RSS
Syndicate content

Budidaya Jagung Hibrida

Sumber Gambar: Dok. PPL WKPP Blangkejeren

Budidaya Jagung Hibrida.
Budidaya tanaman jagung meliputi beberapa faktor penting yang harus kita jalani diantaranya memilih benih jagung hibrida karena : produktivitas lebih tinggi, sifat-sifatnya lebih unggul, tanaman maupun tongkol seragam, lebih terjamin kualitasnya, lebih tahan terhadap hama dan penyakit.
Pengolahan Tanah.
Manfaat pengolahan tanah adalah untuk memperbaiki struktur tanah. memperbaiki  aerasi tanah, membunuh organisme pengganggu tanaman(OPT), menghambat tumbuhnya gulma, melancarkan Drainase (pemasukan dan pembuangan air). Macam Pengolahan Tanah: Olah Tanah Konvensional /Sempurna, Olah Tanah Minim, Tanpa Olah Tanah (TOT). Pengolahan tanah secara konvensional  merupakan sistem pengolahan yang umumnya dilakukan petani dengan cara dibajak dan digaru secara manual maupun mekanis agar tanah menjadi lebih gembur dan mudah ditanami. Pembajakan dan garu : Pembajakan merupakan proses membalikkan tanah dengan menggunakan alat hewan ternak maupun traktor untuk membalik lapisan sub-soil menjadi lapisan top-soil yang subur. Garu merupakan kegiatan meratakan tanah setalah proses pembajakan agar butiran tanah yang besar menjadi lebih kecil dan lebih rata sehingga mudah ditanami.
Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT).
Merupakan sistem tanam tanpa melakukan pengolahan tanah sama sekali dapat diterapkan pada lahan tegalan yang sudah lama tidak ditanami sehingga banyak ditumbuhi rumput atau belukar, dapat juga diterapkan pada lahan bekas tanaman semusim, tidak tersedia tenaga kerja atau peralatan yang cukup untuk pengolahan tanah, menggunakan herbisida untuk mematikan rumput atau semak belukar rumput atau belukar yang sudah mati dapat digunakan mulsa penutup tanah.
Pengaturan jarak tanam sangat penting dalam budidaya jagung, berikut anjuran jarak tanam yang baik pada tanaman jagung: 1. Jarak tanam 80x20 cm (1 biji/lubang, 20 Kg/ha). 2. Jarak tanam 80x40 cm (2 biji/lubang, 18 Kg/ha). 
Persiapan Penanaman dan Peralatan.
Peralatan yang digunakan dalam budidaya jagung antara lain : Tugal, Cangkul, Sabit dan Arit Tugal :digunakan untuk membuat lubang tanam dan lubang tempat pupuk. Saat ini tugal ada dua macam yaitu tugal mata satu dan tugal mata dua Tugal mata satu dapat dibuat dari kayu dengan ujung runcing. Tugal mata dua digunakan untuk membuat lubang tanam dan lubang pupuk sekaligus secara bersamaan
Penanaman
Benih ditanam dalam lubang pada kedalaman  5 cm yang dibuat dengan tugal atau diletakkan di larikan kemudian ditutup dengan tanah. 1. Sistem Tugal : buat  2 (dua) lubang dengan kedalaman 5 cm dengan jarak antar lubang 10 cm sambil disiram air. satu lubang untuk benih ditambah  insektisida bahan aktif Carbofuran dan satunya untuk pupuk. 2. Sistem Larikan :benih diletakkan di larikan yang dibuat dengan bajak atau cangkul, kemudian ditutup dengan tanah / kompos yang sudah matang.                 
Anjuran Pemupukan pada Tanaman Jagung.
Untuk pupuk dasar dianjurkan menggunakan Pupuk Urea 150 Kg/ha, SP-36 150 Kg/ha, KCl 75 Kg/ha. Sedangkan pupuk NPK dengan dosis 200 kg/ha untuk tanah subur atau 300 kg/ha untuk tanah kurang subur. Pemupukan susulan pada tanaman jagung diberikan beberapa kali susulan yaitu: Susulan pertama diberikan pada tanaman umur ± 3 minggu (21 hst) Pemupukan dilakukan pada saat penyiangan gulma dan pembumbunan dengan cara pupuk diletakkan pada lubang yang dibuat dengan tugal dengan jarak ± 10 cm dari tanaman kemudian pupuk dimasukkan dalam lubang kemudian ditutup dengan tanah bersamaan pembumbunan. Pemupukan susulan Kedua diberikan pada tanaman umur ± 6 minggu (+ 40 HST) pelaksanaan pemupukan kedua maupun ketiga untuk lebih cepatnya dapat dilakukan lebih dari satu orang disesuaikan kondisi tanaman jagung yang telah dilakukan  pemupukan susulan kedua dan siap dibumbun.
Pupuk organik (alami): Pupuk organik (alami) tetap diperlukan bagi tanah meskipun tanah cukup subur. Karena selain memberikan unsur hara juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Pupuk organik dapat berupa : kotoran sapi, kotoran ayam, maupun kompos pupuk buatan /anorganik merupakan pupuk buatan pabrik yang diproses dari kombinasi zat kimia. Pupuk buatan terdiri atas pupuk tunggal seperti : Urea, SP-36, KCl, ZA dan pupuk majemuk seperti GrandS-15, Grand-K, Tanigro, Kali MagS
Penyulaman :
Tujuan: agar populasi tanaman per satuan luas tetap terjaga. Bila bahan sulaman benih lakukan tidak lebih dari 7 Hst, bila bahan sulaman bibit puteran dari umur yang sama, lakukan tidak lebih dari 14 hari setelah tanam.
Penjarangan :
Dilakukan pada saat umur tanaman 18 hari setelah tanam dengan mencabut tanaman yang bentuknya kecil-kecil (tidak normal) disisakan tanaman sesuai dengan jarak tanam (1 atau 2 tanaman per lubang).
Penyiangan :
Dilakukan pada saat umur tanaman 21 hari setelah tanam dengan mencabut dan membersihkan gulma disekitar tanaman jagung dengan menggunakan herbisida kontak untuk mengurangi biaya tenaga kerja, tujuannya agar pertumbuhan tanaman jagung lebih optimal karena tidak bersaing dengan gulma dalam mendapatkan unsur hara, air maupun sinar matahari yang cukup.
Pembumbunan.
Pembumbunan harus dilakukan dalam pembudidayaan tanaman jagung bertujuan untuk mematikan rumput-rumputan, memperbaiki pori-pori tanah dan merangsang tumbuhnya akar-akar baru (akar tunjang). Pembumbunan dilakukan pada saat umur tanaman + 25 hari setelah tanam dan 40 hari saat pemupukan ke – 3 Fungsinya : memperlancar aliran air pada saat musim penghujan dengan guludan lebih ting-gi, tanaman tidak akan tergenang air disamping untuk memperkokoh posisi tanaman kondisi tanaman yang sudah dibumbun berumur + 6 minggu.(Tulisan dari Darwinsyah, SP /PPL Kec. Blangkejeren).