RSS
Syndicate content

DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT UJI TANAH SAWAH (PUTS) BISA DIDAPATKAN REKOMENDASI PEMUPUKAN SPESIFIK LOKASI

Sumber Gambar: Dokumen Penyuluh Pertanian

Salah satu paket teknologi spesifik lokasi yang bisa diterapkan adalah melalui penyuluhan tentang teknik aplikasi, dosis pemupukan berimbang dan rasional spesifik lokasi sesuai masing-masing desa, yang tentunya akan berbeda antar desa meskipun masih dalam satu kecamatan.
Rekomendasi pemupukan spesifik lokasi bisa didapatkan dengan melakukan uji tanah sawah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Perangkat ini dapat menentukan status hara tanah sawah P dan K di lapangan dan kemudian hasil analisanya digunakan sebagai salah satu masukan data pada web aplikasi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) - Padi Sawah yang dikembangkan oleh IRRI, sehingga didapatkan rekomendasi pupuk yang dibutuhkan tanaman.
Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) - Padi Sawah Indonesia merupakan suatu aplikasi internet dan handphone yang ditujukan bagi para penyuluh pertanian lapangan dan petani di Indonesia sebagai pedoman dalam menentukan takaran pupuk dan waktu pemberian pupuk di lahan sawah. Aplikasi ini memungkinkan petani dapat meningkatkan hasil panen melalui penggunaan pupuk yang disesuaikan dengan kondisi sawah mereka.
PHSL - Padi Sawah Indonesia dapat diakses melalui internet dengan alamat http://webapps.irri.org/nm/id .

A. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan dalam pengujian ini adalah 1 unit bor biopori, bak pencampur/wadah tanah, kantong plastik 1 pak, tabung reaksi volume 10 ml sebanyak 6 buah, sendok stainles 1 buah, pengaduk dari kaca 1 buah, rak tabung reaksi 1 buah, kertas tissue pengering 1 bungkus, sikat pembersih tabung 1 buah, buku petunjuk PUTS, 1 perangkat GPS penentu koordinat lokasi pengambilan sampling dan Perangkat Netbook yang terkoneksi dengan jaringan internet.


2. Bahan
Bahan yang digunakan adalah contoh tanah dari 21 desa se-Kecamatan Kapas, Larutan Pereaksi: P-1 (250 ml), P-2 (2,0 gr), K-1 (120ml), K-2 (15 ml), K-3 (15 ml), pH-1 (250 ml), pH-2 (25 ml) dan Air destilata/aquadest (250 ml).
B. Cara Kerja
1. Pengambilan Contoh Tanah
Pengambilan contoh tanah dilakukan di 21 desa se-Kecamatan Kapas. Sebelum contoh diambil, perlu diperhatikan keseragaman areal atau hamparan. Contoh tanah diambil setelah panen atau menjelang pengolahan tanah pertama.
Rumput, sisa jerami, bebatuan, kerikil, sisa tanaman/bahan organik segar dipermukaan tanah disisihkan terlebih dahulu, tanah dalam kondisi lembab, tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.
Contoh tanah tunggal diambil menggunakan bor biopori pada kedalaman olah 0-20 cm.
Contoh tanah tunggal dari masing-masing titik dicampur, diaduk sampai homogen dalam bak plastik, jika ada kerikil, sisa tanaman disingkirkan, dari campuran tanah tersebut diambil ½ kg dan disimpan dalam plastik bening, diberi keterangan lokasi nama desa, poktan dan koordinat GPS serta tanggal pengambilan contoh tanah. Contoh tanah siap dianalisa.
2. Penentuan Unsur P
Contoh tanah uji sebanyak ½ sendok spatula atau 0,5cm yg diambil dengan spet dimasukkan tabung reaksi hingga 0,5ml pada garis tabung reaksi, tambahkan 3 ml pereaksi P-1, aduk dengan pengaduk kaca sampai rata, tambahkan 5-10 butir/seujung spatula pereaksi P-2, kocok 1 menit, diamkan 10 menit, bandingkan warna biru yang muncul dari larutan jernih di permukaan tanah dengan bagan warna P tanah. Dan tentukan kadarnya Rendah, Sedang atau Tinggi.
3. Penentuan Unsur K
Contoh tanah uji sebanyak ½ sendok spatula atau 0,5cm yg diambil dengan spet dimasukkan tabung reaksi hingga 0,5ml pada garis tabung reaksi, tambahkan 2 ml pereaksi K-1, aduk dengan pengaduk kaca sampai rata, tambahkan 1 tetes pereaksi K-2, kocok 1 menit, tambahkan 1 tetes K-3, kocok sampai rata, diamkan 10 menit, bandingkan warna kuning yang muncul dari larutan jernih di permukaan tanah dengan bagan warna K tanah. Dan tentukan kadarnya Rendah, Sedang atau Tinggi.
4. Penentuan pH
Contoh tanah uji sebanyak ½ sendok spatula atau 0,5cm yg diambil dengan spet dimasukkan tabung reaksi hingga 0,5ml pada garis tabung reaksi, tambahkan 4 ml pereaksi pH-1, aduk dengan pengaduk kaca sampai rata, tambahkan 1-2 tetes pH-2, kocok 1 menit, diamkan 10 menit, bandingkan warna biru yang muncul dari larutan jernih di permukaan tanah dengan bagan warna pH tanah. Dan tentukan kadarnya.
5. Operasi PHSL-Padi Sawah
Setelah kadar P dan K diketahui, tahap selanjutnya adalah menganalisa kebutuhan pupuk Urea, Phonska berdasarkan operasi Web Aplikasi PHSL-Padi Sawah melalui perangkat netbook yang tersedia dengan jaringan internet dan mengakses http://webapps.irri.org/nm/id/index.php
Sumber : admin Kab.Bojonegoro -(Sri  Sumi S. - Penyuluh Pertanian Muda. )

 

AttachmentSize
6. Tanjungharjo.doc72.5 KB