RSS
Syndicate content

BUDIDAYA CABE KERITING

Sumber Gambar: Humas Bakorluh
Tanaman cabe keriting merupakan salah satu jenis cabe yang paling banyak dibeli untuk dijadikan bahan bumbu masakan. Tanaman cabe keriting terutama yang berwarna merah sangat digemari untuk membuat warna dan tampilan masakan menjadi cerah dan mengundang selera makan.
Permintaan masyarakat Indonesia akan kebutuhan cabe terus meningkat terutama saat menjelang bulan Ramadan dan lebaran. Harga cabe menjulang tinggi pada saat-saat seperti ini. Tidak hanya itu, pergantian musim juga sebagai penyebab kurangnya pasokan produksi cabe terutama dimusim penghujan.
Syarat tumbuh cabe keriting
Tanaman cabe keriting dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan intensitas cahaya penuh. Tanaman cabe keriting ini sama seperti jenis cabe lainnya, tidak tahan dengan curah hujan yang terus menerus atau genangan air.
Akibat dari siraman air hujan yang terus menerus ini dapat menyebabkan rontoknya bunga tanaman cabe keriting, sehingga tidak dapat berkembang menjadi buah. Selain itu, tanah yang terlalu becek atau tergenang dapat menyebabkan batang tanaman cabe keriting ini menjadi lebih mudah busuk.

Selain di lahan terbuka, tanaman cabe keriting dapat juga ditanam di dalam pot atau polibag. Selain lebih praktis dan menghemat tempat/lahan pertanian, tanaman ini juga dapat dikembangkan disekitar pekarangan rumah. Berikut ini cara budidaya cabe keriting di lahan terbuka:
1) Pembimbitan
Pembimbitan tanaman cabe keriting ini dilakukan pada media pembimbitan sendiri. Media ini terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang yang dihaluskan dan diletakan ditempat yang teduh atau diberi naungan agar jauh dari siraman air hujan secara langsung.
Untuk memudahkan saat pemindahan bibit tanaman cabe keriting ini ke lahan tanam, sebaiknya pembimbitan Dilakukan di dalam polibag kecil. Selama masa pembimbitan, dilakukan penyiraman secara teratur pagi atau sore hari.
2) Penanaman
Penanaman cabe keriting ini bisa dimulai ketika bibit sudah mencapai panjang sekitar 2 cm - 5 cm atau sekitar 2 minggu setelah masa pembimbitan. Saat memindahkan tanaman cabe keriting ini di lahan terbuka, usahakanlah akar tanaman tidak rusak dan masuk kedalam lubang tanam. Buatlah jarak tanam sekitar 70cmx70cm atau lebih, karena kanopi daun tanaman cabe keriting ini yang besar batang dan cabangnya.
3) Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman cabe keriting ini sama saperti tanaman cabe lainnya, yaitu penyiraman yang teratur, pemberian pupuk tambahan,
Pemasangan bambu penyangga atau turus/ajir, penyemprotan hama dan pemasangan mulsa plastik untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit dari dalam tanah.
4) Panen
Pemanenan dilakukan pada masa 3 bulan setelah tanam atau sekitar 70 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan lebih dari satu kali mengingat tingkat kematangan tap buahnya berbeda-beda dalam satu pohon tanaman cabe keriting ini.


Tim Penulis :

1. Fitria Haras, SP, MM (Kasubid Materi dan Kemitraan Usaha Bakorluh Prov. Gorontalo)

2. Gusni R. Pakaya, SP (Kasubid Pengembangan Metodologi dan Programa Penyuluhan Bakorluh Prov. Gorontalo)

3. La Ode Uma, S.Pi (Admin Cyber Extension Bakorluh Prov. Gorontalo)