RSS
Syndicate content

Budidaya Tanaman Coklat

Sumber Gambar: PPL Kec.Teluk Dalam

BUDIDAYA TANAMAN COKLAT

PERSIAPAN LAPANGAN

Hal-hal yang harus dilakukan dalam persiapan lapangan untuk penanaman tanaman coklat adalah sebagai berikut :   

1. Persiapan  Lahan           

    Membersihkan areal penanaman coklat dari semak belukar dan kayu-kayu kecil sehingga memudahkan  penebangan pohon.
    Semak belukar dan kayu-kayu kecil sedapat mungkin dibabat rata dengan tanah.
    Pengendalan i9lalang harus dilaksanakan segera mungkin sehingga areal terbebas pada saat penanaman pohon pelindung.
    Pembersihan areal diakhiri dengan tahap pengolahan tanah.
    Untuk mempertahankan lapisan atas dan menambah kesuburan tanah, pembersihan areal diikuti dengan tahap penanaman tanaman penutup tanah.           

2. Menanam Tanaman Pelindung           

    Sebelum menanam tanaman coklat, terlebih dahulu yang kita tanam adalah tanaman pelindung.
    Tujuan menanam tanaman pelindung adalah untuk mengurangi intensitas sinar matahari secara langsung.
    Manfaat dari pohon pelindung sangat berperan terhadap kadar gula dalam batang dan cabang tanaman coklat.
    Pohon pelindung sangat berperan dalam memperbaiki struktur tanah dan menahan terpaan  angin terutama pada tanaman coklat yang belum menghasilkan.           

Pohon pelindung bagi tanaman coklat ada dua jenis yaitu pohon pelindung sementara dan pohon pelindung tetap. Pohon pelindu8ng sementara bermanfaat bagi tanaman yang belum menghasilkan. Sedangkan pohon pelindung tetap bermanfaat bagi tanaman yang sudah menghasilkan.

a. Tanaman Pelindung Sementara.           

    Tanaman pelindung sementara hanya diperlukan untuk jangka waktu dua sampai tiga tahun, sesudah itu tanaman pelindung bertahap dimatikan.
    Pohon pelindung diperlukan pada masa-masa tanaman coklat masih berumur muda.
    Syarat tanaman pelindung sementara adalah pertumbuhannya tegak, cepat tumbuh, tahan pangkas dan perakarannya tidak terlalu banyak.
    Fungsi tanaman pelindung adalah untuk melindungi tanaman coklat muda yang masih lemah dari tiupan angin kencang serta menghalangi penyinaran langsung sinar matahari.
    Jenis pohon pelindung sementara adalah pohon pisang, pohon turi, flemingia cangesta dan lain.             

b. Tanaman Pelindung Tetap
Tanaman pelindung harus tetap dipertahankan keberadaannya sepanjang hidup tanaman
Coklat. Adapun syarat tanaman pelindung tetap sebagai berikut :           
    Pertumbuhannya cepat.
    Percabangannya banyak.
    Tahan terhadap pemangkasan.
    Kayu keras dan tidak mudah patah oleh tiupan angin.
    Perakarannya dalam agar tanaman pelindung tidak mudah tumbang.   

Ciri-ciri pohon pelindung yang telah berfungsi dengan baik sebagai berikut :       

    Tinggi pohon pelindung telah mencapai tiga sampai empat meter.
    Lingkaran daun 3 mm dan sudah dapat melindungi empat pohon tanaman coklat.
    Cahaya yang masuk melalui kerimbunan pohon berkisar antara 40 – 50 %.
    Kelembaban tanah rata-rata 70 – 80 %.           

PEMBIBITAN TANAMAN COKLAT

1. Persyaratan Areal Pembibitan.       

Areal pembibitan tanaman coklat membutuhkan persyaratan khusus sebagai berikut :   

    Dekat dengan sumber air.
    Bebas dari serangan hama dan penyakit.
    Areal untuk pembibitan harus rata / datar.
    Diusahan dekat dengan areal penanaman.
    Tersedianya lapisan tanah atas yang cukup.
    Terlindung dari gangguan angin, cahaya matahari dan binatang liar.   

2. Persyaratan Benih.                              

    Benih harus dipesan beberapa bulan sebelum dipergunakan dari kebun yang sudah dimurnikan.
    Sebaiknya biji diperoleh dari kebun benih coklat yang telah diketahui turunannya.
    Dari tanaman cokjlat yang produksinya tinggi, harus bebas dari serangan hama dan penyakit serta berbuah sepanjang tahun.
    Biji coklat yang dipergunakan sebagai bibit adalah biji bagian tengah buah, yakni dua pertiga bagian dari untaian biji.
    Biji bagian pangkal dan ujung tidak diikutsertakan sebagai bahan tanaman.
    Biji coklat harus bebas dari pulp yang melekat karena dapat menyebabkan timbulnya jamur dan serangan semut dan akibatnya biji mudah busuk.
    Biji yang telah bebnas dari pulp, kemudian dilumuri dengan fungisida sebelum dikecambahkan agar terbebas dari serangan jamur.           

3. Persemaian           

    Biji yang akan dikecambahkan ditanam dibedeng pendederan dengan menggunakan pasir setebal 10 – 15 cm.
    Bedengan untuk pengecambahan ini ditempatkan dibangunan naungan dengan tinggi lebih kurang 1,5 m disisi timur dan 2 m disisi barat serta bangunan diberi atap ilalang atau pelepah daun kelapa agar terlindungi dari sinar matahari dan curahan hujan.
    Biji ditanam sebahagian kedalam pasir dengan bakal radikula/akar kearah bawah atau mendatar dengan jarak 2,5 x 5 cm.
    Hamparan biji ditutup dengan goni / rami dan disiram setiap pagi dan sore, serta penyemprotan cairan fungisida diperlukan untuk mencegah tumbuhnya jamur.
    Biji akan berkecambah pada umur 4 – 8 hari, yang ditandai dengan munculnya keping biji terangkat keatas pasir.   

4. Pembibitan

Pembibitan coklat harus dipersiapkan bahan dan alat sebagai berikut :           

    Naungan dan tempat pembibitan.
    Tempat media dan bahan media.
    Cara mengisi dan menyusun polybag.
    Menanam kecambah.
    Pemeliharaan pembibitan.
    Pengendalian hama.
    Pembibitan dengan cara stek.
    Pembibitan system okulasi.
    Seleksi bibit.

5. Penanaman Bibit Coklat               

Apabila jarak tanam, pola tanam, pohon pelindung tetap sudah memenuhi syarat sebagai
penaung dan bibit telah berumur 4 – 6 bulan maka penanaman sudah dapat dilaksanakan.       

    Waktu penanaman diusahakan pada waktu musim hujan sebab tanaman coklat muda memerlukan kelembaban yang tinggi untuk mendorong perkembangan akarnya.
    Dua minggu sebelum penanaman terlebih dahulu disiapkan lubang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm.
    Setiap lobang tanam ditaburi pupuk dan ditutupi lagi.
    Pemberian pupuk dimaksudkan untuk penyediaan hara bagi bibit yang akan ditanam beberapa minggu kemudian.
    Seminggu sebelum dilakukan penanaman, lapangan harus sudah bersih dari gangguan gulma.
    Sebelum bibit ditanam, periksalah terlebih dahulu apakah ukuran lubang tanam sudah sesuai dengan petunjuk.
    Cara penanaman bibit yaitu dengan memasukkan polybag kedalam lubang tanam.
    Polybag disayat dengan menggunakan pisau tajam dari bagian bawah kearah atas dan polybag ditarik.
    Terakhir lubang tanam ditutup dengan tanah galian dan dipadatkan dengan sangat hati-hati sekali agar tidak mengganggu tanaman.