RSS
Syndicate content

BUDIDAYA TANAMAN JERUK BALI

Sumber Gambar: potensi-malahayu.co.cc
    Jeruk Bali termasuk tanaman buah musiman yaitu dipanen buahnya dua kali dalam setahun. Sebenarnya, pohon Jeruk Bali bisa berbuah sepanjang musim, walau jumlah terbatas.
Memilih Jeruk Bali yang manis gampang-gampang susah. Kulit Jeruk Bali biasanya berwarna hijau atau kuning ketika matang. Untuk mengetahui jeruk tersebut manis, harus lihat isi daging buahnya.
Daging buah ada yang berwarna putih, dan ada yang berwarna kemerahan. Biasanya berwarna kemerahan memiliki rasa lebih manis dibandingkan daging jeruk berwarna putih.

    Nama jeruk bali hanya dikenal di Indonesia. Di negara lain, Filipina, disebut suha atau lukban. Sedangkan, di Thailand disebut som-oh. Di Indonesia, jeruk bali dibudidayakan dengan cara cangkok. Ini terutama untuk jenis jeruk bali yang tidak memiliki biji. Cara budidaya dengan cangkok dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan penanaman secara biji atau stek, karena masa tanamnya yang lebih pendek. Tanaman ini relatif tahan banting, bisa bertahan tanpa pupuk dan air, yang penting terkenasinarmataharilangsung.jarak tanam antara satu pohon dengan pohon lain minimal 6 x 7 meter. Jarak itu dipakai dengan syarat lahan miring ke timur. Sementara untuk lahan rata atau miring ke barat, jarak tanam paling tidak 7x8 meter atau 8x8 meter. Jarak tanam yang sangat lebar itu untuk mengantisipasi pertumbuhan pohon yang bias mencapai ketinggian sekitar lima meter. Selain itu, pertumbuhan ranting yang banyak menyamping juga akan mengurangi sinar matahari, makanya jarak antara satu pohon dengan pohon lainnya cukup jauh. "Sinar matahari yang kurang akan membuat hasilnya kurang bagus.
Selain perlu sinar matahari yang banyak, pohon jeruk Bali perlu dipupuk tiga kali dalam setahun. Pemberian pupuk kandang setahun sekali ketika sudah mulai musim kemarau antara Juni hingga September. Ketika musim hujan mulai atau sekitar Oktober dan November, dan pada Maret atau April, diberi pupuk NPK. Terhadap ancaman hama, seperti lalat buah dan kecabuk yang membuat warna buah menjadi hitam, diatasi dengan pestisida dan methyl eugenol. Untuk lalat buah, petani hanya perlu menyediakan perangkap. Sedangkan penyakit yang perlu diwaspadai, seperti diplogia basah dan kering yang berimbas pada menurunnya produksi buah, perlu olesan ramuan obat yang dinamakan bubur bordu atau bubur kalifornia ke bagian tanaman yang terserang penyakit.
    Pohon jeruk bali mulai aktif berbuah mulai tahun ketiga dari penanaman, bisa berbuah mulai dari 5 jeruk hingga 25 jeruk. Saat awal panen, pemangkasan perlu dilakukan jika buah dirasa terlalu banyak agarpohontidakkekurangannutrisi.Setiap tahun, jumlah panen akan bertambah seiring pertumbuhan pohon. Pohon jeruk bali akan menghasilkan buah maksimal di usia tujuh atau delapan tahun. Ketika itu, satu pohon bisa menghasilkan sekitar 400 hingga 500 buah dalam sekali panen. Pohon jeruk bali berusia cukup panjang. sudah berumur sekitar 23 tahun pun masih tetap berbuah. (Kristianta_KKPP Klungkung Bali)
Sumber : peluangusaha.kontan.co.id