RSS
Syndicate content

Budidaya Lebah Madu

Sumber Gambar: Bapeluh Kab Banjar

Lebah madu sebagai penghasil madu sudah lama diketahui oleh moyang penduduk Indonesia namun madu tersebut hasil dari buruan dari hutan, namun pada sekarang ini lebah madu sudah mulai diternakan secara intensif. Madu sudah lama dikenal sebagai bahan makanan alami dan obat yang baik, yang tidak ada taranya bagi orang muda maupun tua. Lebah madu yang menghasilkan madu, merupakan suatu anugrah alam yang menakjubkan karena khasiat yang dimilikinya.
Banyaknya berbagai jenis tanaman kehutanan, perkebunan, pertanian dan juga tanaman buah-buahan merupakan potensi besar dalam menghasilkan madu, tanaman tersebutlah yang dijadikan pakan lebah madu untuk menghasilkan madu yang baik. Dengan keadaan alam yang sudah mulai merusak sangat berpengaruh sekali bagi peroduksi madu yang dihasilkan. Melihat hal demikian sangat perlu sekali dilakukan pelestarian alam dengan menambah jumlah vegetasinya, dan untuk kegiatan perlebahan sangat perlu sekali dikembangkan dengan melihat potensi yang ada.
Maksud dari kegiatan pengembangan perlebahan (budidaya lebah madu) adalah untuk meningkatkan kreativitas / pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber alam / potensi yang dimiliki. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah :
 Membuka peluang usaha bagi para pemuda/masyarakat dengan mengandalkan potensi sumberdaya alam yang ada.
 Meningkatkan pendapatan dan tarap hidup bagi pemuda / masyarakat setempat.


KEGIATAN PERLEBAHAN / BUDIDAYA LEBAH MADU

Perlebahan adalah suatu rangkaian kegiatan pemanfaatan lebah dan produk-produknya serta vegetasi penunjangmya untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat denga memperhatikan aspek kelestariannya.
Dalam kegiatan perlebahan / budidaya lebah madu ada beberapa macam jenis lebah yang dikembangkan di Indonesia, yaitu sebagai beikut :
1. Macam Lebah
Secara umum jenis lebah penghasil madu yang dikenal di Indonesia diantaranya :
a. Apis melifera (lebah unggul, lebah infort)
 Ukuran tubuh hampir sama dengan odeng
 Anggota koloni ± 80.000 ekor
 Sifatnya jinak
 Produksi madu mencapai 30 kg/tahun
 Banyak di budidayakan
b. Apis cerana (lebah lokal, tawon madu, nyiruan)
 Bentuk tubuh mirip Apis Dorsata
 Ukuran tubuh lebih kecil
 Sifatnya jinak
 Anggota koloni ± 11.000 ekor
 Produksi madu mencapai 15 kg/tahun
 Dialam membuat sarang di atas pohon ± 15 meter di atas tanah, di rongga pohon, di goa dan sebagainya
c. Apis dorsata (lebah hutan, tawon gung/lebah liar, odeng.
 Ukuran tubuh lebih besar
 Anggota koloni mencapai ± 80.000 ekor
 Sarang mencapai 1 meter
 Produksi mencapai 50 kg/tahun
 Sifat lebih ganas
d. Apis florea (Teuweul -Sunda)
 Ukuran tubuh dan sayap lebih kecil
 Dalam koloni terdapat ± 30 %lebah pekerja
 Produksi madu rendah ± 61 gram/sarang
 Jarang di budidayakan

2. Kasta Lebah
a. Ratu
 Berkelamin betina
 Bentuk tubuh bulat panjang
 Memiliki alat sengat khusus untuk membunuh saingannya
 Umurnya bisa mencapai 7 tahun
 Selalu berada di sarang
 Makan di suplai lebah pekerja
 Tugas utama mengatur koloni dan bertelur
 Bertelur 1.500 - 2.000 butir perhari
b. Lebah Jantan
 Berkelamin jantan
 Ukuran lebih kecil dari ratu
 Tidak mempunyai sengat dan pekerjaan
 Tugas utamanya mengawini ratu
 Setelah kawin mati
 4 - 8 minggu tidak berhasil mengawini ratu, akan di bunuh oleh ratu/lebah pekerja.

c. Lebah Pekerja
 Berkelamin tidak sempurna
 Ukurannya lebih kecil dari lebah jantan
 Memiliki alat sengat
 Alat sengat telah di gunaka mati
 Tugas utamanya :
 Membersihkan sarang
 Memberi makan anakan
 Memberi makan ratu dan pejantan
 Menyimpan makanan di sarang
 Menjaga sarang
 Mencari makanan (nektar dan pollen)
 Mencari air
 Umurnya mencapai 60 hari

3. Tanaman Pakan Lebah
Beberapa jenis tanaman pakan lebah diantaranya :

 Rambutan
 Kelapa
 Mangga
 Karet
 Kopi
 Durian
 Jengkol  Sengon
 Mahoni
 Langsat
 Belimbing
 Jambu air
 Petai
 Akasia  Padi
 Salak
 Cabe
 Oyong
 Kumis kucing
 Kedondong
 Jeruk
 Pepaya  Ketimun
 Kacang tanah
 Bunga matahari
 Bunga melati, dll
 Waluh
 Pisang

 

TEKNIK PERLEBAHAN / BUDIDAYA LEBAH MADU

Hal yang perlu diperhatikan dala berbudidaya lebah madu :
1. Persyaratan lokasi/penentuan lokasi
 Tersedianya pakan sepanjang tahun/cukup.
 Tersedianya sumber air bersih, sungai waduk, terutama musim kemarau, mjarak sumber pakan dan air berdasarkan daya jangkau lebah pekerja dengan radius 1 - 2 km.
 Ketinggian lokasi/tempat antara 200 - 1000 m dpl.
 Suhu 20 - 30 ˚ C
 Tidak ada polusi udara, suara.
 Tidak ada angin ribut/kencang.
 Pada derah yang menggunakan insektisida rendah.
2. Pengadaan koloni
 Berburu Lebah
 Menangkap kloni yang liar di alam
 Dengan alat pancingan berupa glodok/tempat lain yang biasa di tempati lebah
 Peralatan buru
 Kurungan ratu
 Kain kasa hitam
 Kotak buru
 Masker
 Beli Koloni
 Beli dari penangkar
 Instansi resmi perlebahan (Perhutani, APRIARI)
 Memindahkan / menertibkan Koloni
 Letakkan glodok dekat kotak buru
 Asapi glodok dengan smoker
 Glodok bisa dibuka perlahan-lahan
 Ambil ratu secara hati-hati
 Ikat kurungan ratu pada kotak eram
 Masukkan seluruh lebah kedalam kotak lebah
 Satu hari kemudian ratu dibuka (setelah keadaan lebah sudah tenang)
 Penempatan Koloni
 Terlindung dari terik matahari dan curahan langsung air hujan
• Dekat jalan pemeriksaan
 Kotak diletakkan diatas standar ± 0,5 m diatas permukaan tanah dengan jarak 1 - 5 m
• Kaki standar diolesi minyak oli agar semut tidak naik
• Posisi kotak lebah menghadap matahari terbit dan membelakangi jalan
 Pemeriksaan Koloni
 Pemeriksaan koloni setiap satu minggu sekali
 Memeriksa sisiran sarang yang paling tepi satu persatu secara hati-hati, keadaan pakan, kebersihan sarang dan kesehatan koloni lebah

3. Pengadaan peralatan
 Bahan : papan setebal ± 2 cm (tidak berbau, tahan lama dan mudah didapat)
 Alat : gergaji, parang, serutan papan, palu, pahat, paku, meteran/penggaris dan amplas.
 Peralatan pelengkap : Fondasi sarang, sekat ratu, ekstraktor, penyaring madu, kurungan ratu, mangkok ratu dan bingkai stimulasi.
 Perlengkapan petugas : penutup muka, sarung tangan, pengasap, sikat lebah, pisau.
4. Manfaat madu
 Menurunkan panas badan
 Mengobati Tampek
 Mengobati sariawan
 Menambah kecerdasan anak
 Menimbulkan nafsu makan
 Penyembuhan penyakit paru-paru, radang, flu, masuk angin, luka bakar, jantung
 Sebagai bahan kosmetik

5. Manfaat berbudidaya lebah madu
 Malam (lilin) : zat penyemir, industri batik.
 Larva lebah : sumber protein.
 Tepungsari bunga / pollen : pengobatan , bahan kosmetik.
 Polinasi : membantu proses penyerbukan pada tanaman sehingga meningkatkan hasil pertanian.
 Bee venom : pengobatan dengan sengat lebah.
 Propolis : bahan perekat atau dempul.
 Royal jelly : cairan berupa jelly/cream/milk bermanfaat untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, sebagai antibiotik, meningkatkan kecerdasan dan untuk kecantikan.

6. Hama
 Ngengat lilin (jenis kupu-kupu)
 Tungau (menghisap cairan lebah)
 Semut
 Tabuhan (sejwnis kumbang memakan lebah)

7. Penyakit
 Busuk larva (akibat miskin pakan)
 Keracunan (penggunaan insektisida)
 Mencret (akibat pollen sidikit)

8. Panen Madu, Dilakukan apabila :
 Sisiran sarang yang berisi madu telah tertutup lilin (pemotongan sebatas sisiran yang berisi madu).
 Sisiran semua terisi madu.
 Setelah 2 - 3 minggu setelah musim nektar (pakan melimpah 1 - 2 minggu bisa panen).

 

 


PROSPEK USAHA DAYA DUKUNG


Madu hasil dari kegiatan perlebahan (budidaya lebah madu) dibutuhkan oleh semua kalangan baik anak-anak, pemuda sampai orang tua, sehingga kebutuhan akan madu sangat diperlukan sekali. Prospek usaha sangat baik sekali dan dapat memberikan keuntungan yang banyak dalam pemasarannya.
Daya dukung sarana prasarana serta dukungan pemerintah dan berbagai pihak dalam pengembangan usaha perlebahan (budidaya lebah madu) adalah sebagai berikut :
 Cukup tersedianya bahan dalam pembuatan stup/kotak lebah.
 Adanya sumberdaya alam berupa pohon dengan berbagai jenis tanaman sebagai pakan lebah.
 Sebagian masyarakat sudah membudidayakan lebah sebagai kegiatan sampingan.
 Adanya sumberdaya alam berupa air yang cukup banyak.
 Sumberdaya manusia (SDM) yang telah mengikuti kursus/pelatihan perlebahan/budidaya lebah madu yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan.
 Bantuan teknis dari Penyuluh Kehutanan dalam kegiatan perlebahan/budidaya lebah madu.

 

PENUTUP


Sumberdaya alam berupa pohon/tanaman dan serangga seperti lebah merupakan anugrah yang dapat dimanfaatkan secara baik dalam usaha perlebahan (budidaya lebah madu) di WKPK Kecamatan Aranio dan WKPK Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar. Kegiatan perlebahan (budidaya lebah madu) merupakan suatu unit usaha sampingan yang dapat memberikan hasil nyata dan manfaat bagi manusia serta dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat setempat.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam usaha perluasan lapangan kerja, sehingga kegiatan tersebut dapat menunjang pendapatan dan kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri.

By : SARIFAH, SST