RSS
Syndicate content

JENIS-JENIS GULMA PADA TANAMAN PADI DAN CARA PENGENDALIANNYA

Sumber Gambar: medanbisnisdaily.com

Gulma yaitu tumbuhan/tanaman liar yang tidak dikehendaki yang dapat menjadi pesaing dan mengganggu pertumbuhan tanaman pokok.
Klasifikasi gulma dan penyebarannya.
Gulma secara umum ( marfologi ) dapat dibedakan 3 golongan yaitu :
Golongan Rumput ( Grasses ).
Rumput pada umumnya berdaun panjang, lurus , urat- urat daunnya sejajar batangnya bulat dan berongga contohnya al : Echinochloa colonum ( L ) Link.
Jejagoan leutik ( sunda ), Tuton ( Jawa ) Echinochloa erusgalli ( P ) Beauv.
Jajagoan ,Gagajahan ( sunda ), Jawan.( jawa )
Golongan Teki ( Sedges )
Tumbuhan ini hampir serupa dengan rumput, bedanya adalah daunnya berjajar tiga dan batangnya berbentuk segi tiga serta tidak berongga. Kerapkali mempunyai rhizoma ( akar tinggal ), yang berbeda - beda bentuknya sesuai dengan fungsinya, yakni untuk penyimpanan makanan dan untuk pembiakan .
Contohnya : . Cyperus difformis L. Jakut papayungan ( sunda ) Welut ( jawa)
. Fimbristylis miliaecae Wahl ( F. littoralis Gaudich) Tumbaran ( Jawa ),
Golongan Berdaun lebar ( broad leaves )
Tumbuhan ini pada umumnya berdaun lebar contohnya :
Marsilea crenata Prest. Semanggi ( sunda ) Semanggen ( Jawa )
Monochoria vaginalis ( Burm .f ) Presl. Enceng lembut ( sunda ), Bengok ( Jawa )
Gulma Padi gogo rancah
Gulma pada tanaman padi gogorancah hampir mirip dengan padi sawah tadah hujan. Gulma yang tumbuh umumnya dapat menyesuiakna diri dengan kondisi kering dan basah.
Gulma Padi gogo
Gulma pada tanaman padi gogo umumnya didominasi oleh golongan rumput , sebagian kecil berdaun lebar dan teki. Ada daerah daerah khusus yang didominasi oleh golongan teki terutama bila lahan-lahan yang sangat intensif diusahakan dengan pemupukan N yang tinggi.
Gulma padi pasang surut
Sawah pasang surut umunya didominasi oleh gulma golongan rumput . Dari golongan teki terdapat cyperus iria . Gulma golongan berdaun lebar relatif jarang ditemukan di sawah pasang surut.

Penyebaran Gulma :
Penyebaran gulma dapat terjadi melalui :
1. Melalui benih yang terkomtaminasi dengan biji gulma.
2. Perantara hewan yang membawa biji pada saluran pencernakan atau bulu dan kotoran.
3. Melalui pupuk kandang yang kurang matang.
4. Melalui sisa tanaman pada waktu panen, khususnya yang dilakukan dengan mesin.
5. Penyebaran melalui angin.
6. Penyebaran melalui air irigasi.
Pengamatan Gulma :
Tujuan pengamatan gulma adalah untuk mengetahui dominasi gulma yang ada sehingga apabila akan dikendalikan dengan herbisida dapat digunakan dasar pemilihan herbisida yang tepat.
Kerapatan Gulma
Untuk mengukur kerapatan gulma digunakan dua ukuran yaitu :
1. Untuk gulma yang berkompetisi terhadap sinar matahari, ciri gulma ini adalah pertumbuhannya ke atas dan menaungi tanaman pokok..Kompetisi gulma yang tumbuh tegak diukur dengan menghitung jumlah gulma per meter pesegi ( ukuran ini dibandingkan dengan jumlah tanaman pokok per meter pesegi ).
2. Kompetisi gulma yang tumbuh rendah ( menjalar ) diukur dengan membandingkan luas lahan yang tertutup gulma. Dengan dua cara tersebut nilai yang kecil akan memperlihatkan jumlah gulma yang sedikit dan tingkat kompetisinya kecil. Hal ini dilakukan dalam rangka menentukan jenis, dosis dan cara pengendalian dengan herbisida
Cara Pengendalian Gulma
Ada beberapa tehnik pengendalian gulma yang umum dilakukan yaitu :
Preventif ( Pencegahan )
Cara ini dilakukan melalui pengelolaan tanah dan pengelolaan air.
Mekanis ( dengan alat - alat baik sederhana / modern )
a. Manual/tenaga manusia : dengan tangan dan alat-alat sederhana (kored,
b. cangkul, sabit, garu, dan ternak)
c. Semi mekanis : mesin-mesin sederhana (mower, cultivator, dsb)
d. Mekanisasi penuh : alat-alat modern (traktor, ratavator, weed craster, dsb)
e. Penggunaan dengan api (mekanis / physik)
Kimiawi
a. Pengendalian kimiawi dilakukan dengan menggunakan herbisida, baik yang bersifat kontak maupun sistemik.
b. Penggunaan herbisida harus memenuhi kriteria 5 (lima) tepat yaitu : tepat jenis, tepat sasaran, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara.

Ditulis kembali : Muhammad Yunus, SP (Penyuluh Pertanian Kab. Gowa)
Sumber : BBPP Batangkaluku, Kabupaten Gowa