RSS
Syndicate content

JADWAL DAN MATERI PERTEMUAN SL-PTT PADI SAWAH ( Oleh: Ir. PAULUS D. SIAMPA, MS - Penyuluh Pertanian Madya )

Sumber Gambar: DOK. BKP3 KOTA PALOPO

Untuk memenuhi
kebutuhan beras yang terus meningkat, sejak tahun 2007 Kementerian Pertanian
mulai melaksanakan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang
masih mengandalkan sawah irigasi, dengan penerapan teknologi Pengelolaan
Tanaman Terpadu (PTT).  Pengelolaan
Tanaman Terpadu merupakan suatu pendekatan penerapan teknologi yang disesuaikan
dengan kondisi setempat (lokal spesifik), melibatkan petani secara partisipatif
sehingga diharapkan produksi dan produktivitas gabah meningkat dengan tetap  memelihara kelestarian lingkungan (ramah
lingkungan). Adapun teknologi PTT padi sawah yaitu:

1.     
Varietas
unggul baru (VUB).

2.     
Benih
bermutu dan berlabel.

3.     
Pemberian
bahan organik.

4.     
Pengaturan
populasi tanaman secara optimum.

5.     
Pemupukan
berdasarkan status hara tanah.

6.      
Pengendalian
organisme pengganggu tanaman (OPT).

7.     
Penanaman
bibit muda (kurang dari 21 hari).

8.     
Menanam
bibit 1-3 batang per rumpun.

9.     
Pengairan
secara efektif dan efisien.

10.  Penyiangan dengan landak atau gasrok.

11.  
Panen
tepat waktu dan gabah segera dirontok.

Untuk mempercepat
proses adopsi inovasi teknologi PTT secara luas dikalangan petani padi sawah,
maka dipilih metode penyuluhan Sekolah Lapang (SL) yang selanjutnya disebut
Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi sawah. Melalui
SL-PTT  petani dapat
berperan aktif dalam penentuan, penerapan dan
evaluasi  paket teknologi yang akan
diterapkan
sesuai dengan kondisi setempat, .serta meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan patani melalui pembelajaran bersama di Laboratorium Lapangan
Pengelolaan Tanaman Terpadu (LL-PTT). LL-PTT sebagai tempat pembelajaran bersama
bagi petani padi sawah  dipilih lokasi
yang memenuhi syarat teknis, mudah dijangkau, dan strategis sehingga mudah
dijangkau.

Proses belajar bersama
dilakukan melalui pertemuan anggota kelompoktani sebanyak 10 kali yang dapat
dilakukan di sanggartani dan dilokasi LL dengan materi disesuaikan dengan
tahapan kegiatan usahatani padi sawah. Berikut ini materi yang disarankan untuk
dibahas pada setiap pertemuan SL-PTT:

 

No. Pertemuan

Materi yang
disarankan untuk dibahas

Keadaan
Lapang/ pertanaman LL

Tempat
Pertemuan yang disarankan

I

1.      Penyusunan
RUK

2.      Penentuan
Varietas yang akan ditanam.

 4-5 minggu sebelum tanam

Sanggar
tani / tempat yang disepakati bersama anggota

II

1.      Pengolahan
lahan pesemaian

2.      Pengolahan
tanah

3.      Pemberian
Bahan Organik

4
minggu sebelum tanam

Lokasi LL

III

1.      Perlakuan
terhadap benih

2.      Hambur
benih

3.      Pemeliharaan
pesemaian

3
Minggu sebelum tanam

Sanggar
tani / tempat yang disepakati bersama anggota

IV

1.      Diskusi
cara tanam  jajar Legowo

2.     
Diskusi tanam bibit muda (kurang dari 21 hari).

3.     
Diskusi tanam bibit 1-3 batang per-rumpun.

4.     
Diskusi pemupukan dasar

1
minggu sebelum tanam

Sanggar
tani / tempat yang disepakati bersama anggota

V

1.      Penanaman
jajar Legowo

2.     
Penanaman bibit muda (kurang dari 21 hari).

3.     
Penanaman bibit 1-3 batang per rumpun.

4.      Pemupukan
dasar

hari
penanaman

Lokasi
LL

VI

1.      Pengaturan
air

2.      Pengamatan/Pengendalian
Hama dan  Penyakit

2
minggu setelah tanam

Lokasi
LL

VII

1.      Pengamatan/Pengendalian
Hama dan Penyakit

2.      Penggunaan
BWD

3.      Pemupukan
susulan (II) berdasarkan Skala BWD

4.      Pengaturan
air

5.      Pengendalian
gulma

3
Minggu setelah tanam

Lokasi
LL

VII

1.      Pengamatan/pengendalian
hama dan penyakit

2.      Penggunaan
BWD

3.      Pemupukan
susulan (III) berdsarkan skala BWD

4.      Pengaturan
air

5.      Pengendalian
gulma

6
minggu setelah tanam

Lokasi
LL

VIII

1.      Pengamatan/Pengendalian
Hama dan Penyakit

2.      Pengaturan
air

8
minggu setelah tanam

Lokasi
LL

IX

1.      Pengamatan/Pengendalian
Hama dan Penyakit

2.      Pengaturan
air

12
minggu setelah tanam

Lokasi
LL

X

Panen

Tanaman
Masak panen

Lokasi
LL

 

Setelah melaksanakan tahapan pertemuan dengan
materi sebagaimana tersebut diatas, diharapkan petani peserta SL-PTT akan mempercepat
proses adopsi sesuai apa yang dialami selama mengikuti SL-PTT.