya Pemecahan

1

Masih
rendahnya kebiasaan menanam benih unggul yang berlabel (kasus sebelum Program
P2BN)

Harga mahal,
kurang peduli, asal bisa berpoduksi

Subsidi benih berbantuan,
cukup tersedia di pasaran, peluang untuk melakukan penyadaran

Penyuluhan
kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang kelebihan benih
unggul dan manfaat secara ekonomi

2

Pemakaian
pupuk majemuk yang masih rendah untuk usahatani padi

Kurangnya
pemahaman menyangkut unsur hara yang penting bagi tanaman, modal, kebiasaan
sebelumnya namun tetap mengeluh ketika ujung-ujungnya berdampak pada
kurangnya produksi

Adanya program
subsidi pupuk, adanya kelompok yang bisa berperan sebagai wadah penyampaian
informasi, mengaktifkan kembali peran pembiayaan lembaga keuangan baik
ditingkat desa maupun kecamatan

Sekolah lapang
dan penyuluhan menyangkut unsur hara dan teknis usahatani, membangun
kerjasama dan mengakses program pembiayaan kepada petani yang tersedia

3

Pengendalian
hama secara terpadu belum optimal

Masih
terbatasnya pengetahuan tentang siklus tanaman dengan HPT, keuangan, pola
tanam dan waktu tanam yang tidak teratur

Ada kios
Saprodi, program pengaturan pola tanam, kepedulian pemerintah, program
pengeturan pola tanam

Mengadakan
SLPHT, mengupayakan jadwal tanam yang serempak dan pola tanam yang teratur

4

Kecendrungan
untuk terjadinya degradasi lahan dan menurunnya debit air untuk pertanian dan
kebutuhan Rumah Tangga

Eksploitasi
lahan tanpa memperhatikan aspek keberlanjutan, pemakaian pupuk anorganik yang
tidak sesuai anjuran, penggunaan pestisida yang tidak ramah lingkungan,
hilangnya atau berkurangnya daerah yang berfungsi sebagai daerah penyangga
dan sarana irigasi yang kualitasnya menurun

Tersedianya
bahan sisa tanaman yang bisa di dekomposer untuk perbaikan struktur, tekstur
dan kesuburan secara biologis, optimalisasi penggunaan lahan tidur,
tersedianya kotoran ternak, adanya embung rakyat, saluran irigasi

Melaksanakan
kegiatan-kegiatan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
pentingnya pengelolaan lahan dengan prinsif keberlanjutan, melakukan advokasi
ke lintas sektor untuk mendapatkan kepedulian terhadap pengelolaan sumberdaya
air dan lahan

5

Penerapan
paket-paket teknologi pertanian masih rendah

Biaya,
kesiapan pihak yang terlibat, paradigma dan kebiasaan

Akses
informasi semakin cepat, masuknya pihak swasta dan dinas, SDM semakin
berkembang, Program-program pemerintah

Sosialisasi
dan penyuluhan, membangun kemitraan dengan semua pihak yang bisa memberikan
manfaat sesbesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat

6

 

 

Sarana dan
Prasarana pembangunan petanian banyak yang rusak seperti jalan usahatani,
embung saluran irigasi dll

Sistem
pengelolaan yang buruk, rendahnya rasa memiliki (sense of belonging), pengadaan dilakukan melalui proses proyek
sehingga menggeser semangat pemberdayaan

Ada semangat
gotong royong, ada program rehabilitasi dari pemerintah

Meningkatkan
semangat kebersamaan dan gotong royong, advokasi untuk layanan publik kepada
pemerintah, menanamkan rasa memiliki melalui penyadaran kritis petani

7

Pengelolaan usahatani belum 6
tepat

Biaya, kepedulian petani,
pengetahuan dan keterampilan, keterbatasan sumberdaya

Ada dukungan pemerintah,
keterlibatan pihak swasta, ada petugas teknis

Membangun kemitraan petani,
meningkatkan pengawasan terhadap harga dan distribusi pupuk dan benih

8

Masih lemahnya
akses permodalan petani

Prosedur dari
penyandang dana, pilih kasih, kelembagaan di tingkat petani masih rendah, kegiatan
produktif petani rendah, berlakunya sistem ijon dan rentenir, SDM petani
masih terbatas

Tersedianya
lembaga keungan mikro, perbankan, adanya program-program dari pemerintah yang
arahnya mendukung pembiayaan kepada masyarakat seperti SP3K, LUEP dll

Melakukan
advokasi untuk mengakses modal, perlunya pengkawalan pihak yang berwenang
sehinga program benar-benar bermuara di sasaran yang tepat

10

Masih lemahnya
kelembagaan pertanian

Semangat
berkelompok masih rendah, manfaat berkelompok belum optimal, trauma masa lalu
karena selalu berujung dengan kegagalan

Upaya
revitalisasi pertanian, UU No 16 tahun 2006, program pemerintah dan swasta
yang lebih menyoroti kelompok

Membangun
kelembagaan petani yang tangguh dan mandiri, meningkatkan semangat
berkelompok, pembenahan dari sisi organisasi dan administrasi, membangun
kemitraaan

11

Masih
terbatasnya peraturan-peraturan di tingkat desa

Kurang
aktifnya peran kelembagaan di desa, pelibatan masyarakat masih rendah dan
menetapkan rencana pembangunan di desa

Ada unsur
pemerintahan desa, organisasi kepemudaan, SDM yang sudah sarjana, lembaga
sosial dan politik

Berupaya untuk
memacu kelembagaan yang ada untuk membuat aturan-aturan yang berpihak pada
kemajuan desa dengan mengedepankan semangat atau prinsif demokrasi, partisifasi, ketebukaan, kesetaraan dan bertanggung jawab sesuai dengan yang
diamanatkan ole semangat otonomi desa

12

Pendapatan
Asli Desa masih rendah menunjukkan bahwa desa masih  jauh dari kemandirian

Sumber PADes
masih kurang, masih lemahnya upaya untuk menggali potensi, aturan untuk
mendongkrak pendapatan desa masih lemah, pemahaman menyangkut pelaksanaan
Otonomi Desa masih parsial atau tidak terintegral

Ada BPD,
Pemerintah Desa, kegiatan ekonomi masyarakat, aset yang dikelola oleh desa,
subsidi dan pembantuan dari pemerintah melalui berbagai alokasi anggaran,
membangun kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah

Membentuk
BUMDes, harus ada aturan yang jelas terkait dengan pungutan dan alokasi
anggaran, harusa ada upaya intensifikasi dan penganekaragaman sumbe
pendapatan desa, membangun kerjasama atau kemitraan dengan pihak pemerintah
dan swasta yang berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat dan keuangan desa.

 

RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN

WILAYAH KERJA PENYULUHAN PERTANIAN DESA SUWANGI TIMUR

TAHUN 2012.

No

Komoditas
Tujuan

Masalah

Lokasi

   Sasaran

Metode

Waktu

Biaya

Petugas

Impact point

Prilaku

 

 

Jenis

Volume

 

Jumlah

 

Sumber

 

1

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

5.

 

 

 

 

 

 

6.

 

 

 

 

 

7.

 

 

 

 

 

 

Padi

Diharapkan 75% petani tetap menggunakan benih
berlabel

Diharapkan 50% petani menggunakan pupuk berimbang

Diharapkan 50% petani melakukan pengamatan hama
penyakit

 

Kedelai

Diharapkan 35% petani memakai benih unggul

Diharapkan 40% petani melakukan pengamatan hama
penyakit

 

Jagung

Diharapkan 40% petani memakai benih unggul

 

 

 

Kelompok

Dilakukan pembinaan secara rutin sesuai jadwal
kunjungan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mengurangi Serangan Virus Tungro pada Tanaman Padi

 

 

 

 

 

 

Mengurangi Kematian pada ternak unggas.

 

 

 

 

 

 

Penggunaan Benih yang unggul dan pesemaian yang
baik akan memberikan hasil yang maksimal.

 

 

 

 

 

 

 

Benih unggul

 

Pemupukan

 

Pengamatan HPT

 

 

 

Benih unggul

 

 

Pengamtan HPT

 

 

 

Benih Unggul

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.Pergiliran Varitas.

.Menenam bibit siap tanam.

 

 

 

 

 

Vaksinasi belum dilaksanakan secara merata.

 

 

 

 

Penggunaan benih unggul dan pembuatan peaemaian
belum sesuai dengan anjuran..

 

 

 

 

 

 

 

 

95% petani

(program P2BN)

Baru30%

 

Baru 10%

 

 

 

 

Baru 15%

 

 

Baru 20%

 

 

 

 

 

 

Baru 55%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Petani masih sulit dalam pengumpulan ternaknya.

 

 

 

Dari segi tehnis penanaman tembakau belium sesuai
dagn anjuran

 

Wilkel

 

 

 

Wilkel

 

 

 

Wilkel

 

Wilkel

 

 

 

 

 

Kelompok

 Tani

 

 

 

 

 

 

 

Wilkel

 

 

 

 

 

Wilkel

 

 

 

 

 

Wilkel

 

Petani

 

 

Petani

 

 

Petani

 

 

 

Petani

 

Petani

 

 

 

 

 

 

Kelompok dan anggota

 

 

 

 

 

 

 

 

Petani dan Anggotanya.

 

 

 

 

 

Kelompok Tani

Petani

 

 

 

 

Kelp.tani

 

 

 

 

 

 

 

Ceramah

Penyuluhan

 

Ceramah dan demplot

 

Demonstrasi dan ceramah

 

 

Ceramah

 

Demonstrasi dan ceramah

 

 

 

 

 

Ceramah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan

Ceramah

 

 

 

 

 

 

Penyuluhan

Laku

 

 

 

 

 

Anjangsana

Diskusi

 

 

 

 

 

6 kali

 

 

2 kali

 

 

4 kali

 

 

 

 

6 kali

 

4 kali

 

 

 

 

 

4 kali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 kali

 

 

 

 

 

 

 

6 kali

 

 

 

 

 

 

20 kali

 

 

 

 

 

Nopember dan Maret 2012

 

Februari 2012

 

 

Februari 2012

 

 

 

 

Juni 2012

 

Juni 2012

 

 

 

 

 

Juni 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pebruari 2012 s/d Oktober 2012.

 

 

 

 

Pebruari 2012 s/d Okt. 2012

 

 

 

 

 

April s/d Mei

       2012

 

 

 

 

 

 

 

600.000

 

 

400.000

 

 

600.000

 

 

 

 

600.000

 

400.000

 

 

 

 

 

400.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

300.000

 

 

 

 

 

 

PM

 

 

 

 

 

 

600.000

 

 

BOP

 

BOP

 

 

BOP

 

 

 

BOP

 

BOP

 

 

 

 

BOP

 

 

 

 

 

 

 

 

   BOP

 

 

 

 

 

   BOP

Swadaya

 

 

 

 

Swadaya

 

 

PPL

 

PPL

 

 

PHP dan PPL

 

 

PPL

 

PHP dan PPL

 

 

 

PPL

 

 

 

 

 

 

 

 

PPL

PHT

Kelp.Tani

Petani

 

 

PPL

Kelp.Tani

Keswan

 

 

 

PPL

Kelp.Tani